Sejarah Jakarta (1): Cornelis de Houtman, 1595; Cunda Calapa (Belanda) dan Iacatra (Portugis)

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Sejarah Jakarta adalah kelanjutan sejarah Batavia. Sejarah Bogor tidak terpisahkan dari sejarah Jakarta. Sejarah Bogor adalah kelanjutan dari sejarah Buitenzorg. Hubungan antara sejarah Buitenzorg dan sejarah Batavia sangat eksklusif. Buitenzorg adalah bagian dari Batavia. Di masa lampau Sunda Kelapa (Batavia) adalah bagian dari Pakuan (Buitenzorg). Oleh karenanya, sejarah Batavia dan sejarah Buitenzorg tidak bisa dipisahkan. Dengan begitu sejarah Bogor tidak bisa dipisahkan dengan sejarah Jakarta.

Monumen Nasional Jakarta, 1975
Dalam serial artikel Sejarah Jakarta ini, yang dimaksud sejarah Jakarta juga termasuk sejarah Bogor. Dalam perkembangan lebih lanjut, area antara Batavia dan Buitenzorg lebih dahulu berkembang dibanding area yang lainnya. Satu nama tempat diantara Batavia dan Buitenzorg adalah Depok. Oleh karena itu Batavia, Buitenzorg dan Depok menjadi satu kesatuan sejarah yang tempo dulu pernah satu wilayah administratif: Depok berada di di onderafdeeling (kecamatan) Paroeng, afdeeling (Kabupaten) Buitenzorg, Residentie/Province Batavia.

Serial artikel Sejarah Jakarta ini disusun berdasarkan proses penggalian informasi berdasarkan data-data tempoe doeloe khususnya surat kabar sejaman (1600-1900). Dalam hal ini juga termasuk buku-buku dan peta-peta kuno dalam bahasa Portugis dan bahasa Belanda. Serial artikel ini dimaksudkan untuk berbagi (sharing) dan sekaligus untuk memberikan ‘koreksi’ terhadap Sejarah Jakarta yang selama ini banyak ditulis salah atau ditafsirkan keliru. Dengan kata lain, serial artikel Sejarah Jakarta ini dirancang untuk menunjukkan konstruksi asli sejarah Jakarta apa adanya: Dalam penulisan ini, disusun berdasarkan fakta sejarah (empiris) secara proporsional (tidak menambah-nambahkan atau memalsukan dan juga tidak mengurangi atau menyembunyikan).

Para pembaca diharapkan sedikit bersabar, karena artikel-artikel Sejarah Jakarta tidak sekaligus dipublikasikan. Sebab waktu yang terbatas diantara pekerjaan utama dan saya sendiri hanya menulis topik sejarah ini hanya di waktu senggang terutama saat menonton sepakbola (untuk serial artikel hingga artikel ke-14 tentang Sejarah Persija Jakarta dapat dibaca dalam blog ini). Meski data-data elektronik dalam penulisan sejarah ini sangat membantu dalam kecepatan, tetapi hal lain yang memperlambat adalah bahwa saat ini saya juga masih menulis serial artikel Sejarah Kota Medan (sudah dipublikasikan hingga Artikel ke-54). Untuk sekadar proyeksi, satu kota lagi yang tengah disiapkan untuk ditulis sejarahnya adalah Kota Surabaya. Selamat membaca dan ikuti terus.

Mari kita mulai melacak dengan artikel pertama.