Sejarah Kota Padang (26): Jong Sumatranen Bond Didirikan di Belanda (1917); Kongres Sumatranen Bond Pertama di Kota Padang

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Padang dalam blog ini Klik Disin


Jong Sumatranen Bond adalah nama pop perserikatan pemuda Sumatra. Pada awal pendirian perserikatan pemuda Sumatra ini di Batavia hanya disebut Sumatranen Bond. Oleh karena pendiri, pengurus dan anggotanya adalah para pemuda (yang berkembang di kalangan mahasiswa dan pelajar) yang berasal dari (pulau) Sumatra maka nama publiknya ke permukaan disesuaikan dengan nama Jong Sumatranen Bond agar setara dengan Jong Java yang sudah lebih awal didirikan.

De Sumatra post, 17-01-1918
Jong Sumatranen Bond adalah semacam sayap (pemuda) Sumatranen Bond, seperti halnya Jong Java sayap (pemuda) dari Boedi Oetomo. Dalam perkembangannya dua perserikatan pemuda ini muncul Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Islamieten Bond dan sebagainya. Selain menggunakan terminologi (bahasa) Belanda ada (kalan) juga menggunakan terminology (bahasa) Melayu: jong=pemuda dan bond=sarikat.

Sumatra Sepakat

Perserikatan pemuda asal (pulau) Sumatra pertama kali diproklamirkan di Belanda pada tanggal 1 Januari 1917. Ide perserikatan pemuda asal Sumatra ini timbul sebagai respon terhadap munculnya Jong Java seiring dengan semakin menguatnya Boedi Oetomo (yang disokong pemerintah). Pendirian perserikatan pemuda asal Sumatra di Belanda ini diberi nama Sumatra Sepakat yang mana ketuanya adalah Sorip Tagor (kelak lebih dikenal sebagai ompung dari Inez/Risty Tagor).

Sejarah Kota Padang (25): Organisasi Sosial Pribumi Pertama di Kota Padang; ‘Medan Perdamaian’ Lebih Tua dari ‘Boedi Oetomo’

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Padang dalam blog ini Klik Disin


Organisasi sosial pribumi pertama di Indonesia, bukanlah ‘Boedi Oetomo’ (yang didirikan tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta). Organisasi sosial pribumi pertama di Indonesia justru dimulai pendiriannya di Kota Padang yang diberi nama ‘Medan Perdamaian’. Organisasi 'Medan Perdamaian' bersifat nasional (multi etnik) ini didirikan bahkan jauh sebelum adanya organisasi Boedi Oetomo yang bersifat kedaerahan (Jawa).

Sumatra-courant: nieuws- en advertentieblad, 20-02-1900
Sebagaimana diketahui hari lahir organisasi Boedi Oetomo bahkan kemudian dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional: 20 Mei. Pada hari lahir Boedi Oetomo diperingati setiap tahun sebagai Hari Kebangkitan Nasional padahal kenyataannya lebih tepat sebagai Hari Kebangkitan Nasional di (pulau) Jawa. Memang Boedi Oetomo kemudian mengusung kebangkitan nasional, namun itu setelah organisasi-organisasi kebangkitan nasional daerah lain lebih dulu menyatakan partisipasinya. Organisasi kebangkitan nasional seluruh daerah ini ditandai dengan didirikannnya supra organisasi tahun 1927 yang dikenal sebagai (organisasi) PPPKI (Pemoefakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan Kebangkitan Indonesia).

Bukti Medan Perdamaian lebih tua dari Boedi Oetomo dipertegas seorang pejabat pemerintah ketika Boedi Oetomo akan mengadakan Kongres Boedi Oetomo yang pertama. Disebutkan bahwa di luar Djawa sudah ada asosiasi sejenis. (seperti misalnya) Medan Perdamaian di Fort de Kock yang didirikan tanggal 17 Oktober 1907. Sementara asosiasi (organisasi) Boedi Oetomo baru didirikan tanggal 20 Mei 1908 di Batavia