Sejarah Kota Depok (37): Seputar Pengakuan Kedaulatan RI di Depok; Abdul Haris Nasution dan Ibrahim Adji

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Depok dalam blog ini Klik Disini


Belanda tidak mengakui Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Belanda hanya mengakuinya pada tanggal 27 Desember 1949. Mengapa bisa begitu? Belanda menganggap tidak merasa memberikan kemerdekaan bagi Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Karena saat itu Indonesia ‘merebut’ kemerdekaan dari Jepang. Jika Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia tanggal 27 Desember 1945, sesungguhnya Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Namun Belanda sendiri tidak mengakuinya, padahal negara-negara lain sudah mengakuinya sejak 17 Agustus 1945. Jadi, urusan Indonesia sudah selesai, bahwa Belanda tidak mengakuinya, itu urusan Belanda sendiri.

Afdeeling Padang Sidempoean, Residentie Tapanoeli
Dalam hal ini, pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949 adalah penanda waktu dimana Belanda harus keluar dari Indonesia. Sebagaimana diketahui, pada bulan Oktober 1945 Belanda menyusup ke Indonesia di belakang pasukan sekutu Inggris, padahal pasukan sekutu Inggris adalah satu-satunya negara sekutu yang mendapat mandat untuk memasuki Indonesia dalam rangka membebaskan tawanan Belanda dan melucuti tentara Jepang. Selesai tugas itu pasukan sekutu Inggris keluar dari Indonesia. Namun dalam perjalanan waktu yang begitu cepat, tiba-tiba pasukan Belanda menjadi 'penumpang gelap' dari pasukan sekutu Inggris. Akan tetapi, pasukan sekutu Inggris malah membiarkan kendali diambil alih oleh pasukan Belanda. Dalam hal ini pasukan sekutu Inggris sesungguhnya pasukan tidak bertanggungjawab. Dengan demikian: Belanda dan Inggris melakukan perbuatan curang di Indonesia, negara yang telah memproklamasikan kemerdekaan.

Apa yang terjadi di Depok dan sekitar pada seputar tanggal 27 Desember 1949 yang disebut tanggal pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda? Pertanyaan itu tentu perlu ditelusuri karena selama ini kurang terinformasikan. Lantas apa menariknya? Itu pertanyaannya. Mari kita telusuri.