Laman

Senin, 09 September 2019

Sejarah Tangerang (36): Sejarah Asal Usul Cengkareng; Pembangunan Mookervaart dan Perkampungan Migran dari Ciampea


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini

Secara defacto, dulu Cengkareng masuk wilayah jurisdiksi distrik Tangerang. Akan tetapi pada masa ini Cengkareng, secara dejure masuk wilayah Jakarta. Ketika pembangunan bandara untuk pengganti bandara Kemayoran, bandara ini disalahartikan dengan menyebut bandara Cengkareng. Padahal secara administratif tempat dimana bandara Cengkareng justru dibangun di wilayah Tangerang, tepatnya di kecamatan Benda (Banda). Nah, lho!

Bandara di Benda, Cengkareng di kanal Mookervaart (Peta 1902)
Untuk demi keadilan, kini nama bandara Cengkareng disebut banda(ra) Soekarno-Hatta. Namun demikian masih sering dipersepsikan bahwa bandara Soekarno-Hatta dengan penyebutan yang keliru dengan nama lama bandara Cengkareng. Jakarta sentris sulit dihilangkan. Dampaknya: Tangerang terabaikan. Padahal sejarah awal Cengkareng di masa lampau justru bermula dari Tangerang, bukan dari Batavia. Lho, koq! Bagaimana bisa. Nah, itu dia!

Lantas bagaimana asal usul sejarah awal Cengkareng? Itu pertanyaannya. Perkampungan Cengkareng awalnya dihuni dan diberi nama oleh orang-orang Ciampea yang bermigrasi dari hulu sungai Tjisadane ke hilir sungai Tangerang. Nama awalnya, ditulis oleh orang Eropa/Belanda dengan (coding) Tjankarang, lalu bergeser menjadi Tjankareng dan akhirnya ditulis menjadi Tjengkareng. Padahal dari dulunya sudah disebut oleh orang-orang Tjiampea dengan lafal Tjengkareng. Bagaimana proses sejarah ini berlangsung di masa lampau? Mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.