Laman

Kamis, 27 Februari 2020

Sejarah Jakarta (100): Sejarah Industri Batik di Batavia, Adakah Batik Betawi? Sejarah Batik Indonesia, Raffles dan Ir. Soerachman


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Industri batik terdapat di sejumlah tempat di Indonesia, terutama di (pulau) Jawa. Tempo doeloe sudah terkenal batik asal Jogjacarta, Solo (Soeracarta), Pakalongan dan Lasem. Pemasaran batik dari sentra-sentra batik tersebut juga hingga ke Batavia. Pasar batik terpenting di Batavia adalah di (pasar) Tanah Abang.

Sentra batik di Batavia (1930)
Tempo doeloe tidak dikenal batik Jawa, yang dikenal adalah batik asal Jogja, asal Solo, asal Lasem dan asal Paccalongan. Tapi belakangan ini, semua batik dari sentra-sentra batik tersebut adakalnya disebut batik Jawa. Lalu muncul nama batik Sunda dan kemudian nama batik Betawi. Di Depok mereka tidak menyebut batik Sunda atau batik Betawi tetapi dengan nama batik Depok (batik asal Depok). Dalam sejarahnya, orang yang pertama memperhatikan (usaha) batik adalah Raffles (lihat The History of Java). Pada era Pemerintah Hindia Belanda industri batik ini diteliti oleh Ir. Soerachman tahun 1927.

Lantas sejak kapan usaha membatik bermula di Jakarta. Sudah tentu bermula sejak era kolonial Belanda. Sebaran sentra batik di Batavia sangat luas yang terbagi ke dalam dua kelompok: batik yang diusahakan oleh orang Cina dan batik yang diusahakan oleh penduduk pribumi. Apakah semua sentra batik Batavia ini yang disebut batik Betawi? Untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.  

Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*

Sebaran Industri Batik di Batavia

Tunggu deskripsi lengkapnya


*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar