Laman

Senin, 15 Februari 2021

Sejarah Kupang (34): Sejarah Monumen di Kota Kupang; Asal Usul Monumen Tentara KNIL dan Tentara Australia di Kupang

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kupang dalam blog ini Klik Disini

Pada masa ini di Kupang terdapat suatu monumen untuk peringatan. Monumen yang dibangun pada tahun 1989 ini dikenal sebagai monumen veteran perang Australia. Bagaimana bisa? Yang membuat kita bertanya-tanya ada apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu sehingga muncul gagasan pembangunan monumen Australia di Kupang. Dalam hal ini, pembangunan monumen adalah satu hal, sedangkan sejarah adalah hal lain lagi.

Jauh sebelum monumen Australia dibangun di Kupang, ada satu monumen lama yang dibangun di Koepang. Monumen lama di Kupang ini kini dikenal sebagai monumen Four Freedom’s. Monumen di tengah kota Koepang ini awalnya dibangun sebagai monumen untuk pembebasan Belanda (karena jatuhnya Belanda ke tangan Jerman), Monumen di Koepang ini dibangun oleh KNIL (tentara Hindia Belanda) di Timor (lihat Soerabaijasch handelsblad, 20-08-1940). Tidak seperti di kota-kota lain, monumen di Koepang ini masih eksis hingga ini hari.  Di kota-kota lain monumen lama (monumen peringatan kemenangan KNIL) sudah tidak ada seperti di Padang (Monument Michiels), di Medan (Monument Tamiang), di Batavia-Djakarta (Monument Atjeh dan Monument Michiels), di Mataram (Monument Lombok).

Lantas bagaimana sejarah munculnya gagasan pembangunan monuen di Koepang apakah yang dibangun oleh KNIL maupun yang dibangun oleh para veteran perang Australia? Seperti disebut di atas, pembangunan monumen adalah satu hal, sedangkan sejarah yang mendasari dibangunnya monumen adalah hal lain lagi. Lalu bagaimana sejarahnya? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Jerman Menduduki Belanda 1940: Monumen Tentara KNIL di Koepang (1940)

Militer Jerman (NAZI) menduduki Belanda pada tangga 10 Mei 1940. Setelah kota Rotterda dibom, pada tanggal 15 Mei 1940 militer Belanda yang melakukan perlawanan akhirnya menyerah. Keluarga kerajaan segera melarikan diri ke Inggris. Orang-orang Belanda di Hindia Belanda kehilangan induk. Pemerintah Hindia Belanda menjadi sebatang kara. Tentu saja situasi di Eropa ini terus dipantai Jepang yang juga tengah mempersiapkan invasi ke Asia Tenggara.

Pemerintah Hindia Belanda yang di satu sisi baru saja kehilangan induk, sementara ancaman invasi Jepang ke Asia Tenggara terus semakin dekat. Pemerintah Hindia Belanda coba merangkul rakyat dan para pemimpin Indonesia. Tapi tampaknya tidak banyak kemajuannnya. Yang cooperative tetap cooperatif dan yang non-cooperative tetap non-cooperative. Ketakutan Pemerintah Hindia Belanda semakin menjadi-jadi. Orang-orang Belanda di Hindia Belanda juga semakin lesu darah. Sedangkan orang-orang Indonesia tampak biasa-biasa saja. Ada yang tidak peduli karena Belanda atau Jepang sama saja, tetapi ada yang peduli bahwa Jepang akan membuat rakyat Indonesia lebih baik.

Dalam situasi dan kondisi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, dua pensiunan KNIL di Koepang membangun suatu monumen, sebagai monumen pembebasan. Hal ini terkait dengan pesan pembebasan Belanda (karena jatuhnya Belanda ke tangan Jerman), Di monumen yang telah selesai dibangun inilah karangan bunga diletakkan (lihat Soerabaijasch handelsblad, 20-08-1940).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Jepang Menduduki Hindia Belanda 1942: Monumen Tentara Australia di Kupang (1989)

Sesungguhnya Australia geer sendiri ketika suhu perang Pasifik mulai memuncuk. Australia seakan merasa terancam dengan invasi Jepang, padahal faktanya Jepang tidak terlalu tertarik dengan Australia (yang sangat luas dan minim produk bahan baku perdagangan). Sebaliknya, justru Jepang yang sangat khawatir Australia dengan kekuatan yang tidak dapat enteng akan mengganggu stabilitas kawasan jika sudah berhasil menguasai Hindia Belanda (Indonesia). Australia seakan ingin menawarkan bantuan kepada Pemerintah Hindia Belanda, faktanya keinginan kuat Australia untuk menguasai pulau Timor (khususnya Timor Portugis). Mengapa?

Pemerintah Hindia Belanda dan Pemerintah Australia pada dasarnya anak dari kerajaan Belanda dan kerajaan Inggris. Namun antara Hindia Belanda dan Australia, Pemerintah Australia lebih maju jika dibandingkan Pemerintah Hindia Belanda. Sejak invasi Jerman ke Belanda tahun 1940, Pemerintah Hindia Belanda bagaikan anak yatim. Sebab Ratu Belanda sendiri melarikan diri ke Inggris. Sementara Inggrsi masih mampu bertahan dari Jerman. Oleh karena itu Australia masih memiliki induk di Eropa. Dalam situasi psikologis inilah Australia merasa super dan mulai ada keinginan invasi, meski hal itu tidak diungkapkan (karena Australia tetap berada di bawah bayang-bayang Inggris). Namun nafsu Australia tidak tertahankan. Mengapa? Pedagang-pedagang Australia sudah sejak lama berbisnis di pantai selatan pulau Timor. Pedagang-pedagang Australia sudah sejak lama mengeksplorasi dan mengeksploitasi tambang termasuk minyak di pantai selatan pulau Timor. Hal itulah mengapa muncul rencana strategis Australia di Timor (Portugis) yang akan menghubungkan jalur penerbangan langsung Sydney dengan Dilli (lihat De Indische courant, 17-01-1941).

Minat Jepang dan Australia terhubung dengan Dili (Timor Timur) akhirnya setelah pecah perang Asia Pasifik di kawasan Asia Tenggara, dimana Jepang memborbadir Indochina dan Semenanjung Malaya sejak minggu pertama Desember 1941, Singapoera yang menjadi benteng Inggris masih mampu bertahan. Australia segera menduduki Dilli (Timor Leste).

Pendudukan Australia atas Timor Timur dilakukan pada tanggal 17 Desember secara diam-diam (sambil mengirim delegasi runding kepada Gubernur untuk alasan penjegahan invasi Jepang ke Indonesia, karena menurut intelijen Timor Timur dicantumkan dalam rencana strategis Tokyo). Gubernur Timor Timur memprotes, karena dia mengatakan belum menerima instruksi apapun dari Lisbon, tetapi tidak ada perlawanan terhadap pendaratan Belanda-Australia di Dilli.

Sebelum militer Jepang melakukan invasi ke Hindia Belanda, militer Australia menduduki Dilli (Timor Portugis) pada tanggal 17 Desember 1941 secara diam-diam. Gubernur Timor Portugis di Dilli sangat kaget. Gubernur Timor Portugis memprotes, karena dia sendiri tidak menerima instruksi apapun dari Lisbon. Jelas dalam hal ini Australia telah melakukan invasi ke Timor Portugis (bahkan jauh sebelum Jepang invasi ke Hindia Belanda). Lalu sepenuhnya pulau Timor diduduki oleh Australia (lihat Onze toekomst, 14-01-1942).

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar