Laman

Selasa, 09 Maret 2021

Sejarah Papua (11): Sejarah Teluk Wondama Tetangga Teluk Bintuni; Kini Kabupaten Teluk Wondama, Ibu Kota di Kota Rasiey

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini 

Ada beberapa nama wilayah (kabupaten) di Indonesia menggunakan nama teluk, nama kepulauan dan nama tanjung. Nama-nama yang lazim muncul dalam sejarah navigasi pelayaran tempo doeloe. Di Papua terdapat dua kabupaten yang menggunakan nama teluk yakni Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupatan Teluk Wondama. Kebetulan dua kabupaten nama teluk berdekatan (saling membelakangi). Teluk Bintuni menghadap ke barat, teluk Wondama ke utara. Lantas apa keutamaan sejarah Teluk Wondama?

Pada masa ini nama Teluk Wondama dijadikan menjadi nama kabupaten di provinsi Papua Barat. Kabupaten Teluk Wondama sendiri merupakan pemekaran kabupaten Manokwari tahun 2003. Nama-nama kecamatan di kabupaten Teluk Wandoma adalah Naikere, Wondiboy, Rasiey, Kuri Wamesa, Wasior, Teluk Duairi, Roon, Windesi, Nikiwar, Wamesa, Roswar, Rumberpon dan Soug Jaya. Sebagai kabupaten baru, Kabupaten Teluk Wondama ditetapkan ibu kota di Rasiey. Sebelumnya Rasiey adalah sebuah distrik di Kabupaten Manokwari.

Lantas bagaimana sejarah asal-usul Teluk Wondama? Yang jelas teluk Wondama adalah teluk kecil, bagian dari teluk besar, Teluk Cendrawasih (dulu disebut Geelvink Baay). Lalu apakah ada hubungan teluk Bintuni dengan teluk Wondama dari perspektif sejarah (perdagangan, penduduk dan politik)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Teluk Wondama

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pertumbuhan dan Perkembangan di Teluk Wondama

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar