Laman

Selasa, 16 Mei 2023

Sejarah Cirebon (45):NKRI negara kesatuan Republik Indonesia; Status wilayah Cirebon semasa Republik Indonesia Serikat (RIS)


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini

Apa keutamaan NKRI? Yang jelas RIS hanya seumur jagung. Pasca prioklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 bentuk negara yang ditetapkan adalah Republik Indonesia. Namun kehadiran Belanda kembali mengacaukan RI sehingga pada akhirnya menjadi RIS yang mulai berlakuk 27 Desember 1949. Namun satu persatu negara-negara federal membubarkan diri dan bergabung kembali ke RI. Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1950 RIS dibubarkan. Lalu pada tanggal 17 diproklamasikan NKRI (kembali ke bentuk semula: RI).    

 

Kirab Merah Putih di Cirebon jadi upaya jaga keutuhan NKRI. Senin, 6 Maret 2023. Cirebon (ANTARA). Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengatakan Kirab Merah Putih yang diikuti semua unsur, seperti masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, dan lainnya di daerah tersebut, menjadi salah satu upaya bersama dalam menjaga keutuhan NKRI. "Kami sebagai generasi penerus memohon bimbingannya (kepada Wantimpres RI Habib Luthfi bin Yahya, red.), agar mampu menjaga nasionalisme dan NKRI," kata dia di Cirebon, Jawa Barat, Senin. Menurut dia, keterlibatan seluruh kalangan dalam kirab tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehormatan dan jati diri bangsa serta negara Indonesia tidak pernah goyah. Ia mengemukakan bahwa dalam memahami Indonesia, terlebih dahulu perlu mengetahui sejarah perjalanan dan kesepakatan bangsa, khususnya konsensus dasar serta nilai-nilai kebangsaan. "Sebab, kita semua harus termotivasi untuk tidak menjadikan nasionalisme hanya sebagai slogan, tetapi dilaksanakan dalam tindakan sehari-hari," ujarnya. Azis juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran, bimbingan, dan nasihat dari Anggota Wantimpres RI Habib Luthfi bin Yahya yang menjadi panutan serta teladan semua kalangan. Menurutnya, Habib Luthfi bin Yahya juga tidak pernah bosan menyerukan "NKRI Harga Mati" pada banyak kesempatan, sehingga harus menjadi teladan semua kalangan untuk terus menjaga NKRI. (https://jabar.antaranews.com/) 

Lantas bagaimana sejarah NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia? Seperti disebut di atas, ada dimana satu masa RI diubah menjadi RIS. Lalu tidak lama kemudian kembali ke bentuk awal RI (NKRI). Dalam hal ini bagaimana status wilayah Cirebon semasa Republik Indonesia Serikat (RIS)? Lalu bagaimana sejarah NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia; Status Wilayah Cirebon Semasa Republik Indonesia Serikat (RIS)

Tunggu deskripsi lengkapnya

Status Wilayah Cirebon Semasa Republik Indonesia Serikat (RIS): Kini NKRI Harga Mati

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar