Laman

Jumat, 09 Juni 2023

Sejarah Banyuwangi (32): Jan Willem de Stoppelaar; Orang Osing dan Hukum Adat Balambangan di Wilayah Banyuwangi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyuwangi dalam blog ini Klik Disini

Siapa Jan Willem de Stoppelaar? Mungkin warga Banyuwangi masa kini tidak penting-penting amat. Akan tetapi buku Balambangansch Adatrecht menjadi sangat berguna bagi para peneliti dalam memahami sosial budaya dan hukum adat di wilayah Banyuwangi. Sejatinya penulis Balambangansch Adatrecht adalah Jan Willem de Stoppelaar.


Banyak orang Belanda, bahkan orang Inggris merekam situasi dan kondisi di wilayah Banyuwangi dari masa ke masa, termasuk perihal yang berkaitan dengan hukum adat. Tulisan-tulisan tentang wilayah Banyuwangi semasa Pemerintah Hindia Belanda akan menjadi lebih lengkap jika disertakan hasil tulisan Jan Willem de Stoppelaar berjudul Balambangansch Adatrecht. Dalam posisi inilah nama Jan Willem de Stoppelaar penting di wilayah Banyuwangi. Balambangansch Adatrecht sendiri adalah suatu desertasi di Universiteit te Leiden, 1927. Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Salah satu pribumi yang menulis hukum adat di Indonesia (semasa Pemerintah Hindia Belanda) adalah Alinoedin Siregar gelar Radja Enda Boemi, desertasi berjudul ‘Het grondenrecht in de Bataklanden: Tapanoeli, Simeloengoen en het Karoland’ di Universiteit te Leiden tahun 1925.

Lantas bagaimana sejarah Jan Willem de Stoppelaar? Seperti disebut di atas Jan Willem de Stoppelaar adalah penulis buku hukum adat Orang Osing dan hukum adat Balambangan di Wilayah Banyuwangi tahun 1927. Lalu bagaimana sejarah Jan Willem de Stoppelaar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Jan Willem de Stoppelaar; Orang Osing dan Hukum Adat Balambangan di Wilayah Banyuwangi

Tunggu deskripsi lengkapnya

Orang Osing dan Hukum Adat Balambangan di Wilayah Banyuwangi: Catatan Perjalanan hingga Riset Desertasi

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar