Laman

Selasa, 28 November 2023

Sejarah Bahasa (142): Bahasa Filipino; Bahasa Tagalog Bahasa Daerah di Filipina, Bahasa Melayu Bahasa Daerah di Indonesia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Orang Filipina (Tagalog atau Filipino: Mga Pilipino) merupakan sekelompok orang yang tinggal di Filipina. Ada sebanyak 180 bahasa digunakan di Filipina, kebanyakan mereka berbicara dalam rumpun bahasa Austronesia. Kebanyakan mereka berbicara dalam bahasa Inggris sebagai bahasa kedua apalagi ada bahasa-bahasa Filipino. Kebudayaan Filipina diserap dari penjajah Spanyol, Amerika, dan kebudayaan asli.


Bahasa Filipino (Wikang Filipino) mengacu pada pada bahasa nasional (Wikang pambansa/Pambansang wika) dari Filipina. Bahasa ini dirancang sebagai bahasa resmi bersama dengan bahasa Inggris. Filipino merupakan ragam standar dari bahasa Tagalog, yang juga merupakan bahasa daerah dari rumpun Austronesia yang dipertuturkan secara luas di Filipina. Pada tahun 2007, bahasa Tagalog menjadi bahasa pertama dengan penutur 28 juta orang atau sepertiga penduduk Filipina, sedangkan Filipino menjadi bahasa kedua untuk 45 juta orang. Filipino merupakan salah satu dari 185 bahasa-bahasa yang ada di Filipina yang tercatat dalam Ethnologue. Secara resmi, bahasa Filipino dijabarkan sebagai bahasa jati yang dipergunakan secara lisan dan tulis di Metro Manila, Wilayah Ibu kota Nasional dan juga pusat-pusat perkotaan di seluruh kepulauan (Filipina) oleh Komisi Bahasa Filipino (Komisyon sa Wikang Tagalog atau KWF). (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah bahasa Filipino? Seperti disebut di atas bahasa Filipino adalah bahasa orang Filipina seperti halnya bahasa Indonesia adalah bahasa orang Indonesia. Bahasa Tagalog bahasa daerah di Filipina dan bahasa Melayu bahasa daerah di Indonesia. Lalu bagaimana sejarah bahasa Filipino? Lantas bagaimana sejarah bahasa Filipino? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Bahasa Filipino; Bahasa Tagalog Bahasa Daerah di Filipina dan Bahasa Melayu Bahasa Daerah di Indonesia

Banyak kosa kata bahasa Filipino mirip dengan kosa kata bahasa Indonesia. Bahasa Filipino terbentuk dari bahasa Tagalog dan bahasa Indonesia terbentuk dari bahasa Melayu. Banyak kosa 0kata bahasa Melayu mirip dengan kosa kata bahasa Tagalog. Namun ada sejumlah kosa kata elementer dalam bahasa Tagalog/Filipina yang tidak ditemukan dalam bahasa Melayu/Indonesia, tetapi ditemukan dalam bahasa Batak. Bagaimana bisa?


Pada masa ini ada sejumlah kosa kata mirip antara bahasa Filipino/Tagalog dan bahasa Melayu/Indonesia, mata = mata, sakit = sakit, kami = kami, bayar = bayar. Sementara itu ada sejumlah kosa kata tidak ditemukan dalam bahasa Melayu/Indonesia tetapi ditemukan dalam bahasa Batak, antara lain: oo (Tagalog/Filipino)=olo (Batak)=iya (Melayu/Indonesia); basa=basa=baca; bato=bato=batu; inum=inum=minum; mura=mura=murah; taon=taon=tahun; tulak=tulak=tolak; inay=ina=ibu; ama=ama=ayah; paa=pat=kaki; ulo=ulu=kepala; dila=dila=lidah.

Pada masa lampau, bahasa Melayu pernah menjadi lingua franca. Hal itulah diduga yang menjadi salah factor mengapa banyak kosa kata bahasa Tagalog mirip dengan kosa kata bahasa Melayu. Lantas bagaimana dengan bahasa Batak? Yang jelas ada sejumlah kosa elementer yang mirip antara bahasa Tagalog dan bahasa Batak seperti ibu, ayah, kaki, kepala dan lidah. Artinya apa? Kosa kata elementer adalah kosa kata yang digunakan di dalam keluarga/rumah.


Antara bahasa Batak dan bahasa Tagalog adalah satu hal. Bagaimana dengan nama-nama geografis? Itu hal lain lagi. Di wilayah dimana populasi etnik Tagalog di sekitar Teluk Manila ditemukan sejumlah nama geografis yang mirip dengan nama-nama geografis di Tanah Batak. Bagaimana bisa? Mendes Pinto dalam bukunya (1537) mendeskripsikan ada hubungan antara Kerajaan Batak Kingdom dengan Luzon (Teluk Manila).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Bahasa Tagalog Bahasa Daerah di Filipina dan Bahasa Melayu Bahasa Daerah di Indonesia: Bahasa Batak dan Aksara Batak

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar