Laman

Senin, 13 November 2023

Sejarah Catur (15): PERTJASI (Persatoean Tjatoer Seloeroeh Indonesia); Sebaran Para Pemain Catur Pribumi Era Hindia Belanda


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Catur dalam blog ini Klik Disini

Pada masa ini satu-satunya wadah pemain catur di Indonesia adalah Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia). Tidak demikian pada era Pemerintah Hindia Belanda. Hal itu juga dengan sepak bola (NIVU vs PSSI). Pada era Hindia Belanda selain perserikatan catur Hindia Belanda (NISB) juga ada perserikatan catur (kalangan) pribumi yang diberi nama Pertjasi Persatoean Tjatoer Seloeroeh Indonesia disingkat Pertjasi.


Persatuan Catur Seluruh Indonesia (disingkat PERCASI) adalah induk organisasi keolahragaan yang berwenang dan bertanggungjawab terhadap pengelolaan, pembinaan, pengembangan dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan cabang olahraga catur di Indonesia. PERCASI didirikan pada tahun 1948. Namun karena situasi saat itu masih dalam perang kemerdekaan Indonesia dan masa peralihan, maka barulah tanggal 17 Agustus 1950 ditetapkan sebagai tanggal resmi berdirinya PERCASI yang berkedudukan di Yogyakarta. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Pertjasi Persatoean Tjatoer Seloeroeh Indonesia? Seperti disebut di atas pada era Hindia Belanda perserikatan (bond) catur tidak hanya NISB juga ada Pertjasi. Perserikatan dan sebaran pemain catur pribumi era Hindia Belanda. Lalu bagaimana sejarah Pertjasi Persatoean Tjatoer Seloeroeh Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Pertjasi Persatoean Tjatoer Seloeroeh Indonesia; Perserikatan dan Sebaran Pemain Catur Pribumi Era Hindia Belanda  

Dasar terbentuknya klub catur (schaakclum) karena adanya pemain catur yang ingin berhimpun dalam satu wadah. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan masing-masing para anggota. Klub-klub catur pertama di Hindia awalnya didirikan oleh orang Belanda. Dalam klub-klub yang ada juga terdapat pemain pribumi. Tentu saja banyak pemain catur pribumi yang tangguh yang bermain di luar klub seperti Si Narsar dari Tanah Karo di Medan.


Pada tahun 1914 diantara para pengurus klub-klub catur di Jawa mucul gagasa untuk membentuk wadah tunggal dalam bentuk perserikatan (bond). Perserikatan yang dibentuk di Djogjkarta pada bulan April 1914 yang diberi nama Nederlandsch Indischen Schaakbond (NISB) kemudian diresmikan pada tanggal 1 Januari 1915. NISB adalah perserikatan catur pertama di Hindia Belanda. Sementara itu perserikatan catur di Belanda didirikan pada tahun 1873.

Pada tahun 1917 di Batavia didirikan klub catur mahasiswa kedokteran Batavia (STOVIA). Klub yang didirikan ini sepenuhnya beranggota pecatur pribumi. Tidak lama kemudian siswa-siswa sekolah hukum Batavia (Rechtschool) membentuk klub catur sendir. Klub catur Rechtschool Batavia ini juga sepenuhnya pecatu pribumi.


Pada tahun 1917 di Solo telah dibentuk perserikatan catur Jawa Tengah dengan nama Midden Java Schaakbond (lihat De locomotief, 23-07-1917). Disebutkan kemarin diadakan pertandingan catur besar di Solo antara klub catur Surabaya (Schaakclub Soerabaja) dan klub-klub catur Jawa Tengah (Schaakclubs van Midden-Java) yang terdiri Semarang, Magelang, Jogja dan Solo. Lantas mengapa di komunitas catur di empat kota di Jawa Tengah digabung? Apa yang terjadi? Bukankah sudah ada NISB?

Klub catur Stovia bergabung dengan perserikatan NISB pada tahun 1918. Sementara itu, apa yang menyebabkan klub-klub catur dui Jawa Tengah bergabung tidak diketahui secara pasti. Seperti klub-klub yang tergabung dalam NISB yang juga ada pecatur pribumi, klub-klub catur di Jawa Tengah juga ada pemain pribumi. Lalu dalam perkembangannya isu klub-klub catur di Jawa Tengah semakin memanas.


De Preanger-bode, 30-08-1924: ‘Kami mengetahui ada rencana di Jawa Tengah untuk membentuk Federasi Catur Jawa Tengah. Tidak begitu jelas bagi kami untuk tujuan apa didirikannya federasi catur kedua. Orang terkadang fokus pada kehidupan catur di Belanda. Untuk memulihkan Hindia Belanda ke tingkat sebelum berdirinya NISB? Siapa yang rela mengeluarkan biaya untuk memusatkan kehidupan catur di Hindia? Tangan ke dirimu sendiri, pemain catur? Dari Jawa Tengah! Tidak ada ruang untuk dua federasi catur disini di Hindia Belanda. Kami memiliki NISB kami, yang menaklukkan tempatnya di bawah matahari dengan berjalan kaki dan merupakan tugas Anda untuk bekerja sama dalam hal ini. Jangan hancurkan dengan kekerasan kasar apa yang telah dibangun orang lain untuk Anda melalui kerja keras’

Apa yang menjadi sebab adanya isu terbentuknya federasi kedua di Jawa Tengah tetap tidak diketahui secara jelas. Namun, isu itu tampaknya mereda dan kemudian menghilang. NISB tetap satu-satu federasi catur di Hindia Belanda. Satu yang jelas pada tahun 1926 klub catur para pemuda Batak dibentuk dengan nama Jong Batak Sachaakclub.


Klub catur Jong Batak adalah klub catur yang dibentuk di bawah organisasi kepemudaan Jong Batak. Seperti halnya Jong Java, Jong Sumatranen Bond, organisasi kepemudaan Jong Batak umumnya beranggotakan pelajar dan mahasiswa yang didirikan tahun 1925. Meski para pemain Jong Batak masih muda-usia sudah mampu bersaing dengan Schaakmat (klub terkuat di Batavia selama ini). Salah satu pemain Schaakmat (lihat daftar) adalah pribumi, Dr Sardjito.

Klub Stovia tetap eksis dan tetap menjalankan berbagai pertandingan dengan klub lain di Batavia dan juga para pemainnya aktif dalam turnamen yang diselenggarakan NISB. Banyak pemain STOVIA yang berada di klas aspiran uatama NISB seperti Ali Bosar Harahap. Kansil dan Kandow.


Dalam perkembangannya klub catur Jong Batak dan klub SYOVIA tidak terdeteksi lagi. Hal ini boleh jadi setelah Kongres Pemuda 1928 organisasi kepemudaan mulai dilikuidasi seiring dengan pembentukan organisasi tungga kepemudaan yang disebut Indonesia Moeda. Tentu saja dalam hubungan ini tidak terkait dengan klub catur STOVIA yang bukan organisasi kepemudaan,

Gerakan pemuda dalam upaya persatuan telah memberi implikasi pada dua klub catur pribumi di Batavia yakni Stovia dan Jong Batak. Dua klub ini tidak terinformasikan lagi. Namun demikian, di luar itu oleh orang-orang pribumi membentuk klub catur. Pada tahun 1929 di Soerabaja terinfomasikan klub catur orang Kalimantan yang diberi nama Borneosch Schaakclub (lihat Soerabaijasch handelsblad, 29-06-1929). Disebutkan pertandingan antara klub Soerabajahsch Schaakclub bertandingan dengan Borneosch Schaakclub yang dimenangkan oleh Borneosch Schaakclub dengan skor 10-5.


Bataviaasch nieuwsblad, 28-12-1931: Telah didirikan organisasi catur (Batak verecniging van Batakschc schaker). Pendirian ini digagas oleh J.H. Hoetabarat yang diberi nama "Satoer Batak". Nama orgnisasi ini sesuai dengan lafal di Tanah Batak tentang catur yang desebut satur. Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 15-02-1932 melaporkan pertandingan antara klub Kramat melawan klub De Pion. Klub De Pion menang dengan skor 81/2 – 71/2. Dalam tim Kramat ini termasuk pemain asal Batak bermarga Harahap. Adanya anak Batak di tim bangsa Belanda karena ada motto dalam dunia catur: ‘gens una sumus’ yang artinya kita semua bersaudara.  Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 26-03-1932, melaporkan bahwa Nederlandschen Indischen Schaakbond (NISB) yang dipimpin ketua J.H. Ritman melangsungkan rapat umum. Pimpinan klub yang hadir antara lain, klub dari Ungaran, Jember dan Lawang; klub Djien Gie Lee Tic Sien dari Surabaya, klub ‘Satoer Batak dan klub De Pion dari Batavia; klub Bubble Tower dari Sungei-Gerong; klub Lua Chiao Tsin Nien Hui dari Surabaya; klub dari Plaju, klub dari Padang, klub Mr. Cornelis dari Batavia; klub dari Semarang dan klub dari Bandung serta klub dari Majalengka. Selanjutnya, koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 12-04-1932 juga kembali melaporkan pertandingan yang dilakoni tim 'Satoer Batak'. Pertandingan pertama antara Schaakmat melawan ‘Satoer Batak’. Tim Satoer Batak memiliki tiga kali dalam kemenangan gemilang. Pertandingan kedua 'Satoer Batak' melawan tim De Pion, yang mana tim 'Satoer Batak' menang dengan skor 15-7. Soerabaijasch handelsblad, 29-04-1932 melaporkan pertandingan yang dillangsungkan pada 19 April antara dua klub terkuat di Batavia, yakni Schaakmat vs 'Satoer Batak'. Hasil keseluruhan Satoer Batak menang yang berakhir dengan skor 13 1/2 -12 1/2.

Ini menunjukkan bahwa klub catur pribumi tidak sepenuhnya berhenti. Fakt bahwa klub catur pribumi di Soerabaja (Borneo) dan di Batavia (Batak) mampu mengalahkan klub-klub catur Belanda. Dalam konteks inilah kemudian diduga terbentuk perserikatan catur orang pribumi di Solo yang diberi nama Pertjasi (Persatoean Tjatoer Seloeroeh Indonesia).


De locomotief, 18-05-1935: ‘Kamis malam lalu masyarakat catur pribumi mengadakan pertandingan antara “Pertjasi” dan “IM." satu sama lain, dimana sekitar dua puluh pemain catur hadir. Secara resmi hanya lima papan yang dimainkan, hasilnya Pertjasi menang dengan skor 5-0. Laga persahabatan Pertjasi ini akan segera disusul pertemuan lainnya. Saat ini pengurus Pertjasi sedang sibuk mempersiapkan kompetisi dengan “Klub Catur Kalimantan” di Solo, Klub Catur Sragen, dan Klub Catur Jogjakarta’. Catatan: IM adalah Indonesia Moeda nama organisasi kepemudaan yang dibentuk tahun 1929 setelah Kongres Pemoeda tahun 1928 sebagai tindak lanjut peleburan semua organisasi kepemudaan menjadi satu wadah tunggal.

Federasi catur pribumi telah terbentuk. Ini mengindikasikasikan bahwa sudah ada dua federasi catur di Hindia Belanda (NISB dan Pertjasi). Hal serupa ini juga yang terjadi dalam sepak bola tahun 1930 di Solo dimana dibentukk PSSI yang menjadi federasi kedua setelah NISB. Dualisme organisasi olah raga menjadi tidak terhindarkan (paling tidak dalam sepak bola dan catur). Klub anggota Pertjasi semakin banyak.


De locomotief, 26-11-1936: Imheemsche Schaakbond. Rapat penggabungan pada 29 November. Pengurus ‘Badan Persiapan Persatoean Tjatoer Semarang’ mengundang perkumpulan catur pribumi untuk berkumpul di Redjosari II No. 12, pada hari Minggu tanggal 29. Tujuan dari pertemuan ini adalah pembentukan Federasi Catur Pribumi’.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Perserikatan dan Sebaran Pemain Catur Pribumi Era Hindia Belanda: Sejarah Seharusnya Memiliki Permulaan

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar