Laman

Rabu, 15 November 2023

Sejarah Catur (17): Pertandingan Catur Era Republik Indonesia Serikat-RIS; Pemerintah Era Hindia Belanda dan Pemerintah NKRI


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Catur dalam blog ini Klik Disini

Sejarah adalah narasi fakta dan data. Sejarah adalah masa lampau. Fakta adalah peristiwa yang benar-benar pernah terjadi. Data adalah informasi yang dapat dijadikan sebagai bukti tentang kejadian yang benar-benar pernah terjadi. Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti data tertulis, setiap orang akan menciptakan imajinasinya sendiri. Jika data yang digunakan tidak valid, maka narasi sejarah seterusnya akan ivalid.


Republik Indonesia Serikat disingkat RIS, adalah sebuah negara republik parlementer federal di Asia Tenggara yang pernah berdiri antara tanggal 27 Desember 1949 hingga 17 Agustus 1950. Republik Indonesia Serikat (RIS) terbentuk setelah Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan Hindia Belanda (tanpa Nugini Belanda) pada tanggal 27 Desember 1949. Negara ini merupakan perserikatan antara Republik Indonesia dan negara-negara yang dibentuk Belanda di Nusantara dari tahun 1946 hingga 1949. Federasi RIS lahir sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar, yakni Republik Indonesia; Majelis Permusyawaratan Federal (BFO); dan Belanda. Kesepakatan tersebut disaksikan juga oleh United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai perwakilan PBB. Republik Indonesia Serikat resmi dibubarkan pada 17 Agustus 1950 dan digantikan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah pertandingan catur semasa Republik Indonesia Serikat (RIS)? Seperti disebut di atas ada satu masa dalam sejarah Indonesia yakni era RIS. Bagaimana catur pada masa itu? Semasa antara Pemerintah Hindia Belanda dan Pemerintah NKRI. Lalu bagaimana sejarah pertandingan catur semasa Republik Indonesia Serikat (RIS)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Pertandingan Catur Semasa Republik Indonesia Serikat (RIS); Pemerintah Hindia Belanda dan Pemerintah NKRI  

Pada era Pemerintah Hindia Belanda sudah ada federasi catur nasional (NISB). Dalam perkembangannya pada tahun 1935 sejumlah pecatur di Solo membentuk federasi baru Pertjasi (Persatoean Tjatoer Seloeroeh Indonesia) yang beranggotakan klub-klub catur pribumi. Meski demikian, NISB dapat dikatakan tetap dengan kerapihannnya dalam mengorganisasikan klub-klub catur yang berada di bawah naungannya termasuk Soerabajasch Schaakclub. Namun semuanya harus berakhir karena terjadinya pendudukan militer Jepan tahun 1942. Selama pendudukan Jepang tidak terinformasikan pertandingan catur.


Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia (1945) seiring dengan kembalinya Belanda di Indonesia terbentuknya kehidupan catur kembali dimulai. Orang-orang Belanda mulai menginisiasi perkumpulan-perkumpulan catur pada basis kota. Hal ini karena pihak Belanda berorientasi kepada terbentuknya negara-negara federal. Sementara itu kegiatan catur di wilayah republic (RI) kurang terinformasikan. Dalam konteks negara-negara federal inilah kemudian terbentuk perserikatan-perserikatan catur seperti Soerabajase Schaakbond dan Djakartase Schaakbond. Dalam perkembangannya kedua perserikatan itu Namanya diubah menjadi Persatoean Tjatoer Soerabaja (PTS) dan Persatoean Tjatoer Djakarta (PTD). Hal ini juga seiring dengan situasi dan kondisi politik terbaru dimana telah terjadi gencatan senjata antara Republiken dengan Belanda/NICA yang mana tengah berlangsung proses perundingan KMB yang dilaksanakan di Den Haag.

Pada bulan November 1949 Persatoean Tjatur Djakarta menyelenggarkana kompetisi catur di wilayah federal Batavia/Djakarta yang diikuti delapan klub catur. Dalam pembukaan kompetisi tanggal 23 Novermber sekretaris PTD Baris Hoetagaloeng menyampaikan nama Persatoean Tjatur Djakarta telah diubah namanya menjadi Persatoean Tjatur Indonesia (PTI). Lebih lanjut Hoetagaloeng berharap agar PTI dibiarkan berkembang menjadi organisasi catur besar yang mencakup seluruh Indonesia dan dengan demikian menjadi organisasi catur nasional Indonesia. yang ingin bergabung dengan Federasi Catur Internasional (FIDE) sebagaimana Federasi Catur Uni Soviet, Federasi Catur AS, Federasi Catur Kerajaan Belanda. Persatoean Tjatur Djakarta dengan anggota delapan klub secara resmi didirikan pada hari Kamis tanggal 16 Februari 1950 dengan ketua DJ Sihombing (lihat De vrije pers: ochtendbulletin, 17-02-1950).


Apa yang diinisiasi oleh Persatoean Tjatur Indonesia (PTI) pada bulan November 1949 ke arah pembentukan federasi catur nasional mirip dengan yang pernah dilakukan di masa lalu di Solo yang mana telah dibentuk federasi catur pribumi Persatoean Tjatoer Seloeroeh Indonesia (Pertjasi). Seperti halnya NISB, Pertjasi juga telah tamat setelah terjadi pendudukan (militer) Jepang sejak Maret 1942. Inisiasi Persatoean Tjatur Indonesia (PTI) di Djakarta ini seakan memulai dari nol kembali. Lantas mengapa nama yang dipilih Indonesia? Yang jelas pengurus perserikatan Djakarta umumnya pribumi yang diketuai oleh DJ Sihombing dan sekretaris Baris Hoetagaleong. Sementara di Soerabaja pengurusnya masih dominan orang Belanda yang diketuai oleh Ros.

Meski telah dilaksanakan Java-kampioenschap (di wilayah federal) tahun 1948, namun hingga tahun 1949 ini baru kehidupan catur di Djakarta dan Soerabaya yang secara bertahap kembali ke tingkat sebelum perang (sebelum pendudukan militer Jepang). Bagaimana kehidupan catur di wilayah Republik khususnya di Djogjakarta dan Solo tidak terinformasikan. Sebagaimana diketahui sebagai tindak lanjut hasil perundingan KMB, sejak 27 Desember 1949 telah dibentuk dan diresmikan negara dengan bentu federalis yang diberi nama Republik Indonesia Serikat (RIS) yang mana sebagai presiden adalah Ir Soekaarno dan Mohamad Hatta sebagai Perdana Menteri atau kepala pemerintahan (Mohamad Hatta adalah mantan Perdana Menteri Republik Indonesia di Djogjakarta).


Nieuwe courant, 27-04-1950: ‘Sekretaris Perseriketan Tjatur Indonesia B Hoetagaloeng mengemukakan gagasan usulan untuk menyelenggarakan kompetisi yang akan diadakan di Semarang. Menurut Hoetagaloeng, keterwakilannya adalah sebagai berikut: Djakarta 4 peserta, Soerabaya 4 peserta, dan bersama-sama dari tempat lain 4 peserta. Namun hal itu terungkap dalam wawancara antara Ros, Ketua Peirserikeitan Tjatur Soerabaja, dengan pemegang gelar Oen Khoen Bing. Para pemain Surabaya tidak bisa serta merta menyetujui pembagian yang dimaksud. Juga Oei Khee San. juara lokal, dan Oei Tjhav Tjioe ketua kompetisi klub catur terkenal HCTNH. Pertemuan pada hari Minggu tanggal 30 April di HCTNH-clubgehouw akan membahas subyek kejuaraan Jawa kembali ini’.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pemerintah Hindia Belanda dan Pemerintah NKRI:  Masa Transisi Dunia Catur di Indonesia

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar