Laman

Jumat, 29 Desember 2023

Sejarah Bahasa (204): Bahasa Selwasa Teluk Selawassa Tempoe Doeloe; Nama Selwasa Mirip Nama Selawassa dan Nama Sulawesi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Bahasa Selwasa di kepulauan Tanimbar yang dipertuturkan di wilayah Selwasa. Tempo doeloe kampong Selawassa di teluk Selawassa karena kampong itu berada di suatu teluk. Nama Selwasa mirip dengan nama kmapong/teluk Selawassa, yang nama ini juga mirip dengan nama pulau Sulawesi..

Nama-nama geografis memiliki sejarahnya sendiri. Para ahli kartografi Eropa melalui pelait-pelaut Eropa yang mengkomunikasikan nama-nama geografis. Pelaut Eropa pertama di wilayah kepulauan Tanimbar adalah pelaut Portugis yang kemudian disusul oleh pelaut Spanyol lalu kemudian secara intens pelaut Belanda. Nama-nama geografis biasanya didasarkan pada sebutan penduduk penduduk dimana para pelaut itu mendengar, mencatat dan mengeja sendiri di dalam peta. Sumber pertama dalam pembuatan peta berasal dari para pelaut, sejak era Portugis hingga era VOC. Pada masa Pemerintah Hindia Belanda dilakukan pemetaan laut oleh angkatan laut. Peta-peta baru itu merujuk peta-peta lama dengan perubahan yang sesuai menurut ahli kelautan Pemerintah Hindia Belanda. Sumber ini kemudian menjadi sumber Pemerintah Indonesia dalam membuat peta Indonesia.

Lantas bagaimana sejarah bahasa Selwasa, reluk Selawassa tempoe doeloe? Seperti disebut di atas bahasa Selwasa dituturkan di kepulauan Tanimbar. Nama Selwasa mirip nama Selawassa dan nama pulau Sulawesi. Lalu bagaimana sejarah bahasa Selwasa, reluk Selawassa tempoe doeloe? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Bahasa Selwasa, Teluk Selawassa Tempoe Doeloe; Nama Selwasa Mirip Nama Selawassa dan Nama Pulau Sulawesi

Tunggu deskripsi lengkapnya

Nama Selwasa Mirip Nama Selawassa dan Nama Pulau Sulawesi: Apakah Bahasa Selwasa Dipengaruhi Bahasa di Sulawesi?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar