Laman

Selasa, 14 Februari 2023

Sejarah Pers di Indonesia (18): Organisasi Persatoean Djoernalis Indonesia (PERDI); WR Soepratman dan Lagu Indonesia Raya


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pers dalam blog ini Klik Disini

Apakah ada hubungan pers Indonesia dan lagu Indonesia Raya? Yang jelas ada. WR Soepratman adalah seorang jurnalis di Batavia yang mencipta lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan dalam Kongres Pemuda 1928, sementara Persatoean Djoernalis Indonesia (PERDI) yang diketuai oleh Mohamad Tabrani disebut pernah memecat jurnalis yang tidak menghormati lagu Indonesia Raya. Benarkah? Yang jelas Parada Harahap adalah salah satu pendiri PERDI.


PERDI Pecat Wartawan yang Tak Sikap Hormat 'Indonesia Raya'. 14 Aug 2022. Republika.id. WR Supratman menciptakan lagu Indonesia Raja terinspirasi pidato-pidato di Kongres Pemuda 1926. Pidato yang menginspirasinya adalah pidato disampaikan Tabrani (ketua panitia kongres). Menurut B Sularto dalam buku WR Supratman, bahwa Supratman menyampaikan pujian isi pidato itu kepada Tabrani sekaligus memberi tahu akan menuangkannya dalam lagu. Lagu “Indonesia Raya” itu kemudian dibawakan di Kongres Pemuda 1928. Lirik lengkap tiga stanza untuk pertama kali dimuat di koran dwimingguan milik PNI, Persatoean Indonesia, edisi 1 November 1928. Redaksi Persatoean Indonesia berjanji akan memuat lengkap dengan notasi pada edisi 15 November 1928. Sin Po menerbitkan lirik dan not lagu “Indonesia Raya” edisi 10 November 1928. Persatoean Indonesia edisi 15 November 1928 batal menerbitkan not lagu tersebut. Pada edisi berikutnya, 1 Desember 1928, Persatoean Indonesia menulis bahwa notasi lagu Indonesia Raya berikut liriknya telah dicetak oleh WR Supratman dan dijual. Kelak, Persatoean Djoernalis Indonesia (Perdi) semasa kepengurusan Tabrani pernah memecat anggotanya gara-gara sikap tidak hormat lewat keputusan rapat di Semarang, Januari 1940. Tabrani terpilih menjadi ketua pada Kongres Perdi di Solo April 1939. Ksiaha wartawan yang dipecat itu bermula dari acara Parindra, saat lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan, wartawan itu tetap duduk santai di kursinya. Meski telah diingatkan, bahkan, oleh rekan-rekan sesame Cina, Tuan J tetap duduk dengan tenang di kursinya di meja pers. “Ini dianggap oleh Perdi sebagai kesalahan serius,” tulis De Koerier edisi 13 Januari 1940 (https://www.republika.id/)

Lantas bagaimana sejarah organisasi Persatoean Djoernalis Indonesia (PERDI)? Seperti disebut di atas ketua Kongres Pemuda I adalah Mohamad Tabrani dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan dalam Kongres Pemuda II. Ketua PERDI disebut pernah memecat anggota yang tidak menghormati lagu Indonesia Raya. Lalu bagaimana sejarah organisasi Persatoean Djoernalis Indonesia (PERDI)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Pers di Indonesia (17): Mohamad Tabrani dan The King of Java Press di Jawa; Parada Harahap, Kongres Pemuda, PPPKI


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pers dalam blog ini Klik Disini

Apakah ada hubungan pers Indonesia dan Kongres Pemuda 1926 dan 1928? Yang jelas ada. Mohamad Tabrani adalah seorang jurnalis muda di Batavia yang menjadi ketua Kongres Pemuda 1926, sementara Parada Harahap adalah jurnalis senior yang menginisiasi terbentuknya federasi organisasi kebangsaan Indonesia (PPPKI) tahun 1927. Dalam dua kongres pemuda tersebut ada peran strategis Parada Harahap.


Kongres Pemuda adalah kongres nasional yang pernah diadakan 2 kali di Batavia. Kongres Pemuda I diadakan tahun 1926 dan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya. Kongres ini diikuti oleh seluruh organisasi pemuda saat itu seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Betawi, dan organisasi pemuda lainnya. Selanjutnya juga disepakati untuk mengadakan kongres yang kedua. Kongres Pemuda I dilaksanakan dari tanggal 30 April - 2 Mei 1926. Kongres Pemuda I diketuai oleh Muhammad Tabrani. Kongres Pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito dari PPPI, menghasilkan keputusan penting: Sumpah Pemuda. Selain itu pada kongres itu lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman juga ditetapkan sebagai lagu kebangsaan. Selanjutnya Kongres Pemuda II diselenggarakan selama dua hari (27 - 28 Oktober 1928) yang mana hari pertama diselenggarakan di gedung Katholikee Jongelingen Bond. Hari kedua di gedung Oost Java (sekarang di Medan Merdeka Utara Nomor 14). Susunan Panitia Kongres Pemuda II adalah: Ketua: Sugondo Joyopuspito (PPPI); Wakil ketua: Joko Marsaid (Jong Java); Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumateranen Bond); Bendahara: Amir Syarifoeddin Harahap (Jong Bataks Bond); Pembantu I: Djohan Mohammad Tjai (Jong Islaminten Bond); Pembantu II: R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia); Pembantu III: Senduk (Jong Celebes); Pembantu IV: Johanes Leimana (Jong Ambon); Pembantu V: Rochjani Soe'oed (Pemuda Kaoem Betawi) (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah Mohamad Tabrani dan The King of Java Press di Jawa? Seperti disebut di atas, Mohamad Tabrani adalah seorang jurnalis muda di Batavia yang menjadi ketua Kongres Pemuda 1926. Dalam Kongres Pemoeda dan Kongres PPPKI 1928 Parada Harahap memiliki peran strategis. Lalu bagaimana sejarah Mohamad Tabrani dan The King of Java Press di Jawa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.