Laman

Rabu, 24 Januari 2024

Sejarah Bahasa (256): Bahasa Irarutu Bofuer di Teluk Arguni Atas; Tanah Genting Antara Teluk Bintuni dan Teluk Arguni di Kaimana


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Bahasa Irarutu atau Kasira adalah sebuah bahasa dalam rumpun bahasa Austronesia yang dituturkan di sebagian besar pedalaman Semenanjung Bomberai, Papua Barat. Iraru berarti bahasa, ungkapan, tuturan. Sedangkan Tu bermakna Benar. Irarutu bermakna berbahasa yang benar. Bahasa Irarutu Bofuer dituturkan di kampong Bofuer distrik Teluk Arguni Aatas, kabupaten Kaimana. Bahasa ini berbeda dengan bahasa Irarutu, bahasa Marasi dan bahasa Koawai.


Teluk Arguni Atas adalah sebuah distrik di kabupaten Kaimana, Papua Barat. Pada tahun 2007 dipecah menjadi dua distrik, yaitu Distrik Teluk Arguni beribu kota di Bofuwer dan Distrik Teluk Arguni Bawah di Tanusan. Suku Irarutu atau Irahutu salah satu suku terbesar di Papua Barat yang tersebar di pantai dan pegunungan Teluk Bintuni, Kaimana, dan Fakfak. Suku Irarutu identik dengan konsep cinta kasih, toleransi, pluralisme, dan kemanusiaan. Disebut demikian karena sebelum dan sesudah agama disebarkan di pesisir Teluk Arguni, Teluk Bintuni, dan Fakfak, masyarakat Suku Irarutu sangat terbuka dengan setiap perbedaan dan hidup berdampingan dengan harmonis bersama saudaranya yang berbeda keyakinan. Secara harfiah, pemaknaan Irarutu menurut perspektif beberapa orang tua yang dijumpai yaitu Iraru yang berarti bahasa, ungkapan, atau tuturan. Sedangkan, Tu yang bermakna benar. Dengan demikian, Irarutu bermakna berbahasa yang benar. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah bahasa Irarutu Bofuer di Teluk Arguni Atas? Seperti disebut di atas bahasa Irarutu di Bofuer di teluk Arguni. Tanah genting antara Teluk Bintuni dan Teluk Arguni wilayah Kaimana. Lalu bagaimana sejarah bahasa Irarutu Bofuer di Teluk Arguni Atas? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Bahasa Irarutu Bofuer di Teluk Arguni Atas; Tanah Genting Antara Teluk Bintuni dan Teluk Arguni Wilayah Kaimana

Tunggu deskripsi lengkapnya

Tanah Genting Antara Teluk Bintuni dan Teluk Arguni Wilayah Kaimana: Bahasa Irarutu dan Nama Arguni

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar