Tampilkan postingan dengan label Mal dan Pasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mal dan Pasar. Tampilkan semua postingan

Pasar Citayam, Kota Depok: Sejak Tahun 1999 ‘Dianeksasi’ Pemerintah Kabupaten Bogor

Pasar Citayam (foto:internet)

Wilayah Pasar Citayam--sesuai UU Nomor 15 tahun 1999 tentang Pembentukan Kota Depok--adalah bagian dari wilayah Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Pancoran Mas (kini menjadi Kecamatan Cipayung) Kota Depok). Secara dejure hal ini ditegaskan dalam peta yang menyertai undang-undang tersebut. Sedangkan secara de facto warga yang tinggal di lingkungan pasar tersebut memiliki KTP Kelurahan Pondok Terong. Namun sejak 1999 pengelolaan pasar tersebut masih tetap dikuasai oleh Pemda Kabupaten Bogor. Ini berarti aset pasar masih diklaim Pemda Kabupaten Bogor sebagai miliknya dan hasil retribusi pasar  masuk ke kas daerah Kabupaten Bogor. Berbagai upaya telah dilakukan Pemda Depok untuk ‘menagihnya’, tetapi Pemda Kabupaten Bogor kukuh ‘menganeksasinya’. 

Minimarket ‘Menjamur’ di Depok: Bertambah Satu Unit Per Minggu


Minimarket yang pertama hadir di Kota Depok adalah Indomaret yang lokasinya berada di Jalan Kartini. Pada masa ini jumlah minimarket sudah sangat banyak dan bahkan pertumbuhannya tergolong sangat  pesat. Pada tahun 2002 jumlah minimarket di Kota Depok  masih bisa dihitung dengan jari. Kini, jumlah minimartket sudah mencapai 410 unit. Dengan luas kota yang hanya 200 KM2 berarti setiap satu kilometer persegi terdapat dua unit minimarket. Berdasarkan perda yang ada, jumlah ini terbilang sudah jauh melampuai kuota yang ditentukan yakni sebanyak satu unit minimarket per kecamatan. Jika diperhatikan bahwa kehadiran minimarket di Kota Depok yang baru berlangsung selama 10 tahun, maka pertambahan minimarket di Kota Depok adalah satu unit per minggu. Masihkah akan bertambah?

Pertumbuhan dan Perkembangan Pasar Modern di Depok: Pra dan Pasca Krisis


Pasar Modern yang pertamakali hadir di Depok adalah Agung Shop (Jalan Arif Rahman Hakim), Ramanda (Jalan Margonda Raya), Super Ekonomi (Jalan Tole Iskandar) dan Mitra (Cimanggis). Toserba-toserba ini pada waktu itu menjadi pusat perbelanjaan modern (ritel) yang menyediakan berbagai kebutuhan warga seperti pakaian, atk, makanan snack dan soft drink. Namun sangat disayangkan toserba-toserba ini tutup setelah terjadi krisis moneter. Kemudian era toserba ini digantikan pusat perbelanjaan model supermarket. Pertama didirikan supermarket Target yang awalnya mengambil lokasi di ruko Depok Timur dan kemudian membangun sendiri bangunan yang lebih besar dan megah di Jalan Proklamasi Depok Timur. Supermarket ini mulai kalah pamor seiring dengan munculnya mal-mal di Margonda. Mal-mal yang bermunculan di awal tahun 2000-an berturut-turut adalah adalah Hero, Plaza Depok dan Mal Depok (ketiganya di Jalan Margonda Raya) dan Mall Cinere.