Laman

Jumat, 26 Juni 2026

Sejarah Casajangan (3): Soetan Casajangan Berangkat ke Belanda 1903 Studi Keguruan; Mendirikan Indisch Vereeniging Tahun 1908


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Organisasi kebangsaan Indonesia pertama telah didirikan di Padang pada tahun 1900 yang dipimpin Dja Endar Moeda. Di Medan pada tahun 1905 di Medan didirikan Sjarikat Tapanoeli sebagai tempat berhimpun dan wadah pergerakan bagi tokoh-tokoh bumiputera. Para pemuda Sjarikat Tapanoeli mendirikan klub sepak bola (Tapanoeli Voetbalclub). Organisasi kebangsaan di Medan ini kemudian mendirikan NV Sjarikat Tapanoeli yang menjadi badan usaha dalam penerbitan surat kabar Pewarta Deli (1909). Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging), dikenal juga sebagai Perhimpunan Indonesia atau PI (Indonesische Vereeniging), adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia Belanda yang berdiri pada tahun 1908. Indische Vereeniging berdiri atas prakarsa Soetan Kasajangan Soripada Harahap dan R.M. Noto Soeroto. Sejak Cipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat masuk, pada 1913, mulailah mereka memikirkan mengenai masa depan Indonesia. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya organisasi tersebut bagi bangsa Indonesia. Semenjak itulah Indische Vereeniging memasuki kancah politik. Waktu itu pula Indische Vereeniging menerbitkan sebuah buletin yang diberi nama Hindia Poetera, tetapi isinya sama sekali tidak memuat tulisan-tulisan bernada politik (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Soetan Casajangan berangkat ke Belanda 1903 studi keguruan? Seperti disebut di atas, organisasi kebangsaan Indonesia pertama telah didirikan di Padang pada tahun 1900. Dalam konteks inilah Soetan Casajangan berangkat studi ke Belanda 1903 dan kemudian mendirikan Perhimpunan Hindia (Indisch Vereeniging) tahun 1908. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan berangkat ke Belanda 1903 studi keguruan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.

Soetan Casajangan Berangkat ke Belanda 1903 Studi Keguruan; Mendirikan Indisch Vereeniging, 1908

Tunggu deskripsi lengkapnya

Mendirikan Indisch Vereeniging, 1908; Soetan Casajangan Ikut Mendirikan Bangsa di Luar Negeri

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar