Laman

Sabtu, 06 Maret 2021

Sejarah Papua (5): Sejarah Danau Sentani di dekat Kota Jayapura Dikenal Sejak Zaman Kuno; Sejarah Singkat Danau Lainnya

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini

Danau Sentani begitu terkenal di Papua, karena begitu dekat dengan ibu kota provinsi di Jayapura (sekitar 50 Km). Sesuai namanya, danau Sentani diduga kuat sudah dikenal sejak zaman kuno pada era Hindoe-Boedha. Danau Sentani semakin dikenal luas sejak Pemertintah Hindia Belanda membentuk cabang pemerintahan di Papua. Danau Sentani sangat luas, terluas di Papua dimana di tengah pulau terdapat banyak pulau. Danau Sentani berada di ketinggian 75 meter di atas permukaan laut.

Seperti halnya  di pulau-pulau besar lainnya di Sumatra, Jawa dan Sulawesi, di pulau Papua juga terdapat sejumlah danau. Danau-danau tersebut antara lain danau Habema di wilayah Dani di kaki Gunung Trikora, kabupaten Jayawijaya dengan ketinggian lebih dari 3.300  dpl; Danau Rombebai di kabupaten Serui luas Danau ini 13.749 Ha dan merupakan danau terbesar kedua di Papua setelah Danau Sentani. Danau ini terletak di sebelah kanan dari aliran Sungai Mamberamo dan berjarak 20 Km dari Samudera Pasifik; Danau Tigi di Kabupaten Deiyai terletak di kaki gunung Deiyai dan berada pada ketinggian 1.700 M dpl dengan kedalaman sekitar 150 M yang ditengahnyaa terdapat pulau kecil Pulau Duamo. Tiga danau lainnya dekat gunung ini adalah danau Paniai, danau Tage, dan danau Makamo; Danau Paniai di kabupaten Paniai,

Lantas bagaimana sejarah Danau Sentani? Seperti disebut di atas danau ini diduga sudah dikenal di zaman kuno. Danau Sentani dianggap banyak memiliki misteri dan pendapat parat ahli masih simpang siur. Namun sejarah tetaplah sejarah, narasi suatu fakta dan data. Lalu bagaimana sejarah Danau Sentani? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Sentani Danau Pegunungan

Tunggu deskripsi lengkapnya

Danau-Danau Lainnya di Papua

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar