Laman

Kamis, 31 Maret 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (503): Pahlawan Indonesia – Penemuan Pedalaman Pulau di Flores, Sumba, Timor; Situs Zaman Kuno

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Seperti halnya pulau-pulau di (kepulauan) Maluku, penemuan pedalaman di pulau-pulau Timor juga baru terjadi belakangan. Sementara itu, pulau-pulau di kepulauan Maluku dan kepulauan Nusa Tenggara (Timor group) sudah dikenal sejak era Portugis/VOC, namun hanya terbatas di kota-kota pantai. Pada era Pementah Hindia Belanda, pulau-pulau bear di Tmor Group mulai dikunjungi hingga wilayah pedalaman. Satu yang terlewatkan penemuan di pedalaman adalah situs-situs jaman kuno yang justru baru ditemukan pada masa ini.

Pulau Kepulauan Nusa Tenggara atau Kepulauan Sunda Kecil (sekarang kadang kala digunakan dalam peta-peta geografis dunia), adalah gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Jawa, dari Pulau Bali di sebelah barat, hingga Pulau Timor di sebelah timur. Kepulauan Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar yang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Maluku secara geologis juga termasuk dalam kepulauan Nusa Tenggara. Pulau-pulau di Timor Group (kini provinsi Nusa Tenggara Timur) terdapat sejumlah pulau besar yakni Flores, Sumba dan Timor. Sedangkan pulau-pulau yang lebih kecil antara lain Komodo, Adonara, Solor, Pantar, Alor, Sawu, Rote dan Atauro (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah penemuan pedalaman Flores, Sumba dan Timor? Seperti disebut di atas, pulau-pulau di wilayah Timor Group sudah lama dikenal, namun penemuan wilayah pedalaman baru terjadi belakangan (era Hindia Belanda). Lalu bagaimana sejarah penemuan pedalaman Flores, Timor dan Sumba? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Penemuan Pedalaman Timor Group: Flores, Sumba dan Timor

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pulau Flores: Penemuan Situs Zaman Kuno

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar