Laman

Senin, 28 Maret 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (497): Pahlawan Indonesia dan SM Latif Studi Pertanian di Belanda; Rijkslandbouwschool Wageningen

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Seperti halnya Institut Pertanian Bogor, sesungguhnya University of Wageningen di Belanda masih terbilang baru di Eropa. Universiteet Waginengen berawal dari Landbouwhogeschool yang didirikan pada tahun 1918. Sebelumnya yang sudah ada adalah sekolah pertanian pemerintah Rijks Landbouwschool yang bermula tahun 1876. Landbouwschool setingkat sekolah menengah (HBS). Pribumi yang melanjutkan studi ke Belanda, yang memilih studi di Wageningen antara lain SM Latif (diterima tahun 1908).

In 1876 werd de Rijkslandbouwschool in Wageningen gevestigd. De Rijkslandbouwschool startte met een driejarige hbs en een tweejarige kopstudie. De 32 studenten die in het eerste jaar startten kregen les op een perfecte locatie voor landbouwonderwijs, midden op het platteland omringd door zand-, klei- en veengrond. De school bleek in een grote behoefte te voldoen, maar had ook wat last van de snel veranderende wensen op onderwijsgebied. Uiteindelijk, na tweede eerdere reorganisaties, werd besloten in 1904 de Rijkslandbouwschool weer op te heffen en deze te vervangen door vier zelfstandige inrichtingen, allen gevestigd te Wageningen. Deze inrichtingen werden de Rijks Hogere Land-, Tuin- en Bosbouwschool, de Rijkslandbouwschool, de Rijkstuinbouwschool en de Rijks Hogere Burger School. De Rijks Hogere Land-, Tuin- en Bosbouwschool is sindsdien sterk gegroeid en kreeg in 1918 erkenning door een verheffing tot Landbouwhogeschool. De Rijkslandbouwschool maakte ook een sterke groei door. Zij kwam echter wel vlot in de problemen. Niet alleen boerenzonen, met een voorkeur voor de praktijk van de Nederlandse landbouw, stroomden toe, maar ook tal van stedelingen, met een voorkeur voor de tropische landbouw, kwamen naar Wageningen. Deze laatste groep werd uiteindelijk verreweg de grootste, terwijl het onderwijs afgestemd was op de behoefte van de Nederlandse landbouw. Als gevolg van een herziening van de wet op het wetenschappelijk onderwijs heette de Landbouwhogeschool vanaf 1986 Landbouwuniversiteit. Het ontwerp van Arboretum De Dreijen dateert van 1895 en staat in direct verband met de totstandkoming van de Rijkstuinbouwschool een jaar later. De aanstaande leerlingen moesten hier kennis kunnen maken met het ‘materiaal van de tuinbouwwetenschap’, in dit geval vooral sierbomen en -struiken. (https://wikiwageningen.nl)

Lantas bagaimana sejarah SM Latif? Seperti disebut di atas, SM Latif pribumi yang berangkat melanjutkan studi ke Belanda SM Latif memilih studi di Rijks Landbouwschool di Wageningen (masuk 1908). Tidak hanya SM Latif yang studi di sekolah pertanian ini. Lalu bagaimana sejarah SM Latif? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia – SM Latif Studi Pertanian di Belanda: Rijkslandbouwschool Wageningen

Pada tahun 1908 diadakan ujian masuk sekolah Gymnasium Koning Willem III School (KW III S) di Batavia yang diadakan di beberapa tempat (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 25-04-1908). Salah satu yang lulus adalah M Latif. Nama M Latif ini diduga kuat adalah nama siswa SM Latif yang melanjutkan sekolah di sekolah menengah (HBS) di Haarlem (lihat Nieuwe Haarlemsche courant, 14-07-1909). Disebutkan ujian transisi di Hoogere Burgerschool (HBS) 5 tahun di Harlem, yang mana yang lulus ujian naik dari kelas satu ke kelas dua antara lain SM Latif. Ini mengindikasikan bahwa SM :Latif masuk HBS Haarlem tahun 1908.

Siswa yang diterima di sekolah HBS adalah lulusan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS). SM Latif dapat dikatakan sebagai siswa pribumi pertama melanjutkan studi ke Belanda sebagai lulusan ELS (masuk di HBS kelas satu). Yang lainnya adalah siswa HBS di Batavia yang meneruskan sekolah HBS di Balenada. Dua diantaranya adalah Raden Soemitro (masuk 1906) dan KJ Leatemia (1907). Selebihnya adalah lulusan sekolag guru Kweekschool, lulusan sekolah kedokteran Docter Djawa School dan lulusan HBS.

Pada saat SM Latif memulai studi di HBS Haarlem (1908), di Belanda pada tanggal 25 Oktober 1908 di tempat kediaman Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan di Leiden diadakan pertemuan pribumi asal Hindia yang sedang atau persiapan studi di Belanda. Hasil keputusan pertemuan tersebut disepakati pembentukan organisasi yang diberi nama Indische Vereeniging. Untuk pengurus dipilih Soetan Casajangan dan sebagai sekretaris Raden Soemitro. Soetan Casajangan sendiri lulusan Kweekschool Padang Sidempoean studi di Rijkskweekschool di Leiden. Sedangkan Raden Soemitro baru diterima di Indisch Administrative Dienst di Leiden. SM Latif hadir dalam pertemuan di Leiden tersebut.

Siapa Soetan Mohamad Latif tidak terinformasikan. Yang jelas, saat ujian masuk di HBS KW III School Batavia, SM Latif mengikuti ujian di Padang. Oleh karena SM Latif baru lulus sekolah dasar (ELS) dan kemudian melanjutkan studi ke Belanda (di Haarlem) diduga berada di bawah bimbingan/asukan Soetan Casajangan (guru di Padang Sidempoean yang melanjutkan studi ke Belanda, sejak 1903). Sebelum kuliah di Rijkskweekschool di Leiden, Soetan Casajangan lebih dulu studi magang di Haarlem. Lulusan ELS yang melanjurtkan studi ke Belanda kemudian antara lain Abdoel Firman gelar Mangaradja Soeangkoepon (lulusan ELS Medan tiba di Belanda tahun 1910) dan kemudian Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia (lulusan ELS Sibolga tiba di Belanda 1911).   

SM Latif ternyata siswa pemberani. M Latif menjadi sekretaris Jong Nederland afdeeling Haarlen (lihat Nieuwe Haarlemsche courant, 05-10-1909). Jong Nederlanad adalah golongan pemdua dari Agemene Nederland Verbond, Masih di Haarlem, KJ Leatemia aktif dalam olah raga atletik dimana pada tahun 1909 Leatemia ikut berpartisipasi kejuaraan atletik sekota Haarlem yang turun pada lari estafet. Dalam kejuaraan ini timnya termasuk yang mendapat penghargaan (lihat Nieuwe Haarlemsche courant, 06-09-1909). Besar dugaan ikut organisasi atau ikut olah raga di Haarlem sebagai bagian dari eskul. Pada tahun 1911 SM Latif lulus ujian masuk sekolah pertanian pemerintah Rijks Landbouwschool di Wageningen (lihat Arnhemsche courant, 17-07-1911(. Disebutkan SM Latif ditempatkan di kelas dua.

Jika SM Latif masuk HBS di Haarlem pada tahun 1908 atau 1909, jika dan hanya jika lancar studi, pada tahun 1911 SM Latif lulus ujian kelas dua (naik ke kelas tiga). Persyaratan masuk di sekolah Landbouwschool Wageningen adalah siswa HBS yang lulus kelas dua ditempatkan di kelas satu. Siswa HBS yang lulius kelas satu ditempatkan di kelas persiapan (satu tahun). Oleh karena SM Latif lulus kelas dua HBS, maka pada saat ujian masuk di Landbouwschool SM Latif ditempatkan di kelas satu..

Pada tahun 1912 SM Latif lulus ujian di Landbouwschool di Wageningen dari kelas naik kelas dua (lihat Arnhemsche courant, 08-07-1912). Pada tahun 1914 SM Latif lulus ujian akhir di Landboiwschool (lihat Provinciale Overijsselsche en Zwolsche courant, 16-07-1914). Ini mengindikasikan bahwa SM Latif lancar dalam studi di Landbouwschool Wageningen.

Tunggu deskripsi lengkapnya

SM Latif: Landbouwschool  hingga Landbouwhogeschool di Wageningen

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar