Laman

Rabu, 14 Juni 2023

Sejarah Banyuwangi (41): Pendudukan Militer Jepang di Banyuwangi; Penguasa Militer Jepang dan Para Pemimpin Pribumi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyuwangi dalam blog ini Klik Disini

Berakhir sudah orang Belanda di Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda telah digantikan oleh Pemerintah (pendudukan militer) Jepang di Indonesia. Pejabat-pejabat Belanda telah diganti oleh Pemerintah Jepang dengan para pemimpin pribumi. Untuk posisi bupati di Banyuwangi diangkat Raden Toemenggoeng Achmad Rastiko.


Rakyat Banyuwangi di Bawah Penindasan Jepang. Pasukan Jepang telah berhasil mematahkan pertahanan Inggris di Malaya dan Birma. Juga pertahanan Amerika di Philipina. Pertahanan Belanda di Indonesia tidak berdaya menghadapi serangan bala tentara Jepang, Kedatangan Dai Nippon disambut rakyat Indonesia. Sebagian Pemimpin Indonesia tertarik terhadap propaganda Jepang itu, namun sebagian yang lain tetap meragukan. Kedatangan Jepang di kota Banyuwangi, juga disambut dengan hangat oleh masyarakat.   Saudara Tua (Jepang) akan segera membantu rakyat, khususnya masyarakat Banyuwangi yang sudah cukup lama menderita lahir batin akibat penindasan kolonialis Belanda. Pada akhir tahun 1942, sebuah kapal besar berbendera Jepang datang dan berlabuh di pelabuhan Bayuwangi. Kapal disambut dengan sukaria. Dalam kenyataan, kapal besar itu yang turun dari kapal itu adalah sejumlah pasukan Dai Nippon bersenjata lengkap. Sebagian penduduk laki-laki dari berbagai daerah banyak yang dijadikan romusha dan dikirim ke daerah-daerah, seperti Kalipait (Alas Purwo), Lampon, Rowoputih (pantai Grajagan), Poncomoyo, Pulau Merah, Sukamade (semuanya di pantai Selatan) dan lain-lain untuk pembuatan jinchi-jinchi. Romusha Banyuwangi juga banyak dikirim ke manca negara. Tindakan Penguasa Militer Jepang makin hari semakin kejam (https://kumparan.com/)

Lantas bagaimana sejarah pemerintah (pendudukan militer) Jepang di Banyuwangi? Seperti disebut di atas, orang Belanda di Hindia Belanda termasuk di Banjoewangi berakhir sudah. Kini era penguasa militer Jepang dan pemimpin pribumi di Banyuwangi. Lalu bagaimana sejarah pemerintah (pendudukan militer) Jepang di Banyuwangi? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pendudukan Militer Jepang di Banyuwangi; Penguasa Militer Jepang dan Pemimpin Pribumi di Banyuwangi

Tunggu deskripsi lengkapnya

Penguasa Militer Jepang dan Pemimpin Pribumi di Banyuwangi: Pemerintah Hindia Belanda Berakhir, Pamerintah Republik Indonesia Selanjutnya

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar