Laman

Kamis, 05 Februari 2026

Sejarah Jepang (12): Sepak Bola di Indonesia dan Sepak Bola di Jepang; Futsal Indonesia Taklukkan Jepang di Semi Final AFC 2026


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Baru saja Futsal Indonesia berhasil menaklukkan Futsal Jepang dalam partai Semi Final AFC tahun 2026 dengan skor 5-3. Dengan demikian Futsal Indonesia akan menantang Futsal Iran di parai Final. Hasil tersebut bermula pada waktu normal (2x20 Menit) dengan skor 2-2. Di waktu tambahan (2x5 Menit), Futsal Indonesia berhasil mendulang satu gol pada babak pertama dan kemudian tambahan gol terakhir pada babak kedua. Futsal Indonesia sendiri baru kali ini mencapai Semi Final, sementara Futsal Jepang sudah sebanyak empat kali juara AFC (2006, 2012, 2014 dan 2022). Futsal Iran sendiri saat ini adalah juara bertahan. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Sejarah sepak bola Jepang bertransformasi dari permainan yang dibawa oleh perwira Inggris menjadi kekuatan utama di Asia melalui perencanaan jangka panjang yang sangat terstruktur.Masuknya Sepak bola ini diperkenalkan pada tahun 1873 oleh perwira Angkatan Laut Inggris, Letnan Archibald Lucius Douglas, yang mengajarkannya kepada para kadet angkatan laut Jepang di Tsukiji. Pada 10 September 1921, dibentuklah Dai-Nippon Shukyu Kyokai (sekarang Japan Football Association atau JFA). Kompetisi nasional pertama, yang sekarang dikenal sebagai Emperor's Cup, dimulai pada tahun 1921. Jepang resmi bergabung dengan FIFA pada tahun 1929. Pada Olimpiade Berlin 1936, Jepang mengejutkan dunia dengan mengalahkan Swedia 3-2, mencapai perempat final pertama mereka. Sepak bola domestik dikelola melalui Japan Soccer League (JSL) (1965–1992), sebuah liga semi-profesional yang didominasi oleh tim-tim perusahaan. Untuk meningkatkan daya saing, J.League resmi dimulai pada 15 Mei 1993 dengan 10 klub pionir. Jepang melakukan debut di Piala Dunia FIFA pada tahun 1998 di Prancis. Jepang sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di Indonesia dan sepak bola di Jepang? Seperti disebut di atas, Kompetisi sepak bola Jepang. Dai-Nippon Shukyu Kyokai (kini Japan Football Association atau JFA) dimulai tahun 1921. Tim sepak bola Indonesia (era Hindia Belanda) sendiri pada tahun 1938 berpartisipasi dalam Piala Dunia di Prancis (satu-satunya wakil Asia). Lalu bagaimana sejarah sepak bola di Indonesia dan sepak bola di Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Pers di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026

Sejarah Jepang (11): Beras di Jepang dan Beras di Indonesia; Makanan Pokok Nasi di Jepang dan Indonesia Sejak Zaman Kuno


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Hingga masa ini makanan pokok orang Jepang seperti halnya orang Indonesia adalah nasi dari baha beras. Sama seperti di Indonesia, nasi dikonsumsi hampir setiap hari dan menjadi dasar dari berbagai hidangan khas Jepang. Saat ini, varietas seperti Koshihikari dan Hitomebore sangat populer karena teksturnya yang pulen. Istilah "Itadakimasu" yang diucapkan sebelum makan merupakan wujud rasa syukur atas beras. Beras juga digunakan dalam berbagai festival (matsuri) dan perayaan (seperti sekihan atau nasi merah untuk momen spesial). Pengantar Studi Kelayakan Bisnis


Sejarah beras di Jepang merupakan fondasi dari perkembangan budaya, struktur sosial, dan ekonomi negara tersebut selama ribuan tahun. Padi pertama kali diperkenalkan ke Jepang dari Tiongkok atau Semenanjung Korea pada Periode Jomon (sekitar 1000–400 SM). Meskipun jejak butiran padi ditemukan pada tembikar dari akhir periode Jomon, pada masa ini masyarakat masih lebih banyak bergantung pada kegiatan berburu dan meramu. Periode Yayoi (300 SM – 300 M) adalah titik balik besar di mana budidaya padi sawah secara intensif mulai menyebar, dimulai dari pulau Kyushu. Teknologi irigasi dan penggunaan alat besi dari daratan Asia memicu revolusi pertanian, mengubah gaya hidup masyarakat menjadi menetap dan membentuk komunitas desa yang terorganisir. Pada masa Feodal dan Periode Edo (1603–1868) beras bukan sekadar makanan, melainkan mata uang. Kekayaan para penguasa wilayah (daimyo) diukur dalam unit koku (jumlah beras yang cukup untuk memberi makan satu orang dewasa selama setahun). Pajak kepada keshogunan dibayar menggunakan hasil panen beras. Setelah Restorasi Meiji, sistem pajak beralih ke uang tunai, namun beras tetap menjadi simbol ketahanan nasional. Meskipun konsumsi beras per kapita menurun karena perubahan gaya hidup, pemerintah Jepang terus menjaga stok pangan nasional dan mendorong ekspor beras berkualitas tinggi ke pasar global. Baru-baru ini, Jepang juga menghadapi tantangan harga akibat faktor cuaca dan distribusi (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah beras di Jepang dan beras di Indonesia? Seperti disebut di atas, makanan pokok orang Jepang adalah nasi berbahan beras. Makanan pokok nasi ini di Jepang dan Indonesia sejak zaman kuno. Lalu bagaimana sejarah beras di Jepang dan beras di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 02 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 10-4: Prabowo Ingat "Mereka yang Lupa Sejarah Akan Dihukum Sejarah";Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Jasmerah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah. Sejarah Indonesia yang baru telah ditulis. Kementerian Kebudayaan menjanjikan buku Sejarah Indonesia sebanyak 10 jilid akan dibuka akses ke publik pada bulan Februari ini dalam bentuk ebook (gratis). Dalam hal ini sejarah tetaplah sejarah. Hanya saja banyak narasi sejarah yang tidak benar. Sejarah yang benar jangan sekali-kali dilupakan dan melupakan sejarah yang benar akan dihukum sejarah. Pengantar Bisnis di Perguruan Tinggi


Prabowo: Mereka yang Lupakan Sejarah Akan Dihukum Sejarah Kompas.com, 2 Februari 2026: ‘Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya memahami sejarah Indonesia. Menurutnya, bangsa yang lupa akan masa lalunya berisiko terjebak kembali dalam pola ketergantungan dan ketidakadilan global. Presiden menyoroti dinamika politik global dan standar ganda negara-negara besar. "Kita ini diintervensi, diganggu, bahkan dijajah, ini harus kita (me)ngerti, kita harus paham", ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). "Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah," sambungnya. Prabowo menekankan, mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu. Prabowo pun mengajak masyarakat melihat bagaimana kondisi dunia saat ini yang sebenarnya. Menurutnya, negara-negara yang dulu mengajarkan tentang hak asasi manusia hingga demokrasi, kini justru melanggar apa yang mereka ajarkan. "Karena kita mendapat kesempatan hari ini, kita mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana dunia sebenarnya, kita melihat sekarang negara-negara besar yang mengajarkan kita untuk demokrasi, untuk hak asasi manusia, untuk the rule of law, untuk menjaga lingkungan hidup, merekalah yang melanggar apa yang mereka ajarkan," tukas Prabowo. Prabowo pun mempertanyakan di mana hak asasi manusia dan demokrasi yang diajarkan negara besar tersebut. "Puluhan ribu wanita, orang tua, anak-anak tidak berdosa dibantai, dan banyak negara yang diam. Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan?" imbuhnya’. 

Lantas bagaimana sejarah mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah? Seperti disebut di atas, setelah Presiden Soekarno pernah  mengingatkan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”, kini Presiden Prabowo mengingatkan “mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah”. Apa maksud dariperingatan itu semua pada masa kini? Yang jelas, dunia sedang tidak baik-baik saja. Lalu bagaimana sejarah mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 01 Februari 2026

Sejarah Jepang (10): Aksara Bahasa Jepang Hiragana, Katakana dan Kanji; Mengapa Gagal Introduksi Aksara Latin di Jepang?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Bahasa Jepang ditulis menggunakan campuran tiga jenis aksara utama: Kanji (karakter Tiongkok untuk makna), serta dua aksara fonetik/suku kata yaitu Hiragana (untuk kata asli/gramatikal) dan Katakana (untuk kata serapan asing). Ketiga sistem ini digunakan bersamaan dalam kalimat untuk merepresentasikan bunyi dan konsep secara spesifik. 


Aksara Latin, yang dikenal di Jepang sebagai Romaji, pertama kali diperkenalkan pada pertengahan abad ke-16 oleh para misionaris Yesuit dari Portugal (sekitar 1548). Sistem romanisasi pertama dikembangkan oleh seorang Katolik Jepang bernama Anjirō (atau Yajirō) bersama para misionaris untuk membantu penyebaran agama Kristen tanpa harus menguasai sistem penulisan Jepang yang rumit. Salah satu penggunaan awal yang paling terkenal adalah dalam kamus Nippo Jisho (1603), sebuah kamus bahasa Jepang-Portugis yang mencatat pelafalan bahasa Jepang zaman itu menggunakan ejaan Portugis. Penggunaan aksara Latin masa Isolasi (Edo) sempat menghilang hampir sepenuhnya setelah Jepang melarang kekristenan dan menutup diri dari dunia luar pada awal abad ke-17. Aksara Latin kembali populer pada akhir abad ke-19 (Era Meiji) dimana misionaris Amerika James Curtis Hepburn mengembangkan sistem yang sekarang menjadi standar dunia, yaitu Sistem Hepburn (1867), untuk kamus bahasa Jepang-Inggris miliknya. Beberapa cendekiawan pada era Meiji, seperti Mori Arinori, bahkan sempat mengusulkan agar aksara Latin menggantikan Kanji dan Kana sepenuhnya demi memodernisasi Jepang, meskipun ide ini tidak pernah diterapkan secara resmi. Saat ini, Romaji diajarkan di sekolah dasar Jepang dan digunakan secara luas untuk pengetikan pada keyboard komputer serta papan tanda internasional (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah bahasa Jepang dan aksara Hiragana, Katakana dan Kanji? Seperti disebut di atas, aksara Hiragana, Katakana dan Kanji digunakan di Jepang bahkan hingga ini hari. Introduksi aksara Latin di Jepang sejak era Portugis tampanya tidak sepenuhnya berhasil. Lalu bagaimana sejarah bahasa Jepang dan aksara Hiragana, Katakana dan Kanji? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.