Laman

Selasa, 10 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 5-4: Nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl; Nusantara, Hindia Timur, Hindia Belanda dan Insulinde


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Nama "Indonesia" berasal dari bahasa Yunani, yaitu Indus (Hindia) dan nesos (pulau-pulau), yang secara harfiah berarti Kepulauan Hindia. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh dua orang Inggris, George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan, pada tahun 1850 dalam jurnal ilmiah untuk merujuk wilayah kepulauan Hindia Belanda.Sejarah Mahasiswa di Indonesia

 

Asal-usul nama Indonesia berasal dari gabungan dua kata bahasa Yunani Kuno, yaitu Indos yang berarti "India" atau "Hindia", dan nesos yang berarti "pulau-pulau". Jika digabungkan, Indonesia berarti "Kepulauan Hindia". Nama Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh dua ilmuwan asal Inggris, George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan, dalam jurnal ilmiah Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) di Singapura tahun 1850. George Samuel Windsor Earl awalnya mengusulkan dua istilah, yakni Indunesians atau Malayunesians. Earl sendiri lebih memilih Malayunesians karena dianggap lebih mewakili ras Melayu. James Richardson Logan memilih istilah Indunesia yang diusulkan Earl, namun ia mengubah huruf "u" menjadi "o" sehingga menjadi Indonesia agar pengucapannya lebih baik. Etnolog Jerman, Adolf Bastian, tahun 1884 mempopulerkan nama Indonesia melalui bukunya Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels. Karena buku ini, istilah tersebut mulai dikenal luas di kalangan akademisi. Pada awal abad ke-20, para tokoh pergerakan nasional mengadopsi nama "Indonesia" sebagai identitas politik melawan penjajah, menggantikan istilah Hindia Belanda (Netherlandsch-Indie) (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl? Seperti disebut di atas, nama Indonesia pertama kali diusulkan oleh JR Logan versus GSW Earl. Nama sebelumnya adalah Nusantara, Hindia Timur, Hindia Belanda dan Insulinde. Lalu bagaimana sejarah nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*. 

Nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl; Nusantara, Hindia Timur, Hindia Belanda dan Insulinde

Tunggu deskripsi lengkapnya

Nusantara, Hindia Timur, Hindia Belanda dan Insulinde; Indian Orient (Portugis); Oost Indien (Belanda); East India (Inggris)

Tunggu deskripsi lengkapnya



 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar