Laman

Kamis, 05 Februari 2026

Sejarah Jepang (12): Sepak Bola di Indonesia dan Sepak Bola di Jepang; Futsal Indonesia Taklukkan Jepang di Semi Final AFC 2026


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Baru saja Futsal Indonesia berhasil menaklukkan Futsal Jepang dalam partai Semi Final AFC tahun 2026 dengan skor 5-3. Dengan demikian Futsal Indonesia akan menantang Futsal Iran di parai Final. Hasil tersebut bermula pada waktu normal (2x20 Menit) dengan skor 2-2. Di waktu tambahan (2x5 Menit), Futsal Indonesia berhasil mendulang satu gol pada babak pertama dan kemudian tambahan gol terakhir pada babak kedua. Futsal Indonesia sendiri baru kali ini mencapai Semi Final, sementara Futsal Jepang sudah sebanyak empat kali juara AFC (2006, 2012, 2014 dan 2022). Futsal Iran sendiri saat ini adalah juara bertahan. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Sejarah sepak bola Jepang bertransformasi dari permainan yang dibawa oleh perwira Inggris menjadi kekuatan utama di Asia melalui perencanaan jangka panjang yang sangat terstruktur.Masuknya Sepak bola ini diperkenalkan pada tahun 1873 oleh perwira Angkatan Laut Inggris, Letnan Archibald Lucius Douglas, yang mengajarkannya kepada para kadet angkatan laut Jepang di Tsukiji. Pada 10 September 1921, dibentuklah Dai-Nippon Shukyu Kyokai (sekarang Japan Football Association atau JFA). Kompetisi nasional pertama, yang sekarang dikenal sebagai Emperor's Cup, dimulai pada tahun 1921. Jepang resmi bergabung dengan FIFA pada tahun 1929. Pada Olimpiade Berlin 1936, Jepang mengejutkan dunia dengan mengalahkan Swedia 3-2, mencapai perempat final pertama mereka. Sepak bola domestik dikelola melalui Japan Soccer League (JSL) (1965–1992), sebuah liga semi-profesional yang didominasi oleh tim-tim perusahaan. Untuk meningkatkan daya saing, J.League resmi dimulai pada 15 Mei 1993 dengan 10 klub pionir. Jepang melakukan debut di Piala Dunia FIFA pada tahun 1998 di Prancis. Jepang sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di Indonesia dan sepak bola di Jepang? Seperti disebut di atas, Kompetisi sepak bola Jepang. Dai-Nippon Shukyu Kyokai (kini Japan Football Association atau JFA) dimulai tahun 1921. Tim sepak bola Indonesia (era Hindia Belanda) sendiri pada tahun 1938 berpartisipasi dalam Piala Dunia di Prancis (satu-satunya wakil Asia). Lalu bagaimana sejarah sepak bola di Indonesia dan sepak bola di Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Pers di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026

Sejarah Jepang (11): Beras di Jepang dan Beras di Indonesia; Makanan Pokok Nasi di Jepang dan Indonesia Sejak Zaman Kuno


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Hingga masa ini makanan pokok orang Jepang seperti halnya orang Indonesia adalah nasi dari baha beras. Sama seperti di Indonesia, nasi dikonsumsi hampir setiap hari dan menjadi dasar dari berbagai hidangan khas Jepang. Saat ini, varietas seperti Koshihikari dan Hitomebore sangat populer karena teksturnya yang pulen. Istilah "Itadakimasu" yang diucapkan sebelum makan merupakan wujud rasa syukur atas beras. Beras juga digunakan dalam berbagai festival (matsuri) dan perayaan (seperti sekihan atau nasi merah untuk momen spesial). Pengantar Studi Kelayakan Bisnis


Sejarah beras di Jepang merupakan fondasi dari perkembangan budaya, struktur sosial, dan ekonomi negara tersebut selama ribuan tahun. Padi pertama kali diperkenalkan ke Jepang dari Tiongkok atau Semenanjung Korea pada Periode Jomon (sekitar 1000–400 SM). Meskipun jejak butiran padi ditemukan pada tembikar dari akhir periode Jomon, pada masa ini masyarakat masih lebih banyak bergantung pada kegiatan berburu dan meramu. Periode Yayoi (300 SM – 300 M) adalah titik balik besar di mana budidaya padi sawah secara intensif mulai menyebar, dimulai dari pulau Kyushu. Teknologi irigasi dan penggunaan alat besi dari daratan Asia memicu revolusi pertanian, mengubah gaya hidup masyarakat menjadi menetap dan membentuk komunitas desa yang terorganisir. Pada masa Feodal dan Periode Edo (1603–1868) beras bukan sekadar makanan, melainkan mata uang. Kekayaan para penguasa wilayah (daimyo) diukur dalam unit koku (jumlah beras yang cukup untuk memberi makan satu orang dewasa selama setahun). Pajak kepada keshogunan dibayar menggunakan hasil panen beras. Setelah Restorasi Meiji, sistem pajak beralih ke uang tunai, namun beras tetap menjadi simbol ketahanan nasional. Meskipun konsumsi beras per kapita menurun karena perubahan gaya hidup, pemerintah Jepang terus menjaga stok pangan nasional dan mendorong ekspor beras berkualitas tinggi ke pasar global. Baru-baru ini, Jepang juga menghadapi tantangan harga akibat faktor cuaca dan distribusi (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah beras di Jepang dan beras di Indonesia? Seperti disebut di atas, makanan pokok orang Jepang adalah nasi berbahan beras. Makanan pokok nasi ini di Jepang dan Indonesia sejak zaman kuno. Lalu bagaimana sejarah beras di Jepang dan beras di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 02 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 10-4: Prabowo Ingat "Mereka yang Lupa Sejarah Akan Dihukum Sejarah";Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Jasmerah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah. Sejarah Indonesia yang baru telah ditulis. Kementerian Kebudayaan menjanjikan buku Sejarah Indonesia sebanyak 10 jilid akan dibuka akses ke publik pada bulan Februari ini dalam bentuk ebook (gratis). Dalam hal ini sejarah tetaplah sejarah. Hanya saja banyak narasi sejarah yang tidak benar. Sejarah yang benar jangan sekali-kali dilupakan dan melupakan sejarah yang benar akan dihukum sejarah. Pengantar Bisnis di Perguruan Tinggi


Prabowo: Mereka yang Lupakan Sejarah Akan Dihukum Sejarah Kompas.com, 2 Februari 2026: ‘Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya memahami sejarah Indonesia. Menurutnya, bangsa yang lupa akan masa lalunya berisiko terjebak kembali dalam pola ketergantungan dan ketidakadilan global. Presiden menyoroti dinamika politik global dan standar ganda negara-negara besar. "Kita ini diintervensi, diganggu, bahkan dijajah, ini harus kita (me)ngerti, kita harus paham", ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). "Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah," sambungnya. Prabowo menekankan, mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu. Prabowo pun mengajak masyarakat melihat bagaimana kondisi dunia saat ini yang sebenarnya. Menurutnya, negara-negara yang dulu mengajarkan tentang hak asasi manusia hingga demokrasi, kini justru melanggar apa yang mereka ajarkan. "Karena kita mendapat kesempatan hari ini, kita mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana dunia sebenarnya, kita melihat sekarang negara-negara besar yang mengajarkan kita untuk demokrasi, untuk hak asasi manusia, untuk the rule of law, untuk menjaga lingkungan hidup, merekalah yang melanggar apa yang mereka ajarkan," tukas Prabowo. Prabowo pun mempertanyakan di mana hak asasi manusia dan demokrasi yang diajarkan negara besar tersebut. "Puluhan ribu wanita, orang tua, anak-anak tidak berdosa dibantai, dan banyak negara yang diam. Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan?" imbuhnya’. 

Lantas bagaimana sejarah mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah? Seperti disebut di atas, setelah Presiden Soekarno pernah  mengingatkan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”, kini Presiden Prabowo mengingatkan “mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah”. Apa maksud dariperingatan itu semua pada masa kini? Yang jelas, dunia sedang tidak baik-baik saja. Lalu bagaimana sejarah mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 01 Februari 2026

Sejarah Jepang (10): Aksara Bahasa Jepang Hiragana, Katakana dan Kanji; Mengapa Gagal Introduksi Aksara Latin di Jepang?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Bahasa Jepang ditulis menggunakan campuran tiga jenis aksara utama: Kanji (karakter Tiongkok untuk makna), serta dua aksara fonetik/suku kata yaitu Hiragana (untuk kata asli/gramatikal) dan Katakana (untuk kata serapan asing). Ketiga sistem ini digunakan bersamaan dalam kalimat untuk merepresentasikan bunyi dan konsep secara spesifik. 


Aksara Latin, yang dikenal di Jepang sebagai Romaji, pertama kali diperkenalkan pada pertengahan abad ke-16 oleh para misionaris Yesuit dari Portugal (sekitar 1548). Sistem romanisasi pertama dikembangkan oleh seorang Katolik Jepang bernama Anjirō (atau Yajirō) bersama para misionaris untuk membantu penyebaran agama Kristen tanpa harus menguasai sistem penulisan Jepang yang rumit. Salah satu penggunaan awal yang paling terkenal adalah dalam kamus Nippo Jisho (1603), sebuah kamus bahasa Jepang-Portugis yang mencatat pelafalan bahasa Jepang zaman itu menggunakan ejaan Portugis. Penggunaan aksara Latin masa Isolasi (Edo) sempat menghilang hampir sepenuhnya setelah Jepang melarang kekristenan dan menutup diri dari dunia luar pada awal abad ke-17. Aksara Latin kembali populer pada akhir abad ke-19 (Era Meiji) dimana misionaris Amerika James Curtis Hepburn mengembangkan sistem yang sekarang menjadi standar dunia, yaitu Sistem Hepburn (1867), untuk kamus bahasa Jepang-Inggris miliknya. Beberapa cendekiawan pada era Meiji, seperti Mori Arinori, bahkan sempat mengusulkan agar aksara Latin menggantikan Kanji dan Kana sepenuhnya demi memodernisasi Jepang, meskipun ide ini tidak pernah diterapkan secara resmi. Saat ini, Romaji diajarkan di sekolah dasar Jepang dan digunakan secara luas untuk pengetikan pada keyboard komputer serta papan tanda internasional (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah bahasa Jepang dan aksara Hiragana, Katakana dan Kanji? Seperti disebut di atas, aksara Hiragana, Katakana dan Kanji digunakan di Jepang bahkan hingga ini hari. Introduksi aksara Latin di Jepang sejak era Portugis tampanya tidak sepenuhnya berhasil. Lalu bagaimana sejarah bahasa Jepang dan aksara Hiragana, Katakana dan Kanji? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, 31 Januari 2026

Sejarah Jepang (9): Pers di Jepang dan di Indonesia; Surat Kabar di Jepang Berbahasa Asing (Inggris) dan Berbahasa Jepang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Tanggal 9 Februari dalam waktu dekat ini, Hari Pers Nasional (HPN) di Indonesia diperingati. Tanggal ini dulunya “dipilih” untuk memperingati hari berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Surakarta. Sementara, Hari Kebebasan Pers di Jepang umumnya diperingati setiap tanggal 3 Mei. Tanggal ini “tidak dipilih” tetapi bertepatan dengan Hari Peringatan Konstitusi (Kenpō kinen-bi) di Jepang, yang menandai berlakunya Konstitusi Jepang pada tahun 1947, yang menjamin kebebasan pers dan hak asasi manusia. Artikel ini tidak sedang membicarakan tanggal tersebut, tetapi bagaimana sejarah pers yang sebenarnya berawal di Jepang (dan Indonesia). 


Surat kabar di Jepang menggunakan kombinasi tiga sistem aksara utama dan terkadang alfabet Latin untuk menyampaikan informasi secara efisien: Kanji digunakan untuk menuliskan kata benda, batang kata kerja, dan kata sifat yang memiliki makna spesifik; Hiragana digunakan untuk elemen tata bahasa seperti partikel, kata bantu, serta akhiran kata; Katakana digunakan khusus untuk menuliskan kata serapan dari bahasa asing, nama tempat atau orang luar negeri, serta untuk penekanan tertentu; Alfabet Latin (Romaji) dan angka Arab sering digunakan untuk singkatan internasional, nama merek, atau data statistik. Secara visual, teks dalam surat kabar Jepang umumnya dicetak menggunakan gaya huruf Minchō (serif) yang memiliki garis vertikal tebal dan horizontal tipis agar lebih mudah dibaca dalam format cetak. Selain itu, banyak surat kabar masih mempertahankan gaya penulisan tradisional Tategaki, yakni ditulis secara vertikal dari atas ke bawah dan dibaca dari kanan ke kiri (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah pers di Jepang dan pers di Indonesia? Seperti disebut di atas, artikel ini tidak sedang membicarakan sejarah tanggal hari pers tetapi bagaimana sejarah pers yang sebenarnya di Jepang dan di Indonesia. Di Indonesia sejak era Pemerintah Hindia Belanda, semua surat kabar ditulis dalam aksara Latin. Lalu bagaimana sejarah pers di Jepang dan pers di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 29 Januari 2026

Sejarah Jepang (8): Perguruan Tinggi di Jepang; Imperial University Tokyo 1877 dan Mahasiswa Jepang Studi di Luar Negeri


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Sejarah mahasiswa Jepang yang menempuh studi di luar negeri telah berlangsung selama berabad-abad, bertransformasi dari misi keagamaan menjadi alat modernisasi nasional yang krusial. Mahasiswa pertama kali dikirim ke Tiongkok (terutama selama Dinasti Sui dan Tang) untuk mempelajari teknologi, hukum, dan ajaran agama Budha. Di bawah ancaman kolonialisme Barat, Keshogunan Edo mulai mengirim mahasiswa ke Belanda (1862), Inggris, dan Prancis untuk menyerap ilmu pengetahuan modern. Studi luar negeri menjadi kebijakan nasional utama selama Restorasi Meiji (1868–1912) dengan slogan "mencari pengetahuan di seluruh dunia" demi modernisasi Jepang. 


Sejarah perguruan tinggi di Jepang bermula dari adopsi ilmu pengetahuan Barat pada era Meiji (akhir abad ke-19), dengan berdirinya universitas swasta tertua, Keio University (1858) dan Universitas Doshisha (1875). Universitas modern pertama, Universitas Imperial Tokyo, didirikan pada 1877, mengadopsi model Jerman dan sistem pendidikan Barat untuk memodernisasi negara. Pendidikan tinggi Jepang berkembang pesat melalui kombinasi pengaruh Jerman dan Amerika, bertransformasi dari sistem elitis menjadi institusi riset modern. Pendidikan tinggi modern dimulai dengan fokus pada studi Barat (rangaku). Universitas Keio didirikan oleh Fukuzawa Yukichi pada 1858, disusul sekolah-sekolah swasta lainnya seperti Universitas Meiji (1881). Pemerintah mendirikan universitas kekaisaran (Imperial Universities) untuk melayani kebutuhan negara, dengan Universitas Imperial Tokyo (1877) sebagai yang pertama, diikuti Kyoto (1897) dan Tohoku (1912). Sistem pendidikan tinggi awal mengadopsi model Prusia (Jerman) yang menekankan kebebasan akademik dan penelitian. Setelah 1945, sistem pendidikan Jepang direstrukturisasi di bawah pengaruh Amerika Serikat, mengubah fokus menjadi lebih demokratis dan berbasis pada sistem sarjana (S1) serta pascasarjana modern. Universitas di Jepang saat ini berfokus pada inovasi, riset, dan internasionalisasi, menjadikan banyak dari mereka pusat keunggulan akademik global (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Perguruan Tinggi di Jepang? Seperti disebut di atas, mahasiswa Jepang pada masa restoraji Meiji semakin banyak yang yang studi ke luar negeri. Meski Imperial University Tokyo dibentuk tahun 1877, mahasiswa Jepang tetap dikirim studi ke luar negeri. Lalu bagaimana sejarah Perguruan Tinggi di Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. 

Minggu, 25 Januari 2026

Sejarah Jepang (7): Bahasa Indonesia Kini di Jepang dan Bahasa Jepang di Indonesia;Dulu Bahasa Portugis, Belanda, Inggris di Jepang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Sejarah bahasa Indonesia di Jepang berakar dari masa pendudukan Jepang (1942–1945), di mana bahasa Indonesia berkembang pesat karena pelarangan bahasa Belanda. Jepang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi, mendorong kodifikasi istilah baru, dan secara tidak langsung memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Meskipun bertujuan untuk kepentingan propaganda, kebijakan Jepang secara signifikan mempercepat penggunaan bahasa Indonesia secara luas di seluruh Nusantara. 


Masyarakat Jepang tercatat sudah mulai mengenal bahasa Melayu (cikal bakal bahasa Indonesia) sejak tahun 1700-an melalui daftar kosakata sederhana yang dibawa oleh pedagang atau pelaut. Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945) adalah periode ini menjadi titik balik krusial. Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda dan mewajibkan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam pemerintahan dan pendidikan di Indonesia. Kebijakan ini secara tidak langsung memperkuat posisi bahasa Indonesia di mata dunia dan meningkatkan minat studi bahasa tersebut di kalangan akademisi serta pejabat militer Jepang. Pendidikan formal bahasa Indonesia di Jepang mulai berkembang pada awal 1900-an. Fokus utamanya saat itu adalah untuk kepentingan hubungan diplomatik dan ekonomi. Hingga tahun 2026, bahasa Indonesia telah diajarkan di berbagai perguruan tinggi ternama di Jepang sebagai mata kuliah pilihan maupun jurusan khusus. Mahasiswa Jepang tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga aspek budaya, seni, dan sejarah Indonesia. Minat masyarakat Jepang terus meningkat melalui program BIPA yang didukung oleh pemerintah Indonesia. Bahasa Indonesia kini menjadi salah satu bahasa asing yang cukup diminati oleh warga Jepang karena hubungan kerja sama ekonomi yang erat (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah Bahasa Indonesia di Jepang dan bahasa Jepang di Indonesia? Seperti disebut di atas, bahasa Jepang masa kini semakin diminati orang Indonesia, demikian juga Bahasa Indonesia juga semakin diminati orang Jepang. Di masa lampau bahasa Eropa (Portugis, Belanda dan Inggris) juga berkembang di Jepang dan di Indonesia. Lalu bagaimana sejarah Bahasa Indonesia di Jepang dan bahasa Jepang di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, 24 Januari 2026

Sejarah Padang Sidempuan (27):Davos 2026 Kopi Angkola, Kopi Mandailing, Orang Utan Batangtoru; Coffeenatics di Pavilion WEF


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Padang Sidempuan di blog ini Klik Disini

Belum lama ini terjadi banjir bandang di Sumatra, termasuk hilangnya desa Garoga karena terjangan banjir di sungai Aek Garoga. Sungai Aek Garoga ini hulu tertinggi berada di area tertinggi di barat laut (1048 Mdpl) dengan jarak garis lurus dari desa Garoga 16 Km dan hulu terjauh di timur laut di dolok Majang (908 Mdpl) jarak 17 Km. Sungai Batang Toru berada di timur sungai Garoga. Sungai Aek Oeloehala Na Godang yang berhulu di Dolok Majang bermuara ke sungai Batang Toru. Kawasan tiga daerah aliran sungai (DAS) iniklah habitat Orang Utan Tapanuli di ke Kecamatan Batang Toru, kabupaten Tapanuli Selatan. 


Coffeenatics is an Indonesian specialty coffee company that operates as a roaster, wholesaler, coffee academy, and cafe. Founded in Medan in 2015, it has since expanded operations to Jakarta and aims to be a leading caffeine solution provider in the country.  Coffeenatics offers a diverse selection of roasted coffee beans, including specialty-grade Arabica, Arabusta (Arabica & Robusta blend), and competition-level microlot and nanolot coffees. They emphasize the quality and unique taste profile of coffee from specific Indonesian regions like Southern Tapanuli. Cafe & Pastry Department: The company operates several physical cafe locations, primarily in Medan (Cik Ditiro, Tijili, and "X" Timor). These locations serve coffee, locally and globally inspired food, and unique pastries led by Chef Harris Hartanto Tan. They provide barista training programs designed for various skill levels, from aspiring baristas to home enthusiasts and industry professionals, to up-skill their coffee abilities. Coffeenatics is noted for its commitment to sustainability and social impact: Apes for Apes Project: Through this initiative, the sale of their Southern Tapanuli coffee helps fund the conservation of the endangered Tapanuli orangutan, one of the rarest primates in the world (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah kopi Angkola, kopi Mandailing dan Orang Utan Batangtoru? Seperti disebut di ata, Coffeenatics hadir di Pavilion WEF di Davos 2026 beberapa hari lalu dimana Presiden Prabowo menyampaikan tema “Probowonomics”. Harris Hartanto Tan dari Coffeenatics menawarkan kopi Tapanuli Selatan (Angkola dan Mandailing) dan konsep berkelanjutan ala Orang Utan Batang Toru. Lalu bagaimana sejarah kopi Angkola, kopi Mandailing dan Orang Utan Batangtoru? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 23 Januari 2026

Sejarah Jakarta (125): Naturalisasi Restorasi, Normalisasi Revitalisasi Sungai; Mengapa Itu Masih Banjir di Jakarta? Ada Salah Berpikir?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Hingga Januari 2026, banjir masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta karena kombinasi faktor cuaca ekstrem, penurunan permukaan tanah yang kritis, dan masalah struktural drainase kota. Alih-alih menuduh cuaca ekstrem, curah hujan tinggi dan durasi hujan dan bahkan juga disebut ada kontribusi penurunan permukaan tanah,  pengambilan air tanah yang berlebihan dan beban bangunan yang masif, mengapa naturalisasi, normalisasi, revitalisasi, restorasi sungai dan sebagainya tidak menghilangkan banjir?.

 

Sejarah banjir di Jakarta telah tercatat sejak masa kuno karena posisinya yang berada di dataran rendah delta sungai. Prasasti Tugu mencatat upaya penggalian sungai untuk mengalirkan air ke laut. Banjir besar pertama di era Batavia (VOC) 1621 akibat luapan sungai Ciliwung. VOC mulai membangun sistem kanal. Banjir besar terjadi lagi tahun 1654. Pada tahun 1872 banjir besar merendam Batavia setinggi lebih dari satu meter. Tercatat curah hujan ekstrem 1892 setinggi 286 mm dalam delapan jam yang menyebabkan banjir luas. Salah satu banjir terparah era kolonial yang merendam wilayah luas hingga Kemayoran tahun 1918. Setelah ini, sistem pengendali banjir seperti Banjir Kanal Barat Manggarai mulai dibangun. Pada tahun 1977 kawasan Monas terendam dan sedikitnya 50.000 jiwa mengungsi; tahun 1996 banjir setinggi hingga 7 Meter merendam puluhan ribu rumah dan menelan 20 korban jiwa. Banjir nasional tahun 2002 melumpuhkan ekonomi Jakarta dengan cakupan genangan mencapai 24% wilayah kota. Banjir tahun 2007 dianggap sebagai salah satu yang terburuk dalam tiga abad terakhir, sebesar 60% wilayah Jakarta terendam, 80 orang meninggal dunia. Lagi-lagi, tahun 2013 pusat kota (kawasan Sudirman-Thamrin) dan Istana Negara terendam. Terakhir tahun 2020 curah hujan ekstrem di awal tahun menyebabkan banjir luas yang menewaskan puluhan orang dan memaksa ribuan warga mengungsi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah naturalisasi, normalisasi, revitalisasi, restorasi sungai? Seperti disebut di atas, hingga tahun 2026 ini banjir masih terjadi. Pertanyaannya mengapa masih banjir di Jakarta dan berbagai kota? Lalu bagaimana sejarah naturalisasi, normalisasi, revitalisasi, restorasi sungai? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 22 Januari 2026

Sejarah Jepang (6): Amerika versus Jepang; Laksamana Matthew Perry di Jepang 1854, Kapten Gibson di Djambi, Indonesia 1852


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini

Jepang dan Amerika Serikat (AS) saat ini merupakan sekutu dekat secara politik dan militer. Ini terjadi setelah Perang Dunia II, hubungan Jepang dan AS menjadi sangat erat, dibentuk oleh perjanjian damai dan kerja sama militer. Namun tetap menjadi masalah di kalangan masyarakat Jepang. Bukan karena masalah Greenland, tetapi keberadaan Pangkalan Militer AS di Okinawa. Namun rencana invasi Amerika ke Greenland pada masa ini, ada juga miripnya dengan isu invasi Amerika ke Jepang tahun 1854.


Amerika Serikat  secara resmi menyatakan perang dan menjadi musuh Jepang pada 8 Desember 1941. Namun, ketegangan antara kedua negara telah berkembang jauh sebelum itu. Persaingan mulai muncul karena perebutan pengaruh ekonomi dan wilayah di Asia, khususnya di Tiongkok, serta perlakuan diskriminatif terhadap imigran Jepang di AS. Hubungan memburuk drastis setelah Jepang menginvasi Manchuria (1931) dan melancarkan perang skala penuh terhadap Tiongkok (1937). Insiden penenggelaman kapal perang AS, USS Panay, oleh pesawat Jepang pada akhir 1937 semakin memicu kemarahan publik Amerika. AS berusaha menghentikan agresi Jepang dengan menjatuhkan sanksi ekonomi, termasuk larangan ekspor bahan baku perang seperti besi, baja, dan minyak. Hal ini membuat Jepang memandang AS sebagai penghambat utama ambisi mereka di Asia. Jepang melancarkan serangan mendadak ke pangkalan Angkatan Laut AS di Hawaii untuk melumpuhkan armada Pasifik Amerika (7 Desember 1941). Satu hari setelah serangan tersebut, Kongres AS secara resmi menyatakan perang terhadap Jepang, yang menandai keterlibatan penuh AS dalam Perang Dunia II sebagai musuh utama Jepang. Permusuhan ini berakhir setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada Agustus 1945, diikuti dengan periode pendudukan Sekutu yang mengubah hubungan kedua negara menjadi sekutu dekat hingga saat ini (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah Amerika versus Jepang? Seperti disebut di atas, perseteruan antara Jepang dan Amerika dimulai tahun 1937, tetapi jejak-jejaknya sudah muncul sejak kehadiran pasukan Amerika dipimpin Laksamana Peery di Jepang tahun 1854. Dua tahun sebelum itu Kapten Gibson di Djambi melakukan aneksasi tahun 1852. Lalu bagaimana sejarah Amerika versus Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 20 Januari 2026

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia dalam Bahasa Asing, Sejak Kapan?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa Indonesia di blog ini Klik Disini

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nama-nama negara ditulis menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang baku. Sebagai contoh: Belanda (bukan Netherlands), Inggris (bukan United Kingdom/England), Jerman (bukan Germany), Prancis (bukan France atau Perancis), Tiongkok (istilah baku untuk China). Baru-baru ini daftar nama negara yang mengalami penyesuaian ejaan terbaru Indonesia: Afghanistan menjadi Afganistan; Bangladesh (Banglades); Bhutan (Butan) Brunei Darussalam (Brunei Darusalam); Cabo Verde (Tanjung Hijau); Chile (Cili); Djibouti (Jibuti); Guinea (Ginea); Kazakhstan (Kazakstan); Lebanon (Libanon); Liechtenstein (Liktenstin); North Macedonia (Masedonia Utara); Paraguay (Paraguai); Thailand (Tailan); Switzerland (Swis); Uruguay (Uruguai). 


Thailand Jadi Tailan, Akankah Resmi Masuk KBBI? Ini Kata Badan Bahasa Kompas.com, 20 Januari 2026. Kompas.com. Pemerintah melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) resmi menetapkan perubahan penulisan dan pengucapan nama negara Thailand menjadi Tailan dalam bahasa Indonesia. Perubahan ini tercantum dalam dokumen eksonim, yaitu daftar nama resmi negara-negara dunia versi bahasa Indonesia. Pembaruan tersebut dimuat dalam dokumen resmi bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 yang disampaikan Indonesia pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat, pada 28 April–2 Mei 2025. Standardisasi ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang yang telah diajukan delegasi Indonesia sejak 2019. Dalam dokumen UNGEGN bertajuk “Updated World Country Names: Short and Formal Names, Submitted by Indonesia” tertanggal 10 Maret 2025, disebutkan bahwa Indonesia mulai mengumpulkan daftar lengkap nama negara dan ibu kota dunia sejak sesi perdana UNGEGN pada 2019. Upaya tersebut kemudian diperkuat pada 2024 melalui pembaruan ejaan yang lebih akurat secara ortografis (tata tulis) dan fonologis (pelafalan). Tujuan utama pembaruan ini adalah menyesuaikan penulisan nama negara asing agar selaras dengan pelafalan dan tata tulis bahasa Indonesia, tanpa menyimpang dari daftar resmi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti Thailand menjadi Tailan serta Paraguay menjadi Paraguai

Lantas bagaimana sejarah nama negara lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI)? Seperti disebut di atas, baru-baru ini ada sejumlah negara lain yang mengalami penyesuaian dalam Bahasa Indonesia. Sebaliknya, nama Indonesia di berbagai negara lain sudah ada sejak lama. Lalu bagaimana sejarah nama negara lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 18 Januari 2026

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini

Orang Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai Jepang, mendahului Belanda sekitar lebih dari setengah abad. Orang Portugis pertama kali tiba di Jepang pada tahun 1543 ketika sebuah kapal yang membawa pedagang (termasuk António Mota dan Francisco Zeimoto) terhempas badai dan terdampar di Pulau Tanegashima. 


Sejarah Portugis di Jepang dimulai pada tahun 1543, ketika para penjelajah Portugis menjadi orang Eropa pertama yang tiba di sana. Kedatangan mereka membawa pengaruh signifikan dalam perdagangan, persenjataan, dan agama Kristen, meskipun interaksi ini akhirnya berakhir dengan pengusiran mereka dari negara tersebut. Para penjelajah Portugis mendarat di pulau selatan Jepang, Tanegashima, secara tidak sengaja setelah kapal jung mereka terdampar. Pedagang dan saudagar Portugis segera menyadari peluang perdagangan yang menguntungkan di Jepang dan mulai menjalin hubungan. Sejak tahun 1571, Portugis mendirikan pos dagang permanen di Nagasaki dan menikmati monopoli perdagangan tanpa saingan selama sekitar 68 tahun. Dampak terbesar awal adalah pengenalan senjata api (senapan lontak) ke dalam peperangan Jepang, yang secara signifikan mengubah taktik militer di era Sengoku (periode perang sipil). Misionaris Spanyol Fransiskus Xaverius, yang terkait dengan upaya Portugis, tiba di Jepang pada tahun 1550 dan mulai menyebarkan agama Katolik, yang didukung oleh beberapa penguasa daerah untuk keuntungan politik dan ekonomi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang? Seperti disebut du atas, orang Eropa pertama mencapai (wilayah) Jepang adalah orang Portugis. Itu semua bermula dengan Orang Portugis di Indonesia, Hindia Timur. Lalu bagaimana sejarah Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 16 Januari 2026

Sejarah Jepang (4): Orang Jepang Studi ke Belanda 1862 dan Enomoto Takeaki; Ph von Siebold, Seorang Jerman Dokter di Jepang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini

Pada tahun 1862, Keshogunan Tokugawa mengirimkan kelompok pelajar pertama ke Belanda untuk mempelajari teknologi Barat sebagai respon terhadap meningkatnya pengaruh asing setelah kedatangan Komodor Perry (Amerika Serikat) pada 1853. Tujuannya pengiriman adalah mempelajari ilmu navigasi, teknologi angkatan laut, hukum, kedokteran, dan ilmu sosial demi memodernisasi militer dan pemerintahan Jepang. 


Hiroyuki Kato (加藤 弘之 atau Baron Katō Hiroyuki (1836–1916) seorang akademisi dan negarawan Jepang terkemuka pada periode Meiji. Hiroyuki Kato adalah seorang sarjana studi Barat dan menjabat sebagai presiden pertama Universitas Kekaisaran Tokyo (sekarang Universitas Tokyo) Philipp Franz Balthasar von Siebold (1796-1866) adalah seorang dokter, ahli botani, dan penjelajah Jerman yang menjadi orang Eropa pertama yang mengajarkan kedokteran Barat di Jepang. Ia sangat dihargai karena studi ekstensifnya tentang flora dan fauna Jepang dan karena mengumpulkan sejumlah besar informasi tentang alam dan budaya negara itu selama periode isolasinya. Orang asing umumnya dilarang meninggalkan Dejima, tetapi reputasi Siebold sebagai dokter yang terampil memberinya izin khusus untuk merawat pasien Jepang di daratan utama, memberinya akses unik ke negara dan penduduknya.Sepanjang waktunya di Jepang, ia mengumpulkan koleksi benda-benda etnografi, zoologi, dan botani yang luas, yang sekarang disimpan di museum, terutama Siebold Huis di Leiden, Belanda. Siebold menikah dengan wanita Jepang, Kusumoto Taki. Putri mereka, Kusumoto Ine menjadi dokter wanita Jepang pertama yang dididik dalam pengobatan Barat (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah orang Jepang studi ke Belanda 1862 dan Enomoto Takeaki? Seperti disebut di atas; pada tahun 1862, Keshogunan Tokugawa mengirimkan kelompok pelajar pertama ke Belanda untuk mempelajari teknologi Barat. Dalam hal ini di latar belakang ada nama Ph von Siebold, orang Jerman dokter di Jepang. Lalu bagaimana sejarah orang Jepang studi ke Belanda 1862 dan Enomoto Takeaki? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.