Laman

Senin, 25 Oktober 2021

Sejarah Menjadi Indonesia (192): Arus Air Laut dan Arah Angin Laut; Teori Paparan dan Pembentukan Sedimentasi di Dasar Laut

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Arus air laut dan arah angin laut adalah dua hal yang berbeda meski terjadinya di lauta/lautan. Arus air laut terjadi di bawah permukaan laut sementara arah angin laut terjadi di atas permukaan laut. Kedua hal itu dibicarakan bersamaan pada soal proses terjadinya sedimentasi (pengendapan massa berat) di dasar laut seperti sampah dan lumpur. Arah angin laut dapat mempengaruhi arah air laut dan massa berat terapung di atas permukaan laut, sedangkan arus air laut dapat mempengaruhi proses pengendapan massa berat (lumpur dan sampah yang membusuk).

Angin laut adalah angin yang bergerak dari lautan ke daratan yang disebabkan oleh perbedaan suhu di permukaan laut yang lebih dingin dari suhu di daratan. Sementara angin di lautan (samudra) antara lain angn Monsun yang merupakan angin musiman yang bersifat periodik dan biasanya terjadi terutama di Samudera Hindia dan sebelah selatan Asia. Munculnya angin muson biasanya ditandai dengan curah hujan yang tinggi. Angin muson mirip dengan angin laut, tetapi ukurannya lebih besar, lebih kuat dan lebih konstan. Sedangkan arus air laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horisontal sehingga menuju keseimbangannya atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang. Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan densitas air, gaya Coriolis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwellng, downwelling (lihat Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah arus air laut dan arah angin laut sejak zaman kiuno> Lalu bagaimana hubungan arus air laut dan arah angin laut dengan proses sedimentasi di lau terutama wilayah persisir? Selanjutnya apakah proses pembentukan sedimentasi pada kondisi arus air laut dan arah angin laut dengan teori paparan? Yang dimaksud paparan (laut dangkal/daratan tergenang air laut) di wilayah Indonesia adalah paparan Sunda dan paparan Sahul. Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Arus Air Laut dan Arah Angin Laut: Perhatian Sejak Zaman Kuno

Tunggu deskripsi lengkapnya

Teori Paparan dan Pembentukan Sedimentasi di Dasar Laut

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar