Laman

Rabu, 05 Januari 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (337): Pahlawan-Pahlawan Indonesia - Daerah Istimewa West Borneo;Gubernur Pertama Kalimantan Barat

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 sebenarya era kolonialisme sudah berakhir dan era kedaulatan dimulai. Ketika Belanda (NICA) kembali, sebagian pemimpin Indonesia masih ada yang menyambutnya dengan terbuka. Di Kalimantan Barat berada di depan adalah Soeltan Hamid II. Hal itulah mengapa terbentuk negara-negara federal (penentang RI dan Otonom) dengan status Istimewa di Kalimantan Barat. Namun semua itu sebenarnya hanya menunggu waktu. Di satu sisi perjuangan para Republiken tidak akan pernah berhenti, sebaliknya jumlah penduduk maupun jumlah para intelektual pribumi di barisan pro Belanda/NICA (negara-negara federalis) tidak cukup memadai (jumlah maupun kualitas). Dalam hal ini wilayah Kalimantan Barat bersifat anomali. Daerah Istimewa Kalimantan Barat hanya menunggu waktu bubar.

Daerah Istimewa Kalimantan Barat adalah satuan kenegaraan yang tegak sendiri dalam lingkungan Republik Indonesia Serikat yang berkedudukan sebagai daerah istimewa. Daerah Istimewa Kalimantan Barat dibentuk oleh Pemerintah Sipil Hindia Belanda (NICA) pada 28 Oktober 1946 sebagai Dewan Borneo Barat dan mendapat kedudukan sebagai Daerah Istimewa pada 12 Mei 1947. Daerah Istimewa Kalimantan Barat meliputi Swapraja Sambas, Swapraja Pontianak, Swapraja Mampawah, Swapraja Landak, Swapraja Kubu, Swapraja Matan, Swapraja Sukadana, Swapraja Simpang, Swapraja Sanggau, Swapraja Tayan, Swapraja Sintang, Neo-swapraja Meliau, Neo-swapraja Pinoh, dan Neo-swapraja Kapuas Hulu. Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat adalah Sultan Swapraja Pontianak, Sultan Hamid II. Sebelum 5 April 1950 Satuan Kenegaraan Yang Tegak Sendiri Daerah Istimewa Kalimantan Barat bergabung dengan Negara Bagian Republik Indonesia (RI-Yogyakarta). Daerahnya kemudian menjadi bagian dari Provinsi Administratif Kalimantan. Kini wilayah Daerah Istimewa Kalimantan Barat menjadi Provinsi Kalimantan Barat yang telah dibentuk pada tahun 1956. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Daerah Istimewa Kalimantan Barat? Seperti disebut di atas, di Pontianak sejak masa lampu didirikan kerajaan yang makin lama makin kuat di bawah dukungan VOC hingga Pemerintah Hindia Belanda. Kekuatan terakhir kerajaan yang ‘menguasai’ seluruh wilayah West Borneo ini adalah Sultan Hamid II. Lalu bagaima sejarah Daerah Istimewa Kalimantan Barat bermula dan berakhir? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan-Pahlawan Indonesia dan Daerah Istimewa Kalimantan Barat

Sultan Hamid II di Kalimantan Barat adalah Sultan Pontianak, penguasa tunggal wilayah (provinsi) Kalimantan Barat. Pada awal pengakuan kedaulatan Indonesia (27 Desember 1949) sebagai lulusan KMA Breda, anggota KNIL dan mendapat kenaikan pangkat pada era perang kemerdekaan dari Belanda/NICA menjadu Overste (Letnan Kolonel). Pada saat awal pengakuaan kedaulatan ini dalam Kabinet RIS yang dipimpin oleh PM Mohamad Hatta, Soeltan Hamid II diangkat sebagai Menteri Negara (Pertahanan?). Saat itu di wilayah Kalimantan Barat hanya ada pasukan KNIL (namun tidak bertanggungjawab lagi terhadap pada keamanan wilayah). Untuk itu Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP-RI) Jenderal TB Simatoepang segera (setelah pengakuan kedaualatan Indonesia) mengirim TNI ke wilayah Kalimantan Barat. Soeltan Hamid II yang telah diangkat menjadi Menteri Negara marah atas tindakan itu. Mengapa? Apakah Soeltan Hamin II masih penguasa tunggal dan atau ingin memiliki sepenuhnya (wilayah) Kalimantan Barat? Yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan adalah Hamengkoeboewono IX.

Sikap yang ditunjukkan Soeltan Hamid II, dijawab Jenderal TB Simatoepang dengan enteng dijawab ‘bahwa setelah kedaulatan (Indonesia) diserahkan wajar (pemerintahan) RIS menempatkan pasukannya dimana saja. Namun sebagai aparatur keamanan, kemudian mendapat perintah dari kabinet untuk menunda dan menarik kembali pasukan dari wilayah Kalimantan Barat (sementara di Kalimantan Selatan sudah ada TNI). Apakah ini karena lobi-lobi Soeltan Hamid II di kabinet atau Soeltan Hamid II memiliki kekuatan yang dapat menekan Hamengkoeboewono dan Mohamad Hatta? Yang jelas Jenderal TB Simatoepang menganggap Soeltan Hamid II mempunyai maksud tertentu terhadap angkatan bersenjata. [Pembaca dapat menghubungkan kasus ini dimana pada saat itu Soeltan Hamid II masih militer aktif KNIL dengan pangkat Major Jenderal, dengan situasi dan kondisi saat itu pada semester pertama RIS antara lain Westerling di Jawa Barat, Andi Azis di Makassar dan RMS di Maluku].

Tunggu deskripsi lengkapnya

RIS: Daerah Istimewa dan Gubernur RI Pertama

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar