Laman

Rabu, 09 Februari 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (406): Pahlawan Indonesia dan Oei Tjong Hauw, Pengusaha Anggota BPUPKI; Sejarah Lama Semarang

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Seperti halnya Liem Koen Hian dan Oey Tiang Tjoei pada tahun 1945, Oei Tjong Hauw juga menjadi anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Lepas dari besar kecil kontribusi setiap anggota, badan ini tentulah badan yang penting dimana Oei Tjong Hauw sebagai anggota. Kapasitasnya saat itu memiliki portofolio yang tinggi diantara orang-orang Tionghoa. Meski begitu, sejarah Oei Tjong Hauw kurang terinformasikan. Di laman Wikipedia narasi sejarahnya hanya seadanya..

Oei Tjong Hauw adalah ketua partai Chung Hwa Hui (CHH), partai kaum peranakan Tionghoa di Indonesia yang dibentuk tahun 1928. Pada tahun 1945, ia diangkat menjadi anggota BPUPKI. Ia juga adalah putra dari konglomerat gula Oei Tiong Ham dan penerus usaha Kian Gwan. Ia meninggal pada tahun 1950 (Wikipedia). Bagaimana narasi sejarah para tokoh begitu minim, bisa jadi karena keterbatasan data dan sulitnya menemukan akses informasi. Namun sejarah tetaplah sejarah. Narasa sejarah para tokoh penting seharusnya tetap dilengkapi.

Lantas bagaimana sejarah Oei Tjong Hauw? Seperti disebut di atas, narasi sejarah Oei Tjong Hauw kurang terinformasikan meski namanya termasuk salah satu anggota BPUPKI. Lalu bagaimana sejarah Oei Tjong Hauw? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Oei Tjong Hauw Pengusaha Anggota BPUPKI: Chung Hwa Hui

Oei Tjong Hauw bersekolah di sekolah menengah Eropa (HBS 5 tahun) di Semarang. Pada tahun 1921 Oei Tjong Hauw lulus ujian transisi naik dari kelas tiga ke kelas empat (lihat  De locomotief, 02-05-1921).

Siswa yang diterima di sekolah HBS adalah lulusan sekolah dasar berbahasa Belanda ELS atau HIS. Lama studi di HBS lima tahun. Lulusan HBS dapat melanjutkan ke fakultas (perguruan tinggi) termasuk ke Eropa/Belanda. Di Indonesia (baca: Hindia Belanda) fakultas baru satu buah yakni fakultas teknik THS di Bandoeng (yang baru dibuka pada tahun 1920).

Pada tahun 1922 Oei Tjong Hauw tunangan dengan Hendrika Be Kwat Koen (lihat De nieuwe vorstenlanden, 09-12-1922). Oei Tjong Hauw tentu saja belum lulus sekolah HBS. Oei Tjong Hauw diperkirakan lulus pada pertengahan tahun 1923.

Pada akhir tahun 1923 diberitakan Oei Tjong Hauw akan menikah (lihat De nieuwe vorstenlanden, 17-12-1923). Disebutkan dapat kami nyatakan dengan pasti bahwa pada bulan Januari pada acara pernikahan Hendrika, putri bungsu Ibu dan Mayor Be Kwat Koen dengan Oei Tjong Hauw, Direktur Bankvereeniging Oei Tjong Ham di Semarang di rumah pengantin wanita. Pada bulan Januari Oei Tjong Hauw telah menikah dengan Be Hien Nio (lihat De Indische courant, 03-01-1924).  .

Pernikahan Oei Tjong Hauw dan Hendrika (Be Hien Nio) sangat mewah bagai radja dan ratoe. Disebutkan pernikahan diadakan di Solo (lihat De Indische courant,       16-01-1924). Disebutkan Hendrika adalah putri bungsu dari Majoor (Cina) Solo, Banyak yang hadit termasuk para pejabat daerah dan para pengusaha Cina. Juga hadir konsul Cina dari Batavia. Tidak ada yang hadir dari Kraton Solo karena tengah berkabung. Juga disebutkan bahwa minggu depan di Semarang, di rumah keluarga pengantin pria, pesta besar juga akan diadakan.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sejarah Lama Semarang: Oei Tjie Sien, Oei Tiong Ham dan Oei Tjong Hauw

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar