Laman

Rabu, 30 Maret 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (501): Pahlawan Indonesia – Penemuan Pedalaman di Pulau-Pulau Maluku; Seram Halmahera Buru Aru

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Sejarah penemuan pedalaman begitu heroik di Sumatra, Jawa dan Kalimantan karena jauhnya ke pedalaman dari wilayah pantai. Penemuan pedalaman di pulau-pulau Maluku juga berbeda dengan penemuan pedalaman (pulau) Sulawesi. Sejumlah pulau besat di kepulauan Maluku dalam hal ini memiliki kisah sendiri. Pulau-pulau besar di Maluku adalah Seram, Halmahera, Buru dan Aru..

Kepulauan Maluku adalah sekelompok pulau di Indonesia yang merupakan bagian dari Nusantara. Kepulauan Maluku terletak di lempeng Eurasia dan Pasifik. Ia berbatasan dengan Pulau Sulawesi di sebelah barat, Nugini di timur, dan Timor Leste di sebelah selatan, Palau di timur laut. Pada zaman dahulu, bangsa Eropa menamakannya "Kepulauan rempah-rempah" — istilah ini juga merujuk kepada Kepulauan Zanzibar yang terletak di pantai Afrika Timur. Sejak 1950 - 1999, Kepulauan Maluku Utara secara administratif merupakan bagian dari Provinsi Maluku. Kabupaten Maluku Utara kemudian ditetapkan sebagai Provinsi Maluku Utara. Secara geografis, Maluku terbagi menjadi tiga kawasan yang berbeda satu dengan yang lainnya: Maluku Utara, Maluku Tengah, dan Maluku Tenggara. Di wilayah Maluku Utara pulau Ternate dan Tidore dua pulau paling utama di kawasan ini, terlepas dari luasnya yang sangat kecil, bila dibandingkan dengan pulau besar seperti Halmahera. Maluku Tengah merupakan sentrum penduduk dan pusat dari Kepulauan Maluku. Kawasan ini terdiri dari beberapa kepulauan: Ambon, Gorom, Watubela, Lucipara, dan Banda dimana pulau besar adalah Seram dan Buru. Maluku Tenggara merupakan kawasan yang paling jarang penduduk meliputi Kepulauan Kei, Tanimbar, Aru, dan Barat Daya. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah penemuan pedalaman pulau-pulau di (kepulauan) Maluku? Seperti disebut di atas, penemuan pulau-pulau di Maluku seheroik di pulau-pulau besar seperti Sumatra, Jawa dan Kalimantan, tetapi penemuan pedalaman pulau-pulau di Maluku lebih pada upaya pemetaan wilayah, survei vegetasi dan sebagainya. Lalu bagaimana sejarah penemuan pedalaman pulau-pulau di Maluku? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Penemuan Pedalaman Pulau-Pulau Besar di Maluku; Seram, Halmahera, Buru dan Aru

Tunggu deskripsi lengkapnya

Penemuan Pedalaman Pulau-Pulau di Maluku: Pulao Pulau Terpencil

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar