Kamis, 08 Februari 2024

Sejarah Bahasa (287): Bahasa Morotai Bhsa Galela di Pulau Morotai; Nama Lama Gilolo Djailolo, Galela, Moor, Moro dan Morotai


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Morotai adalah nama pulau (kini nama kabupaten) terletak paling utara di Indonesia di timur laut pulau Halmahera. Selama abad ke-15 dan 16, Morotai berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate inti kawasan besar bernama Moro. Pada pertengahan abad ke-16, pulau ini menjadi tempat misi Yesuit Portugis. Kesultanan Muslim Ternate dan Halmahera berusaha mencegah misi itu dari pulau ini pada 1571, Portugis hengkang dari kawasan itu.


Enklave bahasa Galela di Kabupaten Pulau Morotai. Marwia Hi Ibrahim, Dr. Inyo Yos Fernandez. 2010. Anstrak. Bahasa Galela adalah bahasa non-Austronesia. Penutur asli bahasa Galela di Galela Halmahera Utara. Pulau Morotai adalah enklave bahasa Galela. Penduduk asli pulau Morotai adalah “orang Moro” berbahasa Moro, saat ini mengidentifikasikan diri sebagai “orang Morotai”, tetapi tidak menyebut bahasa digunakan sebagai bahasa Morotai karena di sana ada beberapa bahasa, salah satu diantaranya adalah variasi bahasa Galela. Bahasa Galela telah banyak diteliti para ahli linguistik, ahli etnografi maupun para misionaris, tetapi belum ada penelitian tentang hubungan bahasa Galela dengan variasi bahasa Galela di enklave Morotai maupun di tempat lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dari sejumlah ciri fonologis, leksikal, morfologis dan sintaksis menunjukkan bahwa hubungan antara variasi bahasa Galela di enklave Morotai dengan Bahasa Galela di Halmahera Utara adalah hubungan dialek bahasa.  (https://etd.repository.ugm.ac.id/)

Lantas bagaimana sejarah bahasa Morotai bahasa Galela di pulau Morotai? Seperti disebut di atas bahasa Galela juga dituturkan di pulau Morotai sebagai dialek bahasa. Nama lama Djailolo, Gilolo, Galela, Moor, Moro dan Morotai. Lalu bagaimana sejarah bahasa Morotai bahasa Galela di pulau Morotai? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982

Sejarah Bahasa (286): Bahasa Tidore Orang Tidore di Pulau Tidore (Halmahera); Pulau Kecil Punya Relasi Luas di Maluku-Papua


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Pulau Tidore (dekat pulau Ternate) sebuah pulau kecil di sebelah barat pulau Halmahera. Sebelum masuknya Islam pulau dikenal dengan nama; “Limau Duko/Kie Duko” (pulau bergunung api) yang memiliki gunung api --bahkan tertinggi di gugusan kepulauan Maluku yang dinamakan gunung “Kie Marijang” dan "kie Maburu". Nama Tidore (To ado Re=saya mungkin sampai). Gunung Kie Matubu ketinggian 1730 M dpl. Ada 2 eks benteng Portugis, benteng Tohulu dan Toware (Tore) di bagian barat laut pulau.


Bahasa Tidore adalah bahasa di Maluku Utara, yang dituturkan oleh masyarakat Tidore. Bahasa ini berpusat di Pulau Tidore, namun juga digunakan di beberapa wilayah tetangga Halmahera. Merupakan bahasa Halmahera Utara, tidak seperti kebanyakan bahasa di Indonesia yang termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa Tidore dan bahasa Halmahera Utara lainnya mungkin berkerabat dengan bahasa di Semenanjung Kepala Burung, Papua Barat. Tidore merupakan lingua franca daerah yang digunakan untuk komunikasi antaretnis di wilayah Halmahera Tengah. Sejak abad ke-17, bahasa ini mempunyai pengaruh sebagai bahasa perdagangan di wilayah Maluku-New Guinea. Bahasa ini berkaitan erat dengan Ternate, yang terkadang dianggap sebagai dialek. Baik Ternate maupun Tidore telah tercatat secara tertulis setidaknya sejak akhir abad ke-15, menjadi satu-satunya bahasa Papua yang memiliki tradisi sastra asli. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah bahasa Tidore orang Tidore di pulau Tidore (Halmahera)? Seperti disebut di atas bahasa Tidore mirip bahasa Ternate. Pulau kecil memiliki relasi luas di Maluku dan Papua. Lalu bagaimana sejarah bahasa Tidore orang Tidore di pulau Tidore (Halmahera)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982