Kamis, 23 Maret 2023

Sejarah Malang (60): "NKRI Harga Mati" di Malang; Oh. Persatuan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia Tidak Bisa Diubah Lagi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini

Apa arti NKRI harga mati? Tentu saja itu tampak sebagai slogan saja. Tapi sesungguhnya lebih dari itu. Ada banyak kisah yang terjadi di belakangnya. Lalu sejak kapan slogan NKRI harga mati muncul. Itu satu hal. Yang jelas slogan NKRI harga mati hingga ini hari masih eksis. Dalam hubungan ini siapa yang membutuhkan slogan NKRI harga mati tersebut?


Satu Abad NU di Sidoarjo, Bupati Malang: NKRI Harga Mati Pertahankan Indonesia. 07 Februari 2023. Sidoarjo. Suarajatimpost. Puluhan ribu warga nahdiyin dari seluruh Indonesia hadir memenuhi Stadion Gelora Delta Sidoarjo untuk memperingati resepsi puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Selasa (7/2/2023). Dengan mengusung tema 'Merawat Jagat Membangun Peradaban' yang dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, mantan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kapolri, sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Maju, serta KH. Miftachul Akhyar (Rais Aam Pengurus Besar NU), KH. Yahya Colil Staquf (Ketua Umum PBNU). Bupati Malang, H.M Sanusi, bersama Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto serta sejumlah Forkopimda Kabupaten Malang turut menghadiri resepsi Puncak Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). Sanusi mengatakan, peringatan Satu Abad NU bertujuan membela NKRI serta era kebangkitan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa. ''Peringatan Satu Abad NU ini merupakan era kebangkitan dan kebersamaan serta persatuan dan kesatuan para umat untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga dalam Satu Abad NU ini NKRI harga mati untuk mempertahankan Indonesia agar mampu terus membawa keberlanjutan kehidupan bagi generasi muda ke depan," kata Bupati Malang kepada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Malang. (https://www.suarajatimpost.com/)

Lantas bagaimana sejarah NKRI harga mati di Malang? Seperti disebut di atas NKRI harga mati seakan terkesan hanya slogan semata saja, tetapi ada kisah-kisah di belakangnya, termasuk kisah di wilayah Malang. Persatuan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa diubah lagi seperti era RIS? Lalu bagaimana sejarah NKRI harga mati di Malang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Malang (59): Presiden Soekarno ke Malang Agustus 1950, Ada Apa? Soekarno Tidak Berkenan Berdiri Negara Jawa Timur?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini

Apakah Ir Soekarno, Presiden Republik Indonesia Serikat pilih kasih? Fakta bahwa selama Negara Republik Indonesia Serikat eksis, Presiden Soekarno tidak pernah ke Jawa Timur, kampong halamannya. Mangapa? Apakah Ir Soekarno tidak berkenan dengan terbentuknya Negara Jawa Timur? Wilayah Repiublik Indonesia berkurang dengan terbentuknya Negara Jawa Timur.


Monumen Tugu Kota Malang Diresmikan Bung Karno. Tugumalang.id. 14 Feb 2022. Monumen lawas alun-alun Tugu Kota Malang dibangun sebagai simbol kemerdekaan pasca prokmalasi kemerdekaan. Bangunan diresmikan langsung presiden Sukarno. Tujuan monumen sebagai representasi Indonesia telah merdeka. Pakar sejarah Universitas Negeri Malang Dr R Reza Hudiyanto, bahwa peletakan batu pertama monumen ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Doel Arnowo pada 17 Agustus 1946. Pembangunannya disaksikan langsung Wali Kota Malang M. Sardjono dan diresmikan oleh Ir. Soekarno. Pada tahun 1946, kota-kota Jakarta, Surabaya, dan Semarang jatuh ke tangan Sekutu dan diikuti oleh Belanda. Hanya kota-kota berada di pedalaman yang bebas dari kekuasaan seperti Jogja, Kediri, Madiun, Surakarta, dan Malang. Beberapa kota pedalaman, Malang adalah kota paling modern dari aspek infrastruktur. Faktor politik juga menyertai pembangunan monumen ini. Dari segi wilayah, membangun monumen di Yogyakarta sangatlah tidak mungkin, karena tanah kerajaan dan begitu pula di Surakarta, tanahnya Sunan. Setelah ditilik kembali, Malang memang tanah netral tidak dikuasai pihak tertentu dimana masyarakat pada masa itu dapat mewujudkan ekspresinya melalui struktur fisik. Bentuk bangunan ini terdiri dari bambu runcing, relief dengan sisi berbentuk lima (Pancasila) yang isinya lima gambar pulau besar, proklamasi, dan bawahnya (penopang dasar) berupa padma. (https://tugumalang.id/)

Lantas bagaimana sejarah Presiden Soekarno ke Malang Agustus 1950, ada apa? Seperti disebut di atas, Ir Soekarno tidak pernah ke Jawa Timur di Soerabaja dan Malang semasa Negara Republik Indonesia Serikat. Apakah karena Soekarno tidak berkenan terbentuknya Negara Jawa Timur? Lalu bagaimana sejarah Presiden Soekarno ke Malang Agustus 1950, ada apa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.