Sabtu, 08 Agustus 2026

Sejarah Dr Tjipto (14): Soekarno Ditangkap 1930, Ditangkap Lagi 1933; Parada Harahap Memimpin Tujuh Revolusioner ke Jepang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Kongres PPPKI yang pertama September 1928 di Soerabaja berjalan sukses. Ir. Soekarno hadir sebagai ketua Partai Nasional Indonesia (PNI); Parada Harahap sebagai sekretaris Sarikat Sumatra. Dalam Kongres PPPKI kedua di Solo bulan Desember 1929, Ir Soekarno dan Parada Harahap juga hadir. Dua hari setelah kongres Ir Soekarno ditangkap. Mengapa? Setelah masa tahanan berakhir 1931, Ir Soekarno kembali ditangkap tahun 1933. Adanya rumor Ir Soekarno diasingkan ke Flores, Parada Harahap pemimpin surat kabar Bintang Timoer di Batavia memimpin tujuh revolusioner Indonesia ke Jepang. Sejarah Bahasa Indonesia


Soekarno dan para pemimpin penting PNI lainnya ditangkap pada tanggal 29 Desember 1929 oleh otoritas kolonial Belanda dalam serangkaian penggerebekan di seluruh Jawa. Soekarno sendiri ditangkap saat sedang berkunjung ke Yogyakarta. Selama persidangannya di gedung pengadilan Landraad Bandung dari bulan Agustus hingga Desember 1930, Soekarno menyampaikan serangkaian pidato politik bertajuk Indonesia Menggoegat (Indonesia Accuses). Pada bulan Desember 1930, Soekarno dijatuhi hukuman empat tahun penjara, yang dijalani di penjara Sukamiskin di Bandung. Soekarno dibebaskan lebih awal pada tanggal 31 Desember 1931. Namun, selama ia dipenjara, PNI dibubarkan oleh Belanda, mantan anggotanya membentuk dua partai berbeda; Partai Indonesia (Partindo) di bawah rekan Soekarno, Sartono yang mempromosikan agitasi massa, dan Pendidikan Nasionalis Indonesia (PNI Baru) di bawah Mohammad Hatta dan Soetan Sjahrir. Soekarno memilih menjadi ketua Partindo pada tanggal 28 Juli 1932. Pada pertengahan tahun 1933, Soekarno menerbitkan serangkaian tulisan berjudul Mentjapai Indonesia Merdeka (“Mencapai Indonesia Merdeka”). Karena tulisan ini, ia ditangkap oleh polisi Belanda saat mengunjungi rekan nasionalisnya, Mohammad Hoesni Thamrin di Jakarta pada tanggal 1 Agustus 1933 (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Kongres PPPKI 1929, Ir Soekarno ditangkap 1930 dan 1933? Seperti disebut di atas,  Ir Soekarno akan diasingkan ke Flores tahun 1933, lalu Parada Harahap memimpin tujuh revolusioner Indonesia ke Jepang 1933. Lalu bagaimana sejarah Kongres PPPKI 1929, Ir Soekarno ditangkap 1930 dan 1933? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Pengantar Studi Kelayakan Bisnis

Kamis, 06 Agustus 2026

Sejarah Dr Tjipto (13): Kongres PPPKI Pertama di Soerabaja dan Kongres Pemuda Kedua di Batavia; Pengurus PI Ditangkap


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Dalam narasi sejarah Indonesia, Kongres Pemuda jauh lebih dikenal dan lebih penting daripada Kongres PPPKI. Panitia Kongres Pemuda 1926 Tabrani (ketua); Soemarto (sekretaris), Solehuwy (bendahara); Kongres Pemuda 1928 Soegondo (ketua), Mohamad Jamin (sekretaris), Amir Sjarifoedon Harahap (bendahara). Kedua kongres tersebut diadakan di Batavai. Panitia Kongres PPPKI 1928 diadakan di Soerabaja dipimpin Dr Soetomo (ketua) dan Ir Anwari (sekretaris/bendahara). Ibarat Kongres Pemuda membangun landasan untuk masa depan, Kongres PPPKI membuka jalur “take off”. Oleh karena itu Kongres Pemuda dan Kongres PPPKI sama pentingnya: sama-sama membangun Indonesia Raya. Model Bisnis Era Teknologi Informasi


Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) adalah organisasi pergerakan kemerdekaan yang pernah ada di Indonesia. PPPKI merupakan organisasi kumpulan dari beberapa organisasi-organisasi seperti Partai Sosialis Indonesia, Budi Utomo, Partai Nasional Indonesia, Paguyuban Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Kaum Betawi, dan Kelompok Studi Indonesia. Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) didirikan dalam sebuah rapat di Bandung pada tanggal 17–18 Desember 1927. Latar belakang didirikannya PPPKI adalah karena tokoh-tokoh pergerakan nasional beranggapan bahwa berjuang melalui masing-masing organisasi tidak akan membawa hasil. Soekarno kemudian mempunyai ide untuk menggabungkan organisasi-organisasi tersebut supaya Indonesia dapat mencapai kemerdekaannya (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Kongres PPPKI Pertama di Soerabaja 1928 dan Kongres Pemuda kedua di Batavia 1928? Seperti disebut di atas, Kongres Pemuda dan Kongres PPPKI sama pentingnya: sama-sama membangun Indonesia Raya. Dr Tijpto Mengoen Koesoemo diasingkan ke Banda tahun 1927. Lalu bagaimana sejarah Kongres PPPKI Pertama di Soerabaja 1928 dan Kongres Pemuda kedua di Batavia 1928? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia

Selasa, 04 Agustus 2026

Sejarah Dr Tjipto (12): Guru Soewardi Soerjaningrat Dirikan Sekolah Taman Siswa; Guru Soetan Goenoeng Moelia Raih Doktor


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Dr Tjipto Mangoenkoesoemo diasingkan ke Banda tahun 1927. Bagaimana dengan Soewardi Soerjaningrat? Ada sejumlah guru lulusan Belanda, antara lain Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan (tiba di Belanda 1904), Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia dan Sjamsi Sastrawidagda (keduanya 1911), Sam Ratulangi (1912); Soewardi Soerjaningrat, Dahlan Abdoellah, Tan Malaka (ketiganya 1913). Dalam perjalanan karir guru hanya satu yang mendirikan sekolah sendiri (Soewardi Soerjaningrat) dan hanya satu yang meraih gelar doktor. Soewardi Soerjaningrat kemudian dikenal sebagai Ki Hadjar Dewantara. Deepublish


Soewardi kembali ke Indonesia pada September 1919. Soewardi diingatkan oleh istrinya, Raden Ajeng Soetartinah, bahwa perjuangan juga dapat melalui pendidikan. Berbekal ilmu tentang pendidikan dan pengajaran di Belanda, Soewardi kemudian bergabung dengan sekolah binaan saudaranya, Perguruan Adhidarma Yogyakarta pada 1921. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang berencana untuk didirikannya.[butuh rujukan]Pada 3 Juli 1922, ia akhirnya mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa di Yogyakarta. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa. Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. ("di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan"). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah guru Soewardi Soerjaningrat dan sekolah Taman Siswa? Seperti disebut di atas, sejumlah guru lulusan Belanda hanya satu yang mendirikan sekolah sendiri (Soewardi Soerjaningrat) dan hanya satu yang meraih gelar doktor (Soetan Goenoeng Moelia). Lalu bagaimana sejarah guru Soewardi Soerjaningrat dan sekolah Taman Siswa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Model Bisnis Era Teknologi Informasi

Minggu, 02 Agustus 2026

Sejarah Dr Tjipto (11): Persatuan Bangsa Menguat, Diasingkan ke P Banda; Kongres PPPKI dan Kongres Pemuda 1928, Batavia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Saat persatuan bangsa Indonesia menguat, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo diasingkan ke Banda. Persatuan itu dimulai sejak para pemuda melakukan Kongres Pemuda pertama tahun 1926 di Batavia namun tidak lama kemudian meletus pemberontakan komunis. Dr Tjipto Mangoenkoesoemo kemudian diasingkan pada tahun 1927 sebelum diadakannya Kongres PPPKI (senior) pada bulan September dan Kongres Pemuda pemuda kedua pada bulan Oktober 1928 di Batavia. Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Pemerintah Hindia Belanda menganggap Cipto sebagai orang yang sangat berbahaya. Dewan Hindia (Raad van Nederlandsch Indie) pada 15 Oktober 1920 memberi masukan kepada Gubernur Jenderal untuk mengusir Cipto ke daerah yang tidak berbahasa Jawa. tetapi masih di pulau Jawa, yaitu ke Bandung dan dilarang keluar kota Bandung. Di Bandung, Cipto dapat bertemu dengan kaum nasionalis yang lebih muda, seperti Sukarno yang pada tahun 1923 membentuk Algemeene Studieclub. Pada akhir tahun 1926 dan tahun 1927 di beberapa tempat di Indonesia terjadi pemberontakan komunis. Dalam hal ini Cipto juga ditangkap dan didakwa turut serta dalam perlawanan terhadap pemerintah. Hal itu disebabkan suatu peristiwa, bulan Juli 1927 Cipto kedatangan tamu seorang militer pribumi. Kepada Cipto tamu tersebut mengatakan untuk sabotase meledakkan persediaan mesiu, tetapi dia bermaksud mengunjungi keluarganya di Jatinegara terlebih dahulu. Untuk itu dia memerlukan uang untuk biaya perjalanan. Cipto menasihati agar orang itu tidak melakukan tindakan sabotase, dengan alasan kemanusiaan Cipto kemudian memberikan uangnya sebesar 10 gulden kepada tamunya. Setelah pemberontakan komunis gagal dan dibongkarnya kasus peledakan gudang mesiu di Bandung, Cipto dipanggil menghadap pengadilan dianggap telah memberikan andil dalam membantu anggota komunis dengan memberi uang 10 gulden. Sebagai hukumannya Cipto kemudian dibuang ke Banda, tanggal 19 Desember 1927 (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah persatuan bangsa Indonesia menguat, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo diasingkan ke Banda? Seperti disebut di atas, diasingkan sebelum Kongres PPPKI (senior) dan Kongres Pemuda 1928 di Batavia. Lalu bagaimana sejarah saat persatuan bangsa Indonesia menguat, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo diasingkan ke Banda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Metode Riset Bisnis