*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini
Dua partai nasionalis Indonesia yang non-cooperative: Partai Indonesia (Partindo) dan Partai Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru). Ir Soekarno telah mengundurukan diri dari Partindo sebelum diasingkan ke Flores pada bulan Februari 1934. Drs Mohamad Hatta menyusul diasingkan ke Boven Digoel 28 Januari 1935. Di Jawa, Partai Bangsa Indonesia (PBI) menjadi Partai Indonesia Raya (Parindra). Di pengasingan, Mohamad Hatta dipindahkan dari Digoel tanggal 11 Februari 1936 ke Banda (dimana Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Mr Iwa Koesoema Soemantri berada). Metode Riset Bisnis
Partai Indonesia Raya atau Parindra adalah nama yang digunakan oleh dua partai politik di Indonesia. Dr Soetomo, salah seorang pendiri Boedi Oetomo, pada akhir tahun 1935 di kota Solo, menggabungkan antara Persatuan Bangsa Indonesia (PBI), Serikat Selebes, Serikat Sumatera, Serikat Ambon, Budi Utomo, dan lainnya, sebagai tanda berakhirnya fase kedaerahan dalam pergerakan kebangsaan, menjadi Partai Indonesia Raya atau Parindra. PBI sendiri merupakan klub studi yang didirikan Dr Soetomo pada tahun 1930 di Surabaya. Partai Indonesia Raya adalah suatu partai politik yang berdasarkan nasionalisme Indonesia dan menyatakan tujuannya adalah Indonesia Mulia dan Sempurna (bukan Indonesia Merdeka). Parindra menganut asas cooperatie alias bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara duduk di dalam dewan-dewan untuk waktu yang tertentu. Parindra pertama didirikan pada tahun 1935 sebagai hasil penggabungan antara perkumpulan politik Budi Utomo dan Perserikatan Bangsa Indonesia dengan tujuan bekerja sama dengan Belanda untuk mengamankan kemerdekaan Indonesia. Para pimpinan R Soetomo, Mohammad Husni Thamrin, Susanto Tirtoprodjo, Sukarjo Wiryopranoto dan Woerjaningrat (Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah Partai Indonesia Raya (Parindra) 1935? Seperti disebut di atas Partai Bangsa Indonesia dan Boedi Oetomo fusi menjadi Parindra. Dr Tjipto pada awalnya adalah anggota Boedi Oetomo yang kini diasingkan di Banda yang menerima kedatangan Mohamad Hatta yang dipindahkan dari pengasingan di Digoel ke Banda. Lalu bagaimana sejarah Partai Indonesia Raya (Parindra) 1935? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Pengantar Studi Kelayakan Bisnis
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.
Partai
Indonesia Raya (Parindra) 1935; Mohamad Hatta Diasingkan ke Digoel, Tjipto Mangoenkoesoemo di Banda
Tunggu deskripsi lengkapnya
Mohamad Hatta Diasingkan ke Digoel, Tjipto Mangoenkoesoemo di Band; Dr Tjipto Mangoenkoesoemo. Mr Iwa Koesoema Soemantri, Drs Mohamad Hatta dan Soetan Sjahrir di Banda
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar