Tampilkan postingan dengan label Sejarah Soetan Casajangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Soetan Casajangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2026

Sejarah Casajangan (2): Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian; Pemimpin Redaksi Surat Kabar Melayu Pertja Barat di Padang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Soetan Casajangan Soripada memiliki kaitan yang kuat dengan Kweekschool Padang Sidempoean dan Charles Adrian van Ophuijsen. Soetan Casajangan Soripada juga memiliki kaitan yang kuat dengan Dja Endar Moeda. Sama-sama guru dari sekolah yang sama, aktif di jurnalistik. Dja Endar Moeda pendiri organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Soetan Casajangan Soripada pendiri organisasi kebangsaan pertama di Belanda. Namun sayang banyak narasi sejarah yang ditulis tentang mereka kurang akurat. Sebagai contoh kutipan Wikipedia di bawah ini kweekschool Padang Sidimpuan didirikan oleh Willem Iskander [3]. Namun kutipan dari SindoNews keliru, sementara yang dikutip dari PoestahaDepok tidak demikian. Sejarah Pers di Indonesia


Dja Endar Moeda Harahap adalah perintis pers berbahasa Melayu kelahiran Padang Sidempuan, 1861. Dididik sebagai guru di sekolah pengajaran guru, kariernya di dunia pers dimulai sebagai redaktur untuk jurnal bulanan Soeloeh Pengadjar pada 1887.[1]. Pada 1884, ia lulus dari kweekschool Padang Sidimpuan.[2] Sekolah ini merupakan sekolah yang didirikan oleh Willem Iskander.[3] Selama bersekolah, Moeda menjadi salah satu murid Charles Adrian van Ophuijsen.[4] Selepas lulus, ia diangkat menjadi guru pembantu di Air Bangis, lalu menjadi kepala sekolah di Batahan, Mandailing Natal pada 1886.[2] Selama menjadi guru, ia juga menjabat sebagai editor untuk Soeloeh Pengadjar karena kemahirannya dalam Bahasa Belanda yang merupakan jurnal pendidikan yang diterbitkan di Probolinggo pada 1887.[5] Dia dipindahkan dari Batahan ke Singkil dan melakukan ibadah haji pada 1892.[6] Selain naik haji, ia juga melakukan ziarah ke makam ayahnya yang meninggal di Makkah.[7] Berdasarkan catatan perjalanan haji yang diterbitkannya di Bintang Hindia berjudul Perdjalanan ke Tanah Tjoetji (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian? Seperti disebut di atas, Soetan Casajangan Soripada memiliki kaitan yang kuat dengan Dja Endar Moeda. Sama-sama guru dari sekolah yang sama, aktif di jurnalistik. Dja Endar Moeda pendiri organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Soetan Casajangan Soripada pendiri organisasi kebangsaan pertama di Belanda. Lalu bagaimana sejarah Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Selasa, 23 Juni 2026

Sejarah Casajangan (1): Soetan Casajangan Soripada; Kweekschool Padang Sidempoean Tata Bahasa Charles Adrian van Ophuijsen


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Narasi sejarah Indonesia, pada dasarnya belum sepenuhnya menggambarkan peta geomorfologis sejarah Indonesia keseluruhan. Yang terkesan adalah di wilayah terntentu narasinya sangat padat dan bahkan data sampah juga dinarasikan. Sementara itu di berbagai wilayah lainnya di Indonesia hanya dikupas tipis-tipis. Bahkan di banyak wilayah di Indonesia bahkan banyak data sejarah yang belum digali sepenuhnya lebih dalam meski sudah diketahui di permukaannya sudah memgandung unsur emas, intan dan sebagainya. Jika digali terus sudah tentu akan lebih memperkaya lagi narasi sejarah Indonesia. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia


Soetan Casajangan (born Rajiun Harahap, 1874–1927) was a pioneering Indonesian educator and nationalist figure who co-founded the Indische Vereeniging (Indies Association) in the Netherlands, which later transformed into the politically influential Perhimpunan Indonesia. Born in Padang Sidempuan, North Sumatra, he made history as the second student from the Tapanuli region to pursue higher education in Europe. Key Historical Contributions: (1) Indische Vereeniging: He co-founded this student organization in 1908 and served as its first chairman, establishing a crucial hub for early Indonesian nationalist thoughts in Europe. (2) Educational Pioneer: Trained as an educator, he became one of Indonesia's early certified teachers and played a vital role in developing native education systems. (3) National Awakening: His efforts in mobilizing overseas students provided the organizational blueprint for future independent leaders fighting against Dutch colonial rule (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Soetan Casajangan Soripada? Seperti disebut di atas, data sejarah Indonesia sangat melimpah, bahkan masih banyak yang belum tergali. Sebagai contoh, jika nama Soetan Casajangan Soripada (bukan ditulis dengan Soetan Kasajangan Soripada) dicari tidak ditemukan di Wikipedia. Namun AI Wikipedia masih dapat memberikan deskripsinya dalam bahasa Inggris. Satu yang penting dan terpenting, perjalananya awal Soetan Casajangan Soripada terinformasikan sebagai siswa di sekolah guru Kweekschool Padang Sidempoean yang menjadi salah satu murid kesayangan Charles Adrian van Ophuijsen. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan Soripada? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia