Sejarah Menjadi Indonesia (40): Sejarah Awal Penerbangan di Indonesia 1913-1954; Hilgers, Hussni, van der Hoop, Adisoetjipto


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Sejarah penerbangan di Indonesia tentu saja sudah banyak ditulis. Namun isinya tentu saja masih jauh dari lengkap. Penggalian data dan analisis akan terus berlangsung sepanjang data yang selama ini tersimpan di laci dan rak dapat diakses diinternet. Selama ini hanya menyebutkan nama-nama van der Hoop dan Adisoetjipto, tetapi fakta kini tidak hanya itu saja. Nama-nama yang lebih awal seperti Jan Hilgers dan D. Hussni kurang terinformasikan.

De Preanger-bode, 17-02-1913/ De Telegraaf, 23-12-1924
Sejarah Indonesia adalah sejarah yang panjang. Demikian juga sejarah penerbangan di Indonesia. Sepanjang apa sejarah Indonesia dan sepanjang apa sejarah penerbangan di Indonesia tergantung si penulis sejarah. Seperti biasanya dalam penulisan sejarah Indonesia selalu ada pilih kasih, membesarkan yang mana dan mengerdilkan yang mana. Cara-cara serupa itu bukan sejarah Indonesia, tetapi sejarah para penulis sejarah Indonesia. Sejarah Menjadi Indonesia adalah penulisan sejarah yang ditulis secara proporsional, apakah sejak VOC atau sejak era Portugis, yang penting sejauh data dan fakta yang dapat diperoleh. Ibarat manusia, sejarahnya harus dimulai dari kelahirannya, bila perlu sejak masih dalam kandungan. Dalam hal ini, sejarah penerbangan Indonesia tidak hanya dibatasi ketika kali pertama terselenggaran penerbangan jarak jauh dari Amsterdam ke Batavia pada tahun 1924.  

Siapa Jan Hilgers dan D. Hussni mungkin sepintas tidak penting, tetapi kenyataannya pada tempo doeloe merekalah yang memulainya sebelum yang lain mengikutinya. Pada masa ini Haerul dari Pinrang boleh jadi tidak dianggap penting, tetapi kenyataannya Haerul telah memulainya. Sejarah di satu sisi memang bermula tetapi di sisi yang lain sejarah tidak pernah berakhir. Untuk menambah pengetahuan sejarah awal penerbangan di Indonesia (1913-1954), mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Menjadi Indonesia (39): Indorock, Sejarah Musik Pop Indonesia; Perpaduan Musik Keroncong dan Musik Rock Amerika


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Musik Dangdut pada masa ini, musik Indorock pada tempo doeloe. Musik dangdut adalah musik yang bisa dibedakan dengan musik gambus dari Arab dan musik ‘Bollywood’ dari India. Demikian juga musik Indorock, musik yang bisa dibedakan dengan musik rock dari Amerika. Musik keroncong yang telah populer di Indonesia sejak tahun 1920an kemudian pada tahun 1940an mendapat nuansa baru dengan masuknya unsur musik Hawaiaan dan musik rock dari Amerika. Tentu saja belum ada televisi, para musisi Indonesia mengadopsinya melalui majalah Amerika dan musik Amerika melalui saluran radio Singapura dan Filipina. Ibarat sayur asem atau sayur lodeh, muncul pecal atau gado-gado yang khas rasanya.

Transformasi musik Indorock
Artikel ini merupakan kelanjutan dari empat artikel sebelum ini. Tentu saja sejarah musik Indonesia sejak era 1970an banyak ahlinya dan sudah ditulis di berbagai majalan dan surat kabar, meski belum terkompilasi hingga saat ini, namun sejak musik Indonesia sebelum tahun 1970an belum tersentuh sama sekali. Oleh karena itu, sejak musik Indonesia terdahulu menjadi penting untuk melandasi sejarah musik kontemporer masa kini (sejaka 1970an). Serial artikel sejarah musik Indonesia ini adalah salah satu wujud pengayaan eksistensi musik Indonesia sejak era musi tradisi (gamelan dan gondang). Artikel-artikel sebelumnya adalah: Sejarah Menjadi Indonesia (37): Ahli Musik Dunia Mau Ajari, Justru Berbalik Belajar Musik Indonesia; Keroncong dan Dangdut; Sejarah Menjadi Indonesia (35): Pemusik Indonesia, Dari Follower Menjadi Leader; Alip Ba Ta Buka Jalan Musik Dunia Maya; Sejarah Menjadi Indonesia (27): From Javaansche Rhapsody (1909) to Bohemian Rhapsody (1975); Fenomena Alip Ba Ta; Sejarah Menjadi Indonesia (24): Alip Ba Ta Gitaris Fingerstyle Mendunia; Ambassador dalam Penyusunan Sejarah Musik Indonesia.

Musik ‘asli’ Indorock adalah sebuah pergumulan para musisi Indonesia. Musik Indorock dibawah ke Belanda, dan kemudian berkembang di Jerman sebagai musik rock’n roll (Indorock). Musik Indorock kemudian diadopsi oleh The Beatles dan Rolling Stones dan Elvis Presley di Amerika Serikat. Musik rock’n roll yang juga berakar dari musik rock Amerika dengan mudah diterima di Amerika. Bagaimana proses transformasi itu berlangsung tentu masih menarik untuk diktehaui. Untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-simber tempo doeloe.

Sejarah Jakarta (88): Sejarah Pulo Gadung, Perkampungan Orang Melayu di Pulo Besar; Pasar Besar dan Pembangunan Kanal Besar


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Pulo Gadung memiliki sejarah yang panjang. Namun seberapa tua sejarahnya kurang terinformasikan. Poeloe Gadong (kini Pulo Gadung) dibuka dan awalnya didiami oleh orang-orang Melayu. Sebagai pusat perdagangan yang penting di timur Batavia, pemerintah VOC/Belanda kemudian membangun jalan tol air (kanal air) dari Batavia ke Poeloe Gadong. Pasar Poeloe Gadong masih eksis hingga ini hari.

Pasar Pulo Gadung (Peta 1824)
Nama Pulo Gadung disalahartikan sebagai pulau yang banyak ditanam gadung (sejenis umbi-umbian). Entah dari mana sumbernya tidak jelas. Yang jelas Pulo berasal dari poeloe (pulau), namun gadung (gadong, gadoeng) sangat naif diterima hanya karena semata-mata kebetulan mirip dengan nama tanaman (yang juga masih dikenal pada masa ini). Lantas mengapa tidak disebut, misalnya berasal dari kata gedong, gedoeng? Pertanyaan berikutnya mengapa ada pulau di daratan? Dalam hubungan ini, (ilmu) toponimi bukanlah ilmu sejarah. Ilmu sejarah geografis harus bisa menjelaskan asal-usul suatu tempat, tetapi tidak harus selalu menjadi kewajiban untuk membuktikan dan menjelaskannya.

Asal-usul nama Pulo Gadung adalah satu hal. Hal lain yang lebih penting adalah bagaimana sejarah Pulo Gadung. Sejarah Pulo Gadung adalah bagian yang membentuk Sejarah Jakarta. Oleh karena itu dalam sejarah Jakarta, sejarah Pulo Gadung tidak bisa diabaikan. Untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Jakarta (87): Sejarah Rawamangun, Antara Rawasari - Rawabangke; Lapangan Golf Pertama di Indonesia, RS Persahabatan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Wilayah Rawamangun tempoe doeloe tidaklah seluas Rawamangun yang sekarang. Wilayah Rawamangun tempo doeloe bahkan berbatasan dengan wilayah Rawasari di sebelah utara dan wilayah Rawabangke di sebelah selatan. Jauh sebelumnya wilayah ini dikenal, terdapat tiga rawa dimana kemudian terbentuk kampong Rawasari, kampong Rawabangke dan kampong Rawamangoen.

Bataviaasch nieuwsblad, 01-03-1937
Kelurahan Rawamangun termasuk wilayah kecamatan Pulo Gadung, wilayah Jakarta Timur. Kecamatan Pulo Gadung sendiri terdiri dari: Cipinang, Jati, Jatinegara Kaum, Kayu Putih, Pisangan Timur, Pulo Gadung dan Rawamangun. Rawamangun terkenal terkenal karena di Rawamangun terdapat lapangan golf lama dan rumah sakit lama. Lapangan golf Rawamangun dibangun dan diresmikan tahun 1937 (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 01-03-1937), sementara rumah sakit Persahabatan di Rawamangun di bangun dan diresmikan tahun 1963. Tentu saja di Rawamangun juga terdapat pusat perbelanjaan modern yang terbilang pertama yang disebut Arion. Secara geografis, kelurahan Rawamangun berbatasan dengan kelurahan Kayu Putih di sebelah utara, kelurahan Jati dan kelurahan Cipinang di sebelah timur, kelurahan Pisangan Lama di sebelah selatan dan kelurahan Utan Kayu di sebelah barat.

Lantas apa pentingnya sejarah Rawamangun? Nah, itu dia. Sepintas terkesan tidak penting, tetapi paling tidak Rawamangun masih meninggal situs lama yang masih eksis hingga ini hari, yakni lapangan golf pertama di Indonesia yang dibangun dan diresmikan tahun 1937. Yang lebih penting dari itu, mengenal sejarah Rawamangun akan lebih mengenal sejarah Jakarta keseluruhan. Sejaraj Jakarta tidak hanya seputar Monas. Untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.  

Sejarah Jakarta (86): Mendengarkan Cerita Bung Ridwan Saidi Mengenai Bang MH Thamrin; Sejarah Adalah Narasi Fakta-Data


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Bung Ridwan Saidi dan Bang MH Thamrin adalah tokoh beda generasi yang saya suka. Namun yang menjadi masalahnya adalah ketika Bung Ridwan Saidi bercerita tentang Bang MH Thamrin lebih banyak salahnya daripada benarnya. Padahal siapa yang seharusnya mewakili untuk menceritakan tentang Bang MH Thamrin, sosok yang paling tepat adalah Bung Ridwan Saidi. Sebab, Bung Ridwan Saidi dan Bang MH Thamrin sama-sama pernah tinggal di Sawah Besar.

Ini bermula ketika seorang teman, asli Betawi menunjukkan saya video tentang suatu wawancara kepada Bung Ridwan Saidi tentang Bang MH Thamrin yang diupload di You Tube. Saya coba melihat, memang enak mendengar bagaimana Bung Ridwan Saidi bercerita tentang Bang MH Thamrin. Seperti saya, tampaknya Bung Ridwan Saidi juga pengagum Bang MH Thamrin. Yang membuat saya kaget, ekspektasi saya keliru, ingin mendapatkan pengetahuan tambahan tentang Bang MH Thamrin dari Bung Ridwan Saidi, justru banyak kekeliruan yang harus saya catat. Catatan tersebut menjadi pertanyaan dalam menulis artikel ini.

Lantas seperti apa sejarah MH Thamrin? Tentu saja sudah banyak ditulis dan tak perlu diulang di sini, cukup baca saja di internet. Saya juga pernah menulis bagian-bagian tertentu dari sejarah MH Thamrin. Namun soal kekeliruan yang terdapat dalam narasi cerita Bung Ridwan Saidi tentang Bang MH Thamrin kiranya perlu ditambahkan dan juga dikurangi agar kontennya berisi penuh. Dengan demikian narasi sejarah MH Thamrin akan menjadi baik dan benar. Untuk meluruskan sejarah MH Thamrin mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Jakarta (85): Juara Bulu Tangkis Jakarta Kali Pertama Then Giok Soei, 1934; Juara Badminton Surabaya S. Loebis, 1935


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Ferry Sonneville dan Rudi Hartono jago bulu tangkis Indonesia? Jangan geer dulu. Permainan olahraga bulu tangkis (badminton) belumlah lama. Itu baru muncul pada tahun 1908. Pertandingan bulu tangkis kali pertama diadakan di Jakarta (Batavia) ketika diadakan Kejuaraan badminton seluruh West Java (Jawa Barat) pada tahun 1934. Juaranya adalah Then Giok Soei. Untuk junior jagonya di Batavia adalah Indra Loebis. Setahun kemudian dilakukan kejuaraan bulu tangkis pertama di Oost Java (Jawa Timur) di Soerabaja pada tahun 1935. Juaranya adalah S. Loebis. Mereka ini adalah jago-jago bulu tangkis terawal di Indonesia (ketika Ferry Sonneville masih bayi dan Rudi Hartono belum lahir).

Bataviaasch nieuwsblad, 08-10-1934
Marga Loebis tidak hanya Mochtar Loebis. Sangat banyak, tersebar di seluruh Hindia (baca: Indonesia). Marga Loebis juga tidak hanya pemain sepak bola terkenal seperti Taufik Lubis dan Ansyari Lubis. Ternyata marga Loebis juga pernah menjadi juara bulu tangkis di Soerabaja pada tahun 1935 yakni S. Loebis, asal Medan. Tidak hanya itu, sejaman dengan Then Giok Soei, pemain bulu tangkis terkuat di Batavia untuk kategori junior (2-klasse) adalah Indra Loebis. 

Lantas bagaimana sejarah permainan olah raga bola tepok ini bermula di Jakarta? Itu harus dimulai ketika kali pertama diadakan kejuaraan badminton seluruh West Java yang diadakan di Batavia (baca: Jakarta) pada tahun 1934. Sejak itulah permainan olah raga bulu tangkis ini populer dan terus berkembang hingga muncul nama-nama seperti Rudi Hartono dan Liem Swie King. Untuk menambah pengetahuan kita mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Menjadi Indonesia-38: Sejarah Bulu Tangkis Indonesia; Diperkenalkan Amerika (1908), Turnamen Pertama di Medan, 1932


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Indonesia pernah menjadi raja dunia dalam soal bulu tangkis (badminton). Namun bagaimana sejarah awal bulu tangkis di Indonesia tidak pernah ditulis. Padahal untuk menjadi seorang raja haruslah memiliki sejarah yang panjang. Namun ternyata sejarah bulu tungkis ini terbilang singkat jika dibandingkan kerajaan-kerajaan bulu tangkis dunia seperti Inggris dan Belanda. Anehnya, yang memperkenalkan bulu tangkis di Indonesia bukan orang-orang Inggris dan Belanda tetapi justru orang-orang Amerika. Raja badminton pertama di Batavia adalah The Giok Soei (Juara Badminton West Java,1934). Bagaimana bisa? Kenyataannya itulah sejarah awal bulu tangkis di Indonesia.

Introduksi oleh Amerika, 1908; Turnamen oleh Inggris, 1932
Sebelum ada kejuaraan dunia (seperti kejuaraan dunia bulu tangkis beregu campuran Sudirman Cup) sudah ada kejuaraan beregu putra Thomas Cup dan kejuaraan beregu putri Uber Cup. Kejuaraan bnlu tangkis terbuka (open) All England dapat dikatakan kejuaraan yang tertua (dimulai 1899 dengan awal The Open English Championships). Pada kejuaraan All England pada kategori bergengsi (tunggal putra) raja paling lama bertahta adalah Rudi Hartono dari Indonesia. Rekor Rudi Hartono juara tunggal putra sebanyak tujuh kali berturut-turut (1967-1974) dapat dikatakan abadi (sulit terpecahkan).
 
Lantas setelah orang-orang Amerika memperkenalkan bulu tangkis di Batavia, lalu seperti apa selanjutnya? Nah, itulah yang ingin kita teliti lebih lanjut. Yang jelas orang-orang Amerika mengawalinya baru kemudian orang-orang Belanda yang melestarikannya. Dalam perkembangan bulu tangkis di antara orang-orang Belanda itulah orang-orang Indonesia mulai belajar bulu tangkis dan aktif melakukan latihan, hingga pada gilirannya Rudi Hartono mampu merebut perhatian publik bulu tangkis dunia di Inggris.

Sejarah Jakarta (84): Sejarah Rawasari dan Jembatan Serong Tempo Doeloe; Mengapa Jembatan Dibuat Serong di Rawasari?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Ketika saya masih tinggal di Rawasari tempo doeloe (awal tahun 1990an) terdapat sebuah jembatan yang disebut Jembatan Serong. Apakah jembatan tersebut sudah diluruskan, entahlah. Namun ternyata nama jembatan serong tidak hanya di Rawasari, juga terdapat di Cipayung Depok, di Tanah Abang dan (mungkin di tempat lain). Bukan karena tata letak jembatan yang memotong sungai serong (x) yang menjadi perhatian, tetapi mengapa penduduk menyebutnya Jembatan Serong, sementara jembatan-jembatan yang memotong tegak lurus sungai (+) tidak disebut Jembatan Lurus.

Peta 1890
Sejarah Jakarta boleh dikatakan memiliki sejarah yang panjang dan lengkap. Begitu kayanya sejarah Jakarta, bahkan setiap jengkal tanah di Jakarta dapat disusun sejarahnya (sesuatu yang sulit dilakukan di kota-kota lain). Sejarah Rawasari dalam hal ini adalah rangkaian sejarah nama-nama tempat di Jakarta. Sejauh ini (di dalam blog ini) yang sudah ditulis sejarahnya antara lain: Salemba, Matraman, Menteng, Kebayoran, Tanah Abang, Pasar Senen, Pacenongan, Sawah Besar, Kwitang, Ancol dan Tanjung Priok.  

Jembatan Serong adalah satu hal. Satu hal lain yang lebih penting dari itu adalah bagaimana dengan sejarah Rawasari sendiri. Tentu saja belum pernah ditulis. Siapa yang peduli sejarah Rawasari. Tapi, meski begitu, Rawasari nyatanya memiliki sejarahnya sendiri, sejarah yang belum terinformasikan, bahkan sejarah Rawasari terkait dengan sejarah Jembatan Serong. Untuk menambah pengetahuan kita, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Menjadi Indonesia (37): Ahli Musik Dunia Mau Ajari, Justru Berbalik Belajar Musik Indonesia; Keroncong dan Dangdut


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
 

Kontribusi Indonesia dalam musik dunia (world music) adalah musik keroncong, musik rock’n roll dan musik dangdut. Musik keroncong adalah gabungan dari musik Eropa (Portugis) dengan musik tradisi (gamelan dan gondang); musik rock’n roll adalah gabungan musik keroncong dengan musik rock (Amerika); dan musik dangdut adalah gabungan musik tradisi India, musik tradisi Arab (gambus) dan musik tradisi Indonesia (khususnya gamelan Soenda: degung).

Gitaris Indonesia masa kini
Musik keroncong, musik rock’n roll dan musik dangdut bertumpu pada permainan gitar (rhythm) dari alat gitar yang digunakan. Meski alat musik gitar bukan asli Indonesia, namun para musisi Indonesia sejak tempo doeloe (sejak era Belanda) kemampuan bermain gitarnya tidak kalah. Para pemain gitar asal Indonesia inilah yang memberi musik inti (core music) pada musik keroncong, musik rock’n roll dan musik dangdut. Musisi musik keroncong terkenal antara lain WR Supratman dan Gesang; musik ronck’n roll tentu saja harus disebut paling tidak nama Eddy Chatelin kelahiran Bandung (di Belanda); para musisi musik dangdut tentu saja rajanya adalah Rhoma Irama. Dua nama yang terakhir sangat piawai dalam bermain gitar (yang menjadi dua genre musik tersebut). Pada masa ini jago-jago gitar Indonesia bermunculan di You Tube, antara lain: mulai dari yang senior seperti Ian Antono (God Bless), Pay Siburian (Slank) dan Dewa Budjana (Gigi). Untuk kategori fingerstyle melejit nama Alip Ba Ta dan Fay Ehsan. Pada kategori remaja dan anak-anak yang mendapat perhatian dari musisi dunia antara lain Meliani Siti Sumartini, Abim dan Ayu Gusfanz. Enam nama yang disebut terakhir menjadi perhatian di dunia You Tube. Bagi yang muda-muda ini tentu masih banyak waktu untuk meningkatkan keahlian yang pada waktunya dapat mendominasi dalam daftar musisi dunia.

Bagaimana lahirnya musik-musik ala Indonesia ini menarik untuk dipelajari kembali. Jauh sebelum sekarang satu abad yang lalu ahli musik Eropa (Paul Seelig dan Karl Halusa) telah mengagumi musik tradisi Indonesia. Mereka sangat apresiasi kepada musisi-musisi pribumi bagaimana memainkan alat-alat musik. Boleh jadi itulah mengapa musisi-musisi asal Indonesia telah mendominasi di Belanda pada tahun 50-60an. Di era internet (You Tube) sekarang penduduk dunia mulai menoleh pada musik Indonesia dan tanpa segan-segan untuk mempelajari dan belajar dari musisi-musisi Indonesia. Bagaimana itu semua bertransformasi? Mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.  

Sejarah Bandung (46): Eddy Chatelin 1957, Pionir Musik Rock’n Roll (Crazy Rockers); Kelahiran Bandung, Nenek Moyang Padang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bandung dalam blog ini Klik Disini

Menelusuri masa lampau adakalanya sangat mengejutkan. Musik rock;n roll yang selama ini dikenal berkembang di Amerika Serikat, sesungguhnya bermula di Belanda. Kelahiran musik rock’n roll haruslah dikaitkan dengan jari-jari tangan Eddie Chatelin dalam memainkan gitar yang menimbulkan sound roll. Eddie Chatelin tergabung dalam grup musik Indorock (rock’n roll) The Crazy Rockers. Eddie Chatelin adalah seorang musisi Indo kelahiran Bandung dan neneknya adalah orang Padang. Bagaimana bisa? Itulah kejutannya.

Eddie Chastelin dan The Crazy Rockers
Grup musik Crazy Rockers meniru grup musik Tielman Brothers. Sidney Rampersad kelahiran Paramaribo, Suriname di Belanda mendirikan grup musik The Crazy Rockers. Sidney berperan sebagai penyanyi, gitaris dan drummer. Lalu bergabung penyanyi dan gitaris Woody Brunings (melodi) dan gitaris tunggal Eddy Chatelin (rhythm). Woody Brunings kelahiran Karibia dan besar di Suriname terbiasa dengan musik rock yang berasal dari Amerika Serikat. Sedangkan Eddy Chatelin yang berasal dari Indonesia terbiasa dengan musik kroncong. Gabungan musik rock dan musik kroncong inilah oleh dua musisi di dalam grup musik The Crazy Rockers melahirkan irama musik rock’n roll. The Crazy Rockers adalah pionir dalam musik rock’n roll. Aliran musik rock’n roll dari The Crazy Rockers kurang diterima di Belanda. Para kritikus musik Belanda menyebut musiknya musik hutan dan pemainnya monyet. Namun musik ini diterima dan digandrungi di Jerman. Musik rock’n roll The Crazy Rockers yang diterima di Jerman ini kemudian berkembang pesat di Amerika Serikat (yang boleh dikatakan diadopsi musisi Amerika Serikat seperti Elvis Presley). Dalam hal ini Tielman Brothers adalah grup musik lima Indo yang memulai karir musik di Soerabaja. Catatan tambahan: Eddie van Halen, grup musik rock asal Pasadena Amerika Serikat, ibunya kelahiran Rangkasbitung dan neneknya orang Purworejo. Itulah kejuatan tambahannya.

Lantas bagaimanan riwayat keluarga Eddie Chastelin? Itulah pertanyaan utamanya. Lalu bagaimana Eddie Chastelin dan grup musiknya The Crazy Rockers muncul dan masuk sebagai satu-satunya grup musik dari Belanda dalam Top Ten? Itulah pertanyaan berikutnya. Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut, serta untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.