*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini
Ada satu anomali yang sangat besar di Indonesia tentang penyebaran bahasa Eropa. Dalam hal ini bahasa Belanda di Indonesia pada masa ini hampir tidak meninggalkan bekas dalam penggunaannya. Berbeda dengan di Amerika Serikat dan Australia lestari bahasa Inggris, demikian juga bahasa-bahasa Spanyol dan bahasa Portugis (plus bahasa Belanda) di negara-negara Amerika Latin. Di Malaysia dan Filipina bahkan masih terasa jejak-jejak penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Spanyol. Sejarah Bahasa Indonesia
Semasa Pemerintah Hindia Belanda, tidak semua, tetapi sebagian besar orang Belanda bisa atau setidaknya memahami bahasa Melayu. Kemampuan ini merupakan kebutuhan praktis karena bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca atau bahasa perantara di seluruh kepulauan. Orang Belanda yang tinggal di Hindia Belanda harus berkomunikasi dengan pembantu rumah tangga, pedagang di pasar, dan pekerja pribumi yang umumnya tidak mengerti bahasa Belanda. Pemerintah kolonial menggunakan bahasa Melayu untuk urusan administrasi dengan pegawai pribumi tingkat rendah karena penguasaan bahasa Belanda di kalangan pribumi sangat dibatasi oleh kebijakan pemerintah. Di kalangan militer dan kantor pemerintahan, dikenal istilah Dienstmaleisch (Melayu Kedinasan), yaitu bentuk bahasa Melayu sederhana yang digunakan oleh pejabat Belanda untuk memberi perintah atau berinteraksi dengan bawahan pribumi. Banyak orang Belanda di Hindia adalah keturunan campuran (Indo). Mereka sering dibesarkan oleh pengasuh pribumi (babu), sehingga bahasa pertama atau bahasa yang lebih mereka kuasai dalam kehidupan sehari-hari sering kali adalah bahasa Melayu atau bahasa daerah, bukan bahasa Belanda (AI Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah semua Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia? Seperti disebut di atas, semasa Pemerintah Hindia Belanda, sejatinya semua orang Belanda bisa berbahasa Indonesia. Namun sebaliknya, tidak semua Orang Indonesia bisa berbahasa Melayu. Mengapa? Lalu bagaimana sejarah semua Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan





