Jumat, 10 April 2026

Sejarah Indonesia Jilid 5-5: Awal Penemuan Sumber Minyak di Bumi Nusantara; Sumber Energi Pertama Batubara Kemudian Minyak


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Sejarah minyak bumi di Indonesia dimulai pada tahun 1885 dengan penemuan komersial pertama di Telaga Tunggal, Langkat, Sumatera Utara oleh Aeilko Jans Zijlker, setelah eksplorasi awal dimulai tahun 1871. Industri ini berkembang pesat di bawah kolonial Belanda (termasuk sumur Matilda, Balikpapan 1897) dan kemudian dikelola negara melalui Pertamina (didirikan 1957).  

 

Sejarah minyak di Indonesia memiliki perjalanan yang sangat panjang. Ini bermula para penjelajah Belanda yang terinspirasi oleh kesuksesan pengeboran minyak pertama di Amerika Serikat pada tahun 1859. Pada tahun 1871 Jan Reerink melakukan pengeboran pertama di Cibodas, Majalengka, Jawa Barat. Meski ditemukan rembesan minyak, hasilnya tidak komersial. Pada tahun 1883 Aeilko Jans Zijlker menemukan rembesan minyak di Telaga Said, Langkat, Sumatera Utara yang menjadi cikal bakal berdirinya perusahaan minyak Belanda Royal Dutch Shell. Lalu tahun 1897 dimulai pengeboran di Balikpapan (Sumur Matilda). Dalam hal ini Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) anak perusahaan Royal Dutch Shell lalu menguasai sebagian besar lapangan minyak. Sebagian yang lain Standard Oil & Caltex perusahaan asal Amerika Serikat mulai mengeksplorasi wilayah Sumatera dan menemukan lapangan minyak raksasa seperti Minas di Riau pada akhir 1930-an. Pada masa ini, Hindia Belanda menjadi salah satu produsen minyak terbesar di Timur Jauh. Setelah merdeka, pada tahun 1957 Pemerintah mendirikan PT Perusahaan Minyak Nasional (Permina) untuk mengelola ladang minyak di Aceh. Penggabungan dua perusahaan negara (Pertamin dan Permina) tahun 1968 dibentuk Pertamina, yang menjadi pengelola tunggal industri migas nasional berdasarkan UU No. 8 Tahun 1971 (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah awal penemuan sumber minyak di Bumi Nusantara? Seperti disebut di atas, itu dimulai oleh para penjelajah Belanda setelah penemuan batubara dan kemudian disusul penemuan minyak. Lalu bagaimana sejarah awal penemuan sumber minyak di Bumi Nusantara? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 19 Maret 2026

Sejarah Sepak Bola (43): Klub Como 1907 di Danau Pegunungan di Como, Italia; Klub Hartono Bersaudara dari Serie-D ke Serie-A


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Artikel ini sudah lama artikel dibuat, tetapi tidak kunjung diupload. Namun kabar duka hari ini tanggal 19 Maret 2026 pemilik klub Como bahwa Bapak Michael Bambang Hartono dikabarkan meninggal dunia di Singapura. Klub Como 1907 tengah berduka. Namun demikain nama Michael Bambang Hartono akan selalu dikenal oleh supporter Coma 1907. Semoga klub fenomenal ini terus Berjaya di bawah dukungan sang adik Robert Budi Hartono. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Como 1907 adalah klub sepak bola Italia yang saat ini berkompetisi di Serie A, kasta tertinggi liga Italia. Klub ini menjadi sangat populer di Indonesia karena dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia, yaitu Keluarga Hartono (Grup Djarum) melalui anak perusahaan mereka, SENT Entertainment. Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono sejak 2019 mengakuisisi klub yang berada di kota peguinungan di pinggir danau Como. Dukungan finansial mereka, Como dinobatkan sebagai klub sepak bola dengan pemilik terkaya di Italia menurut Forbes. Kabar Duka Terbaru: Pada 19 Maret 2026, klub secara resmi menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya salah satu pemiliknya, Michael Bambang Hartono. Saat ini klub dilatih oleh legenda sepak bola Cesc Fabregas dari Spanyol. Markar klub berada di Stadion Giuseppe Sinigaglia yang terletak di pinggir Danau Como. Klub ini dibeli saat berada di Serie D (divisi empat) setelah mengalami kebangkrutan, lalu berhasil promosi beruntun hingga mencapai Serie A pada musim 2024/2025. Identitas klub dikenal dengan julukan I Lariani dan identik dengan warna biru kerajaan (royal blue) (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Klub Como 1907 di Danau Pegunungan di Como, Italia? Nah, itu dia: jarang ditulis. Pada masa ini hanya terinformasikan telah dimiliki oleh Hartono Bersaudara, klub yang awalnya berada di Serie-D tetapi kini dalam waktu singkat sudah di Serie-A dan moga-moga segera berpartisipasi dalam Liga Champion Eropa. Lalu bagaimana sejarah Klub Como 1907 di Danau Pegunungan di Como, Italia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Pers di Indonesia

Rabu, 18 Maret 2026

Sejarah Jepang (16): Tragedi di Nagasaki dan Hiroshima Tahun 1945; Kini, Apakah Sekutu Masih Tetap Dipimpin oleh Amerika Serikat?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Entah mengapa saya teringat bagaimana terjadi tragedi Nagasaki dan Hirosima tahun 1945. Namun ini hanya soal bagaimana sejarah itu terjadi. Saya tidak berpikir tentang apa yang terjadi dengan perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran di Selat Hormuz. Pada tahun 1945 Amerika Serikat didukung oleh Sekutunya. Sementara pada tahun ini, Israel didukung oleh Sekutunya yakni Amerika Serikat. Kalau dulu Amerika Serikat maju dengan slogan “Ini Perang Kami”. Sementara di Selat Hormuz: “Ini Perang Mereka”, Kami hanya mendukung Israel. Apakah itu benar? Saya teringat Nagasaki dan Hirosima. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan


Tragedi Hiroshima dan Nagasaki adalah peristiwa pengeboman atom oleh Amerika Serikat terhadap dua kota di Jepang pada akhir Perang Dunia II, tepatnya pada 6 dan 9 Agustus 1945. Peristiwa ini merupakan satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam konflik bersenjata sepanjang sejarah manusia dan menyebabkan kehancuran total serta korban jiwa yang sangat besar. Pada tanggal 6 Agustus 1945 di Hiroshima pesawat B-29 bernama Enola Gay menjatuhkan bom atom jenis uranium bernama "Little Boy". Ledakan ini menewaskan sekitar 140.000 orang hingga akhir tahun 1945. Pada tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki, tiga hari kemudian, bom plutonium bernama "Fat Man" dijatuhkan di Nagasaki, yang mengakibatkan kematian lebih dari 70.000 orang. Total korban tewas diperkirakan mencapai antara 150.000 hingga 246.000 orang, sebagian besar merupakan warga sipil. Banyak korban yang selamat (Hibakusha) menderita luka bakar parah dan penyakit akibat radiasi jangka panjang. Pengeboman ini memaksa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia II. Hingga saat ini, lokasi pengeboman seperti Hiroshima Peace Memorial (Genbaku Dome) menjadi pengingat sejarah bagi dunia tentang bahaya senjata nuklir dan pentingnya perdamaian (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah tragedi Nagasaki dan Hirosima Tahun 1945? Seperti disebut di atas, gagasan penulisan artikel karena teringat saja. Fakta bahwa pada hari ini terjadi perang Israel dan Amerika Serikan versus Iran (yang berpusat di selat Hormuz). Apakah ada kesamaan antara Perang Dunia dan Sekutu Dipimpin Amerika Serikat tempo doeloe di Jepang dengan di selat Hormuz sekarang. Lalu bagaimana sejarah tragedi Nagasaki dan Hirosima Tahun 1945? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.  Pengantar Metode Riset Bisnis

Senin, 09 Maret 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-6: Semua Orang Belanda Bisa Berbahasa Indonesia; Tidak Semua Orang Indonesia Bisa Bahasa Melayu


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Ada satu anomali yang sangat besar di Indonesia tentang penyebaran bahasa Eropa. Dalam hal ini bahasa Belanda di Indonesia pada masa ini hampir tidak meninggalkan bekas dalam penggunaannya. Berbeda dengan di Amerika Serikat dan Australia lestari bahasa Inggris, demikian juga bahasa-bahasa Spanyol dan bahasa Portugis (plus bahasa Belanda) di negara-negara Amerika Latin. Di Malaysia dan Filipina bahkan masih terasa jejak-jejak penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Spanyol. Sejarah Bahasa Indonesia


Semasa Pemerintah Hindia Belanda, tidak semua, tetapi sebagian besar orang Belanda bisa atau setidaknya memahami bahasa Melayu. Kemampuan ini merupakan kebutuhan praktis karena bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca atau bahasa perantara di seluruh kepulauan. Orang Belanda yang tinggal di Hindia Belanda harus berkomunikasi dengan pembantu rumah tangga, pedagang di pasar, dan pekerja pribumi yang umumnya tidak mengerti bahasa Belanda. Pemerintah kolonial menggunakan bahasa Melayu untuk urusan administrasi dengan pegawai pribumi tingkat rendah karena penguasaan bahasa Belanda di kalangan pribumi sangat dibatasi oleh kebijakan pemerintah. Di kalangan militer dan kantor pemerintahan, dikenal istilah Dienstmaleisch (Melayu Kedinasan), yaitu bentuk bahasa Melayu sederhana yang digunakan oleh pejabat Belanda untuk memberi perintah atau berinteraksi dengan bawahan pribumi. Banyak orang Belanda di Hindia adalah keturunan campuran (Indo). Mereka sering dibesarkan oleh pengasuh pribumi (babu), sehingga bahasa pertama atau bahasa yang lebih mereka kuasai dalam kehidupan sehari-hari sering kali adalah bahasa Melayu atau bahasa daerah, bukan bahasa Belanda (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah semua Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia? Seperti disebut di atas, semasa Pemerintah Hindia Belanda, sejatinya semua orang Belanda bisa berbahasa Indonesia. Namun sebaliknya, tidak semua Orang Indonesia bisa berbahasa Melayu. Mengapa? Lalu bagaimana sejarah semua Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan

Sabtu, 07 Maret 2026

Sejarah Indonesia Jilid 4-3: Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb dalam Navigasi Pelayaran (Perdagangan) Eropa; Arab vs Iran


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Selat Bab el-Mandeb adalah selat sempit ((chokepoint) yang menjadi jalur perairan strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Selat ini memisahkan dua benua, yakni Asia (Semenanjung Arab) dan Afrika (Timur Laut Afrika). Pada masa ini terletak di antara negara Yaman di sisi Asia, serta Djibouti dan Eritrea di sisi Afrika memiliki lebar sekitar 32 km (20 mil). Pulau Perim membagi selat ini menjadi dua saluran: saluran barat seluas 26 km dan saluran timur (Bab Iskender) seluas 3 km. Dalam bahasa Arab, "Bab el-Mandeb" berarti "Gerbang Air Mata" atau "Gerbang Duka Cita".  Pengantar Metode Riset Bisnis


Selat Hormuz adalah jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sejarah Selat Hormuz mencatat transisi kawasan ini dari pusat perdagangan kuno yang makmur menjadi titik api geopolitik paling strategis di dunia modern. Nama "Hormuz" diambil dari Kerajaan Hormuz kuno yang menguasai wilayah tersebut antara abad ke-10 hingga ke-17. Sejak abad ke-10, selat ini telah menjadi gerbang utama perdagangan dunia yang menghubungkan India dan Tiongkok dengan Timur Tengah serta Eropa. Lokasinya yang strategis membuat kekuatan Eropa, terutama Portugal, menduduki wilayah ini pada awal abad ke-16 untuk mengendalikan jalur rempah-rempah sebelum akhirnya direbut kembali oleh kekuatan lokal (Persia) dengan bantuan Inggris pada 1622. Sejak penemuan cadangan minyak besar di Timur Tengah pada abad ke-20, Selat Hormuz bertransformasi menjadi "urat nadi energi dunia". Kini merupakan jalur bagi sekitar seperlima (20%) pasokan minyak dunia dan lebih dari seperempat perdagangan minyak dan gas maritim global. Secara hukum internasional, Selat Hormuz dikategorikan sebagai perairan internasional yang terbuka bagi pelayaran global, namun secara geografis diapit oleh Iran dan Oman (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb dalam navigasi pelayaran (perdagangan) Eropa? Seperti disebut di atas, dua selat ini sejak dahulu telah menjadi jalur masuk ke Laut Merah dan ke Teluk Persia dalam navigasi pelayaran perdagangan. Pada masa ini terdapat kekuatan Arab di Laut Merah dan kekuatan Iran di Teluk Persia. Lalu bagaimana sejarah Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb dalam navigasi pelayaran (perdagangan) Eropa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia

Kamis, 05 Maret 2026

Sejarah Sepak Bola (42): Jay Idzes dan Marga van der Sluys di Semarang; Lika Liku dalam Melacak Asal Usul Para Leluhur


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Pada masa ini ada dua nama yang dihubungkan dengan Kota Semarang: Maximilian van der Sluys Veer dan Jay Idzes. Max dan istrinya, Elly Kristanti, adalah pemilik terakhir rumah kuno bersejarah sebelum dihibahkan ke Yayasan Mardi Waluyo pada 2013. Rumah tersebut dibangun sekitar tahun 1890 awalnya dimiliki oleh arsitek Belanda ternama, Abraham Fletterman. Pada tahun 1952. Max menjabat sebagai Bendahara II di perkumpulan bernama Samarangse Van. Mereka adalah kerabat dekat Corrie Fletterman, yang merawat rumah itu setelah tahun 1965. Bangunan itu kini menjadi cagar budaya di Jalan Kyai Saleh No 15 Semarang..Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Jay Idzes, bek tangguh Timnas Indonesia kelahiran Belanda (2 Juni 2000), memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya. Kakeknya lahir di Semarang pada 1939 dan pernah merasakan masa penjajahan, sedangkan neneknya dari Jakarta. Ia memilih dinaturalisasi (Desember 2023) karena hubungan erat dengan keluarga, yang mendukung kariernya sebagai pemain profesional. Kakek Jay Idzes sempat hidup di panti asuhan selama 10 tahun, dan mengalami masa sulit penjajahan Jepang. Hingga saat ini, nama lengkap kakek Jay Idzes  tidak dipublikasikan secara spesifik ke publik oleh sang pemain. Meskipun identitas namanya dirahasiakan, Jay Idzes telah membagikan beberapa informasi penting mengenai latar belakang kakeknya yang menjadi dasar garis keturunannya: Kakek Jay Idzes (ayah dari ibunya) lahir di Semarang pada tanggal 16 November 1939 akhirnya pindah ke Belanda pada usia sekitar 20 hingga 25 tahun. Jay mengungkapkan bahwa ibunya (single parent) membesarkan dirinya dan saudara perempuannya sendirian selama bertahun-tahun. Jay lahir dan besar di Mierlo, Belanda. Nenek Jay Idzes berasal dari Jakarta dan kakeknya dari Sumatera (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Jay Idzes dan marga van der Sluys di Semarang? Seperti disebut di atas, kakek Jay Idzes lahir di Semarang pada tahun 1939, tetapi tidak terinformasikan namanya. Sementara itu di Semarang pada masa terdapat rumah cagar budaya yang konon dimiliki keluarga van der Sluys. Untuk sekadar diketahui, Semarang adalah kota kelahiran HJ van Mook. Lalu bagaimana sejarah Jay Idzes dan marga van der Sluys di Semarang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan