Kamis, 30 Juli 2026

Sejarah Dr Tjipto (10): Parada Harahap dan Ir Soekarno; Pengaruh Komunis di Indische Vereeniging, Soetan Casajangan Dipecat


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Nationaal Indische Partij (NIP) membubarkan diri tahun 1923. Lalu bagaimana dengan Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat? Yang jelas, pada tahun 1923 revolusioner muda Parada Harahap mendirikan surat kabar Bintang Hindia. Sejak Partai Komunis Indonesia (PKI) berdiri tahun 1920, pengaruhnya di Indische Vereeniging di Belanda semakin kuat. Soetan Casajangan sebagai anggota kehormatan bahkan dipecat. Mengapa? Yang jelas Soetan Casajangan adalah pendiri  Indische Vereeniging/Perhimpoenan Indonesia tahun 1908. Lalu apakah Mohamad Hatta yang menjadi ketua tahun 1926 akan memulihkan nama Soetan Casajangan. Yang jelas Tan Malaka keluar dari PKI tahun 1927. Mengapa? Yang jelas Parada Harahap dan Ir Soekarno semakin dekat satu sama lain. Sejarah Pers di Indonesia


Pada September 1922, saat pergantian ketua antara Dr. Soetomo dan Herman Kartowisastro organisasi ini berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. Para anggota PI juga memutuskan untuk menerbitkan kembali majalah Hindia Poetra dengan Mohammad Hatta sebagai pengasuhnya. Saat Iwa Koesoemasoemantri menjadi ketua pada 1923, PI mulai menyebarkan ide non-kooperasi yang mempunyai arti berjuang demi kemerdekaan tanpa bekerjasama dengan Belanda. Tahun 1924, saat M. Nazir Datuk Pamoentjak menjadi ketua, nama majalah Hindia Poetra berubah menjadi Indonesia Merdeka. Tahun 1925 saat Soekiman Wirjosandjojo nama organisasi ini resmi berubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Pada 1926, Mohammad Hatta diangkat menjadi ketua Perhimpunan Indonesia. PI lebih banyak memperhatikan perkembangan pergerakan nasional di Indonesia dengan memberikan banyak komentar di media massa di Indonesia. Semaun dari PKI datang kepada Hatta sebagai pimpinan PI untuk menawarkan pimpinan pergerakan nasional secara umum kepada PI. Stalin membatalkan keinginan Semaun dan sebelumnya Hatta memang belum bisa percaya pada PKI. Hatta menjadi Voorzitter (Ketua) PI hingga 1930 (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Tjipto Mangoenkoesoemo, Parada Harahap dan Soekarno? Seperti disebut di atas, pengaruh komunis di Indische Vereeniging di Belanda semakin menguat dan bahkan sang pendiri Soetan Casajangan yang menjadi guru di sekolah guru di Meester Cornelis (kini Jatinegara) dipecat sebagai anggota kehormatan. Dinamika politik sendiri di Indonesia menempuh jalannya sendiri. Lalu bagaimana sejarah Tjipto Mangoenkoesoemo, Parada Harahap dan Soekarno? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Mahasiswa di Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026

Sejarah Dr Tjipto (9): Indisch Partij Menjadi Nationaal-Indische Partij (NIP); Kawan Lama Dr Abdoel Hakim Nasution di Padang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Dr Tjipto Mengoenkoesoemo dan Dr Abdoel Hakim Nasoetion sama-sama lulus Docter Djawa School pada tahun 1905 dan kemudian sama-sama ditempatkan sebagai dokter pribumi di rumah sakit kota Batavia (kini RSCM). Setelah sekian lama keduanya kembali bertemu di dalam partai yang sama Nationaal-Indische Partij (NIP) yang didirikan tahun 1919. Dr Abdoel Hakim Nasoetion menjadi ketua NIP cabang Pantai barat Sumatra. Pengurus pusat Nationaal-Indische Partij (NIP) atau Sarekat Hindia (SH) dipimpin oleh Soewardi Soerjaningrat. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia

Sarekat Hindia (Nationaal Indische Partij) adalah organisasi pergerakan nasional yang merupakan kelanjutan dari Indische Partij (IP) setelah dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sarekat Hindia memiliki fokus perjuangan politik yang berbeda dengan basis massa yang sempat bertransformasi dari kelompok Indo-Eropa ke gerakan radikal petani bumiputera. Setelah para tokohnya diasingkan dan IP dilarang, wadah perjuangan ini sempat berganti nama menjadi Insulinde. Pada tahun 1919, nama Insulinde secara resmi diubah menjadi Nationaal Indische Partij (NIP). Fokus Perjuangan: Persatuan Multietnis: Menyerukan kerja sama antara kaum peranakan (Indo) dan kaum bumiputera untuk kemerdekaan Hindia Belanda. Gerakan Radikal Petani: Sarekat Hindia aktif mengorganisasi kaum petani di pedesaan untuk melakukan perlawanan terhadap kebijakan eksploitatif rezim kolonial. Karena corak politiknya yang radikal dan dianggap membahayakan keamanan umum, Sarekat Hindia mendapat tekanan berat dari pemerintah kolonial Belanda. Pembatasan ruang gerak dan penangkapan para tokohnya membuat organisasi ini tidak berumur panjang dan akhirnya membubarkan diri pada awal tahun 1923 (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Indisch Partij menjadi Nationaal-Indische Partij (NIP)? Seperti disebut di atas, Indisch Partij yang didirikan akhir tahun 1912 dilarang pada tahun 1913. Para aktivisnya membentuk Insulinde yang kemudian menjadi NIP pada tahun 1919. Dr Tjipto Mangoenkoesoemo kembali bertemu kawan lama Dr Abdoel Hakim Nasoetion. Lalu bagaimana sejarah Indisch Partij menjadi Nationaal-Indische Partij (NIP)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Pers di Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026

Sejarah Dr Tjipto (8): Pertahanan Indonesia Tangguh (Indie Weerbaar) di Batavia; Het Indonesia Verbond Studeerenden di Belanda


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Indie Weerbaar (Pertahanan Hindia Tangguhh) di Batavia adalah sebuah gerakan dan komite pertahanan yang dibentuk pada Juli 1916 . Gerakan ini digagas oleh Gubernur Jenderal JP van Limburg Stirum sebagai respons atas pecahnya Perang Dunia I (1914). Pemerintah Hindia Belanda khawatir wilayah Hindia Belanda akan mendapat serangan dari luar, mengingat kekuatan militer resmi KNIL sangat terbatas. Pemerintah ingin merangkul penduduk pribumi. Apakah ini awal permulaan negara Indonesia? Sejarah Catur di Indonesia


Nama Indonesia diadopsi mulai tahun 1917: Het Indonesisch Verbond van Studeerenden (Persatuan Mahasiswa Indonesia) adalah organisasi mahasiswa yang didirikan di Belanda pada tahun 1917 untuk menyatukan mahasiswa asal Hindia yang tertarik pada Hindia. Namun, organisasi payung tersebut terbukti tidak mampu menjembatani perbedaan ideologis dan politik yang mendalam antara berbagai kelompok mahasiswa dan berhenti beroperasi pada tahun 1923. Persatuan ini berfokus pada mahasiswa Belanda yang mempersiapkan karier kolonial di kepulauan tersebut, serta mahasiswa dari Hindia itu sendiri. Organisasi-organisasi besar seperti Indische Vereeniging dan asosiasi Tionghoa-Hindia Chung Hwa Hui bergabung. Ketua pertama adalah JA Jonkman. Peran sekretaris-bendahara dipegang oleh HJ van Mook. Organisasi ini menerbitkan majalah Hindia Poetra sebagai organ resminya. Meskipun sebagian besar mahasiswa Belanda memiliki pandangan moderat atau konservatif terhadap koloni tersebut, Indische Vereeniging mengalami radikalisasi sejak awal tahun 1920-an menuju kemerdekaan penuh. Ketegangan ini menyebabkan berakhirnya aliansi pada tahun 1923 (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Indie Weerbaar di Batavia dan Het Indonesisch Verbond van Studeerenden di Belanda? Seperti disebut di atas, ada dua gerakan yang terjadi berurutan yakni Pemerintah Hindia Belanda ingin merangkul penduduk pribumi untuk mempertahankan negara (Indie Weerbaar, 1916) dan mahasiswa-mahasiswa Belanda ingin bersatu dengan mahasiswa-mahasiswa pribumi dan Cina di Belanda (Het Indonesisch Verbond van Studeerenden, 1917). Lantas bagaimana dengan EFE Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat? Lalu bagaimana sejarah Indie Weerbaar di Batavia dan Het Indonesisch Verbond van Studeerenden di Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Jumat, 24 Juli 2026

Sejarah Dr Tjipto (7): Kembali ke Tanah Air, Soewardi Soerjaningrat Lulus Akta Guru LO di Den Haag; Kongres Pendidikan I (1916)


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

EFE Douwes Dekker, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat berangkat dari Tandjoeng Priok pada tanggal 6 September 1913 ke Belanda. Seperti disebut sebelumnya,  Dr Tjipto Mangoenkoesoemo karena sakit dan setelah mendapat izin dari pemerintah kembali ke tanah air pada bulan Agustus 1914. Bagaimana dengan EFE Douwes Dekker dan Soewardi Soerjaningrat? Yang jelas pada tahun 1916 di Den Haag diadakan Kongres Pendidikan Hindia. Sejarah Bahasa Indonesia


Kongres Pendidikan Hindia 1916 (Eerste Koloniaal Onderwijs-Congres atau Kongres Pengajaran Kolonial Pertama) diselenggarakan pada tanggal 28–30 Agustus 1916 di Den Haag (Ruang pertemuan Koninklijken Zoölogischen Botanischen Tuin/Dierentuin). Kongres ini mempertemukan para pendidik, pejabat pemerintah kolonial, praktisi misi keagamaan, serta mahasiswa asal Hindia untuk membahas arah kebijakan dan masa depan sistem pendidikan bagi masyarakat pribumi di Hindia. Tokoh pendidik Belanda, politisi kolonial, organisasi zending, serta para pelajar pribumi yang sedang menempuh studi di Belanda (seperti anggota Indische Vereeniging). Tujuan Kongres ini lahir dari perdebatan mengenai Politik Etis yang dijalankan oleh pemerintah. Terdapat kesadaran bahwa pendidikan bagi masyarakat pribumi di Hindia Belanda sangat tertinggal dan diatur secara diskriminatif. Pemerintah kolonial membutuhkan tenaga kerja pribumi berpendidikan rendah untuk mengisi posisi administratif sekunder, namun para tokoh pergerakan menuntut sistem pendidikan yang lebih adil, luas, dan berpihak pada kemajuan bangsa pribumi. Rekomendasi kongres memicu diskusi lanjutan pada kongres-kongres berikutnya (1917) dan mendorong berdirinya sekolah-sekolah guru yang lebih tinggi (Hogere Kweekschool-HKS) (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah kembali ke tanah air, Soewardi Soerjaningrat lulus akta guru LO di Den Haag? Seperti disebut di atas, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo akan melanjutkan studi kedokteran, tetapi harus kembali ke tanah air. Soewardi Soerjaningrat berhasil lulus akta guru LO dan kemudian pada tahun 1916 diadakan Kongres Pendidikan Pertama di Den Haag. Lalu bagaimana sejarah kembali ke tanah air, Soewardi Soerjaningrat lulus akta guru LO di Den Haag? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia

Rabu, 22 Juli 2026

Sejarah Tjipto (6): Diasingkan ke Belanda; Tjipto Mangoenkoesoemo Lanjutkan Studi, Bagaimana dengan Dekker dan Soewardi?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

EFE Douwes Dekker, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat dijatuhi hukuman pengasingan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 18 Agustus 1913. Awalnya akan diasingkan ke Bangka (Soewardi Soerjaningrat), Banda (Dr Tjipto) dan Timor (Douwes Dekker). Namun kemudian ketiganya diarahkan ke Eropa/Belanda. Mereka kemudian diberangkatkan ke Belanda pada September 1913. Buku Sejarah Klub Como 1907 segera terbit xvi, 826 hlm Deepublish


EFE Douwes Dekker di Eropa/Belanda menjadi kesempatan untuk melanjutkan studi. EFE Douwes Dekker studi doktoral di Universitas Zürich, Swiss, dalam bidang ekonomi. Gelar doktor diperoleh secara agak kontroversial dan dengan nilai "serendah-rendahnya", menurut istilah salah satu pengujinya. Karena di Swis ia terlibat konspirasi dengan kaum revolusioner India, ia ditangkap di Hong Kong dan diadili, kemudian ia ditahan di Singapura pada tahun 1918. Setelah dua tahun dipenjara, ia pulang ke Hindia Belanda pada tahun 1920. Sementara itu, Soewardi Soerjaningrat awalnya bergabung dengan organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda Indisch Vereeniging. Dalam perkembangannya Soewardi Soerjaningrat melanjutkan studi keguruan di Belanda. Soewardi Soerjaningrat setelah mendapatkan ijazah akta guru LO kembali ke tanah air (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah EFE Douwes Dekker, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat diasingkan ke Belanda? Seperti disebut di atas, EFE Douwes Dekker dan Soewardi Soerjaningrat melanjutkan studi. Bagaimana dengan Dr Tjipto Mangoenkoesoemo? Lalu bagaimana sejarah EFE Douwes Dekker, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat diasingkan ke Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Mahasiswa di Indonesia

Senin, 20 Juli 2026

Sejarah Dr Tjipto (5): Statuta Indische Partij Ditolak Pemerintah; Raden Mas Soewardi Soerjanigrat “Als ik een Nederlander was”


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Setiap organisasi yang didirikan di Hindia Belanda harus memiliki izin (beslit) dari pemerintah. Namun syarat utamanya adalah isi statuta (AD) sudah lolos pemeriksaan. Statu Indisch Partij ditolak pemerintah. Akibatnya Indisch Partij dianggap terlarang. Lalu bagaimana kehadiran Soewardi Soerjanigrat di Indisch Partij? “Als ik een Nederlander was. Model Bisnis Era Teknologi Informasi


Soewardi berasal dari keluarga Pakualaman. Setelah lulus ELS ia melanjukan ke sekolah kedokteran di STOVIA, tetapi tidak diselesaikan. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda. Soewardi juga menjadi anggota organisasi Insulinde, organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda. Ketika Douwes Dekker mendirikan Indische Partij, Soewardi juga ikut diajak. Partai yang berdiri pada 6 September 1912 itu bagi Soewardi sangat berguna karena tidak membedakan golongan, agama, ras, dan suku. Ketika pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga, termasuk pribumi, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Prancis pada 1913, timbul reaksi kritis dari kalangan nasionalis, termasuk Soewardi. Ia kemudian menulis "Een voor Allen maar Ook Allen voor Een" atau "Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga". Namun kolom KHD yang paling terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: "Als ik een Nederlander was"), dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan DD, 13 Juli 1913 (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah statuta Indische Partij ditolak Pemerintah? Seperti disebut di atas, setelah statuta Indische Partij ditolak Pemerintah muncul nama Raden Mas Soewardi Soerjanigrat. Bagaimana dengan brosurnya berjudul “Als ik een Nederlander was”? Lalu bagaimana sejarah statuta Indische Partij ditolak Pemerintah? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Pengantar Studi Kelayakan Bisnis