Minggu, 08 November 2026

Sejarah Jepang (17): Kapal Perang Amerika di Indonesia; Kapal Perang USS "Houston" Ditenggelamkan Jepang di Selat Sunda 1942


*Lihat juga Youtube Channel disini: Poestaha Depok

**Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Dalam Pertempuran Laut Jawa, USS Houston dan kapal penjelajah ringan Australia HMAS Perth mencoba melarikan diri melalui Selat Sunda. Pada malam tanggal 28 Februari – 1 Maret 1942, kedua kapal tersebut secara tak terduga bertemu dengan pasukan amfibi Jepang di Teluk Banten. Dikelilingi oleh sejumlah besar kapal perusak dan kapal penjelajah musuh, kedua kapal tersebut bertempur. HMAS Perth tenggelam. Houston bertempur sendirian, Dihantam oleh empat torpedo dan tembakan tanpa henti, kapal itu akhirnya terbalik dan tenggelam dengan benderanya masih berkibar. Dari 1.061 awak, hanya 368 yang selamat. Mereka ditangkap oleh pasukan Jepang dan menjalani kerja paksa selama bertahun-tahun di Burma. Buku "Sejarah Klub Como 1907" oleh Akhir Matua Harahap (xvi, 826 hlm) TELAH TERBIT


USS Houston adalah sebuah kapal penjelajah kelas Northampton. Ia diluncurkan dari galangan kapal pada tanggal 7 September 1929. Pada tahun 1933, kapal ini pernah membawa presiden terpilih Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt berlayar sejauh 19.308 km sehingga dijuluki "Little Flagship of the Fleet" (Kapal bendera kecil dari armada). Ketika Perang Pasifik pecah, Houston merupakan kapal bendera Armada Asia untuk Amerika Serikat. Dalam pertempuran di Laut Bali, kapal ini terkena serangan bom pesawat terbang Jepang, yang membuat turet meriam nomor tiganya rusak. Ia berkali—kali dikabarkan tenggelam oleh propaganda Jepang selama pertempuran di perairan Hindia Belanda, kapal ini dijuluki oleh awaknya sebagai "Galloping Ghost of the Java Coast" (Hantu Gentayangan di Perairan Jawa). Lolos dalam Pertempuran di Laut Jawa, kariernya sebagai hantu gentayangan berakhir saat Houston disergap dan ditenggelamkan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dalam Pertempuran Selat Sunda pada tahun 1942 (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah kapal perang Amerika di Indonesia? Seperti disebut di atas, salah satu kapal perang Amerika di Indonesia yang menjadi korban pasukan militer Jepang adalah USS Houston pada tahun 1942. Lalu bagaimana sejarah kapal perang Amerika di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku Sejarah Bahasa Indonesia klik disini

Kamis, 29 Oktober 2026

Sejarah Amir Sjarifoeddin (2): Amir Harus Kembali ke Tanah Air? Mengapa Pemimpin Perhimpoenan Indonesia Ditangkap 1927


*Lihat juga Youtube Channel disini: Poestaha Depok

**Untuk melihat semua artikel Sejarah Amir Sjarifoeddin di blog ini Klik Disini

Dalam artikel sebelumnya, apa yang dinarasikan tentang sejarah Amir Sjarifoeddin Harahap di Wikipedia terdapat banyak kekeliruan dan kesalahan. Kita pada masa ini hanya bertanya-tanya mengapa narasi tersebutkan terbentuk? Dari mana sumber data awalnyanya? Artikel ini kembali menarasikan kembali sejarah Amir Sjarifoeddin Harahap berdasarkan fakta dan data. Fakta yang mencerminkan peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi dan didukung data tertulis dari sumber-sumber sezaman. Buku "Sejarah Klub Como 1907" oleh Akhir Matua Harahap (xvi, 826 hlm) telah terbit. Lihat disini: https://deepublishstore.com/produk/sejarah-klub-como-1907/?srsltid=AYCX9vL6f-cq346zKo4ckKoQ1YFUi8hzn9zJHCWACD31Odr_KD90I8W7

Amir berangkat ke Leiden. Tak lama setelah kedatangannya dalam kurun waktu 1926–1927 dia menjadi anggota pengurus perhimpunan siswa Gymnasium di Haarlem, selama masa itu pula Amir aktif terlibat dalam diskusi-diskusi kelompok kristen misalnya dalam CSV-op Java yang menjadi cikal bakal GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia). Ia tinggal di rumah guru pemeluk Kristen Calvinis, Dirk Smink, dan di sini juga Mulia menumpang. Namun pada September 1927, sesudah lulus ujian tingkat kedua, Amir kembali ke kampung halaman karena masalah keluarga, walaupun teman-teman dekatnya mendesak agar menyelesaikan pendidikannya di Leiden. Kemudian Amir masuk Rechtshoogeschool te Batavia dengan bantuan beasiswa pemerintah kolonial,[2] dan menumpang di rumah Mulia (sepupunya) yang telah menjabat sebagai direktur sekolah pendidikan guru di Jatinegara. Kemudian Amir pindah ke asrama pelajar Indonesisch Clubgebouw, Kramat 106, ia ditampung oleh senior satu sekolahnya, Mohammad Yamin (Wikipedia)  

Lantas bagaimana sejarah Amir Sjarifoeddin kembali ke tanah air? Seperti disebut di atas, Amir Sjarifoeddin Harahap kembali ke tanah air pada tahun 1927. Amir Sjarifoeddin Harahap tidak melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda, tetapi di Batavia (kini Jakarta). Saat Amir Sjarifoeddin Harahap dalam pelayaran ke tanah air, di Belanda para pemimpin Perhimpoenan Indonesia ditangkap. Lalu bagaimana sejarah Amir Sjarifoeddin Harahap kembali ke tanah air? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku Sejarah Bahasa Indonesia klik disini

Jumat, 16 Oktober 2026

Sejarah Amir Sjarifoeddin (1): Sejarah Amir Sjarifoeddin Bersifat Kontroversi? Mari Kita Telusuri Sejarah Sejak Awal Dengan Data


*Lihat juga Youtube Channel disini: Poestaha Depok

**Untuk melihat semua artikel Sejarah Amir Sjarifoeddin di blog ini Klik Disini

Dalam narasi sejarah masa kini, Amir Sjarifoeddin Harahap dipersepsikan sebagai tokoh yang bersifat kontroversi. Apakah itu benar? Kenyataannya, apa yang dinarasikan tentang Amir Sjarifoeddin Harahap pada masa ini berbeda dengan dengan data sejarah (dokumen dan arsip) sezaman. Mengapa bisa begitu? Singkatnya: Dalam hal inilah mengapa sejarah Amir Sjarifoeddin Harahap perlu ditulis kembali. Mari kita mulai dari artikel pertama. Deepublish

 

Amir Sjarifoeddin Harahap lahir 27 April 1907 adalah seorang politikus dan wartawan Indonesia yang menjabat sebagai Perdana Menteri kedua Indonesia dari tahun 1947 hingga 1948. Amir lahir dalam keluarga bangsawan Sumatra dan menempuh pendidikan di Universitas Leiden. Di Leiden, ia menjadi anggota dewan asosiasi mahasiswa Gimnasium di Haarlem dan terlibat dalam organisasi mahasiswa Batak Jong Batak. Ia kembali ke Indonesia karena masalah keluarga tetapi melanjutkan pendidikannya di Rechts Hogeschool di Batavia. Kakeknya, Sutan Gunung Tua, adalah seorang jaksa di Padang Sidempuan. Ayahnya, Baginda Soripada Harahap, juga adalah seorang jaksa di Medan. Selama bersekolah di Belanda, Amir mempelajari filsafat Timur dan Barat di bawah pengawasan Theosophical Society. Amir menikmati pendidikan di ELS atau sekolah dasar Belanda di Medan pada tahun 1914 hingga selesai Agustus 1921. Atas undangan saudara sepupunya, T.S.G. Mulia yang baru saja diangkat sebagai anggota Volksraad dan belajar di kota Leiden sejak 1921 (Wikipedia)  

Lantas bagaimana sejarah Amir Sjarifoeddin Harahap bersifat kontroversi dalam narasi sejarah masa kini? Seperti disebut di atas, Amir Sjarifoeddin Harahap bukan orang biasa, tetapi memiliki banyak peran penting dalam perjalanan bangsa hingga mencapai kemerdekaan. Akan tetap sejarahnya banyak yang tidak terinformasikan, dari narasi yang ada saat ini terkesan simpan siur. Lalu bagaimana sejarah Amir Sjarifoeddin Harahap bersifat kontroversi dalam narasi sejarah masa kini? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 11 September 2026

Pertandingan Bersejarah Klub "Como 1907" (Italia) di Liga Champions Eropa 2026/2027: Menang 4-1 di Kandang (Stadion Sinigaglia)


*Lihat juga Youtube Channel disini: Poestaha Depok

**Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Internasional di blog ini Klik Disini

Malam yang bersejarah dalam sejarah panjang klub Como 1907 di Stadion Giuseppe Sinigaglia di kota Como, Italia. Mengapa? Ini untuk kali pertama, Como, klub kota Como di Italia Utara berbatasan dengan negara Swiss mencapai liga tertinggi (internasional Eropa) yang kini disebut UEFA Champions League. Dalam debutnya, pada dini hari klub Como 1907 langsung meraih kemenangan dengan skor besar 4-1. Dalam hubungan itu, keutamaan klub Como 1907 bagi penggemar sepak bola di Indonesia, karena klub ini kini investor utamanya adalah orang Indonesia. Buku "Sejarah Klub Como 1907" oleh Akhir Matua Harahap (xvi, 826 hlm) segera terbit Deepublish


Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah. 

Lantas seberapa penting kita para penggemar sepak bola di Indonesia terus mengikuti perjalanan klub Como 1907? Satu yang jelas, bahwa klub Como 1907 kini “dimiliki” oleh investor Indonesia (Hartono Bersaudara). Karena itu pula, pada dini hari tadi saya harus menunggu hingga pukul 02.00 saat kick-off dimulai pertandingan antara Como vs Leipzig. Saat skor 1-0 untuk Como pada menit ke-15 saya merasa lega. Meski mata mengantuk masih terus berusaha mengikuti perkembangan hasilnya. Pada menit ke-38 kembali Como menambah gol menjadi 2-0. Saya pun kemudian tidak ingat lagi. Saat subuh saya melihat statistik UEFA Champions League, klub Como 1907 menang 4-1. Atas dasar itulah, artikel singkat ini ditulis. 

Kamis, 20 Agustus 2026

Sejarah Dr Tjipto (20): Soejitno Meninggal pada Perang Kemerdekaan, 1947; "The Last Mochican" Keluarga "Mangoenkoesoemo"


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Mr Sujitno Mangoenkoesoemo adalah adik bungsu Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, seorang intelektual, tokoh pergerakan nasional, dan ahli hukum. Mr Sujitno tidak sepopuler saudara-saudaranya seperti Dr Tjipto, Dr Goenawan, Dr Boediardjo, Dr Sjamsoel dan Ir Darmawan. Mr Sujitno Mangoenkoesoemo juga tidak berumur panjang, meninggal tahun 1947. Ir Darmawan Mangoenkoesoemo hanya satu-satunya yang masih hidup dan berumur panjang dari keluarga Mangoenkoesoemo. Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Ir Darmawan Mangunkusumo lahir 25 Mei 1901 adalah seorang ekonom, insinyur, dan tokoh pergerakan nasional yang menjabat sebagai Menteri Kemakmuran Indonesia antara tahun 1945 dan 1946. Beliau merupakan adik kandung dari pahlawan nasional Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan dr. Gunawan Mangunkusumo. Studi di Belanda bidang teknik di Technische Hoogeschool Delft (sekarang TU Delft). Selama berkuliah, ia aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui organisasi mahasiswa Perhimpoenan Indonesia. Setelah lulus dan menyandang gelar Insinyur (Ir.), ia bekerja sebagai pejabat urusan ekonomi untuk pemerintah kolonial. Masa Pendudukan Jepang tetap mempertahankan posisi strategisnya di bidang ekonomi pemerintahan. Pada masa Pemerintahan Indonesia dipercaya menjadi Menteri Kemakmuran (kini mencakup sektor perdagangan, industri, dan pertanian) dalam Kabinet Sjahrir I dan Kabinet Sjahrir II periode 1945-1946 (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Soejitno meninggal pada perang pempertahankan kemerdekaan? Seperti disebut di atas, Soejitno adalah adik bungsi Dr Tjipto. Setelah Mr Soejitno meninggal 1947, hanya  Ir Darmawan Mangoenkoesoemo yang masih hidup dan berumur panjang (The Last Mochican dari keluarga guru Mangoenkoesoemo). Lalu bagaimana sejarah Soejitno meninggal pada perang pempertahankan kemerdekaan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Model Bisnis Era Teknologi Informasi

Selasa, 18 Agustus 2026

Sejarah Dr Tjipto (19): Parlindungan Loebis Bersihkan Unsur Komunis di PI Belanda; Jepang di Indonesia, Dr Tjipto Meninggal


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Dalam pengasingan, penyakit Dr Tjipto tidak kunjung sembuh. Pada tahun 1940 Dr Tjipto dibawa ke Makassar untuk pengobatannya. Seiring dengan pidato Ratu Juliana dari London tahun 1940 Dr Tjipto mengajak penduduk Indonesia untuk mendukungnya (sebagaimana juga Perhimpoenan Indonesia di Belanda). Besar dugaan atas dasar ini, Pemerintah Hindia Belanda, alih-alih mengembalikan kembali ke Banda sesudah sembuh, justru Dr Tjipto dipindahkan ke Jawa di Soekaboemi. Pada saat pendudukan militer Jepang, Dr Tjipto berada di Djakarta. Sejarah Sepak Bola di Indonesia 


Parlindoengan Loebis adalah tokoh nasionalis, dokter, sekaligus Ketua Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda periode 1936–1940. Ia tercatat dalam sejarah sebagai salah satu dari sedikit orang Indonesia yang berhasil selamat dari kamp konsentrasi Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Parlindungan Lubis lahir pada 30 Juni 1910 di Batang Toru, Tapanuli Selatan. Parlindungan Lubis terpilih menjadi Ketua PI pada tahun 1936 hingga tahun 1940. Di bawah kepemimpinannya, arah pergerakan PI bergeser secara strategis akibat ketegangan geopolitik dunia. Ketika Nazi-Hitler mulai mengancam perdamaian Eropa, Parlindungan membawa PI bersekutu dengan kelompok sayap kiri dan gerakan perlawanan bawah tanah Belanda (verzet). PI menilai fasisme Jerman merupakan ancaman yang jauh lebih berbahaya bagi kemanusiaan dan masa depan kemerdekaan Indonesia dibanding kolonialisme Belanda itu sendiri. Jerman menduduki Belanda pada Mei 1940, posisi para aktivis PI menjadi sangat terancam. Pada 26 Juni 1941, Parlindungan Lubis ditangkap oleh intelijen Jerman (Gestapo) di Amsterdam. Setelah perang berakhir tahun 1945,  Dr. Parlindungan Lubis kembali ke tanah air (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Parlindungan Lubis bersihkan unsur komunis di PI Belanda, Jepang di Indonesia? Seperti disebut di atas, sikap Jerman di Eropa menjadi ekspasionis dan bersifat fasis. Perhimpoenan Indonesia di Belanda dipimpin oleh Parlindoengan Loebis dimana kemudian Jerman menduduki Belanda. Sementara itu Jepang menduduki Indonesia. Dr Tjipto meninggal di Djakarta pada tahun 1943. Lalu bagaimana sejarah Parlindungan Lubis bersihkan unsur komunis di PI Belanda, Jepang di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.