Sabtu, 18 Juli 2026

Sejarah Dr Tjipto (4): Indische Bond dan Indische Partij di Indonesia; Bagaimana Dr Tjipto Menjadi Anggota Inti Indisch Partij?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Semua gerakan di Indonesia (baca: Indonesia) dimulai oleh orang-orang Belanda khususnya orang Indo, yang kemudian terbentuk Indisch Bond tahun 1898. Gerakan tersebut lalu meluas ke berbagai sisi. Pada tahun 1900 di Padang Hadji Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda menginisiasi pendirian organisasi kebangsaan Indonesia (pertama) diberi nama Medan Perdamaian (Dunia Perdamaian). Pada tahun 1901 organ Medan Perdamaian berupa majalah diberi nama Insulinde. Lalu di Belanda didirikan Vereeniging Moederland en Kolonien pada tahun 1902. Setahun kemudian di Belanda tahun 1903 didirikan Vereeniging Oost en West. Dja Endar Moeda mengirim sejumlah guru untuk studi ke Belanda. Dalam konteks inilah kemudian terbentuk Indisch Partij. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Sebagai seorang Indo, Douwes Dekker merasa terjadinya diskriminasi yang membeda-bedakan status sosial antara Belanda totok (asli), Indo (campuran), dan Bumiputera (pribumi) oleh pemerintah Hindia Belanda. Kedudukan dan nasib para Indo tidak jauh berbeda dengan Bumiputera. Di Bandung, sudah sejak lama terdapat organisasi Indo-Eropa seperti organisasi Indische Bond yang berdiri tahun 1899 (1898) dan organisasi Insulinde yang berdiri tahun 1907. Kedua organisasi tersebut bertujuan untuk mengangkat derajat kaum Indo dalam bidang sosial-ekonomi dan menjalin perserikatan dengan Belanda tanpa memisahkan diri dari negara induk. Pemikiran ini tentu saja bertolak belakang dengan Dekker. Dalam pidatonya di hadapan anggota Indische Bond tanggal 12 Desember 1911 Dekker membangkitkan semangat kaum Indo untuk memberontak dan melepaskan diri dari pemerintah kolonial. Dan karena jumlah kaum Indo yang sedikit, maka mereka harus bersama-sama dengan kaum Bumiputera berjuang dengan kaum Indo menjadi pelopor. Lalu terbentuk Panitia Tujuh..Pada tanggal 6 September 1912, Panitia Tujuh melakukan suatu rapat di bawah pimpinan Dekker di Bandung dan hasilnya terbentuk perhimpunan baru bernama Indische Partij (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Indisch Bond dan Indisch Partij di Indonesia? Seperti disebut di atas, semuanya dimulai dari Indische Bond yang kemudian terbentuk Indisch Vereening di Belanda (1908) dan Indisch Partij di Indonesia yang kemudian Dr Tjipto ikut bergubung dengan Indisch Partij. Lalu bagaimana sejarah Indisch Bond dan Indisch Partij di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Jumat, 17 Juli 2026

Sejarah Bisnis Indonesia (3): Sekolah dan Perguruan Tinggi Perdagangan di Belanda; Bagaimana Para Ekonom Indonesia Bermula


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bisnis di Indonesia di blog ini Klik Disini

Banyak ekonom Indonesia pada masa ini, bahkan ayah dari Presiden RI Prabowo adalah ekonom lulusan Nederland Handelshoogeschool di Rotterdam tahun 1943. Namun semua itu bermula pada saat Soetan Casajangan, mantan pendiri Indische Vereeniging pada tahun 1909 diangkat menjadi guru bahasa Melayu di sekolah perdagangan (Handelschool) di Haarlem dan Rotterdam. Pada tahun 1910 Mangaradja Soangkoepon dengan ijazah sekolah dasar (ELS) diterima di Handelschool di Amsterdam. Perguruan tinggi perdagangan sendiri di Belanda baru didirikan tahun 1913 di Rotterdam. Sjamsi Widagda dengan ijazah akta guru MO diterima tahun 1918 di Nederland Handelshoogeschool. Pada tahun 1921 Mohamad Hatta dengan ijazah HBS (SMA) diterima. Sjamsi Widagda meraih gelar sarjana (Drs) tahun 1923 dan kemudian meraih gelar doktor (Dr) tahun 1925. Sejarah Mahasiswa di Indonesia

 

Dr Samsi Sastrawidagda (lahir di Solo, 13 Maret 1894 adalah Menteri Keuangan Pertama Indonesia. Ia menempuh pendidikan ekonomi dan hukum negara di Sekolah Tinggi Dagang (Handels-hogeschool) di Rotterdam. Gelar akademik terakhir yang didapat tahun 1925 adalah gelar Doktor dengan disertasi De Ontwikkeling v.d handels politik van Japan. Perjalanan karier di Kementerian Keuangan dirintis sejak Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang kedua (19 Agustus 1945). Pada saat itu, dibentuk 12 Kementerian dan 4 Menteri Negara. PPKI menunjuk Samsi Sastrawidagda, Kepala Kantor Tata Usaha dan Pajak di Surabaya pada masa pendudukan Jepang, sebagai Menteri Keuangan. Sebagai Menteri Keuangan, Samsi tidak pernah memimpin Kementerian Keuangan secara langsung. Bahkan belum sempat menyusun perencanaan. Kondisi fisiknya yang sering sakit-sakitan menjadikan ia lebih memilih tinggal di Surabaya. Pada tanggal 26 September 1945 ia mengundurkan diri menjadi Menteri Keuangan (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah sekolah dan perguruan tinggi perdagangan di Belanda? Seperti disebut di atas, sementara sekolah perdagangan (Handelschool) sudah ada sejak 1823, sedangkan perguruan tinggi perdagangan di Belanda belum lama adanya (baru dibuka tahun 1913). Lalu bagaimana sejarah sekolah dan perguruan tinggi perdagangan di Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku "Pengantar Bisnis"

Rabu, 15 Juli 2026

Sejarah Casajangan (11): Penerus Soetan Casajangan;Mangaradja Soangkupon Soetan Goenoeng Mulia Soetan Goenoeng Soaloon


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Soetan Casajangan Soripada (pendiri Indisch Vereeniging/Perhimpoenan Indonesia, di Leiden 1908) adalah penerus dari Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda (pendiri organisasi kebangsaan pertama pribumi "Medan Perdamaian", di Padang 1900). Sementara penerus Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan cukup banyak, antara lain Abdoel Firman Siregar gelar Mangaradja Soangkoepon (anggota Volksraad empat periode, 1927-1942), Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia (guru bergelar doktor pertama Indonesia, Menteri Pendidikan RI), Parada Harahap gelar Mangaraja Goenoeng Moeda (The King of Java Press) dan Amir Sjarifoeddin Harahap gelar Soetan Goenoeng Soaloon (Perdana Menteri RI). Kecuali Amir Sjarifoedin lahir di Medan, semuanya lahir di Padang Sidempoean. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia


Mangaradja Soeangkoepon lahir 26 Desember 1885 dalam keluarga bangsawan Batak Angkola di Padangsidempuan. Pendidikan awalnya tidak terdokumentasi dengan baik; kemungkinan besar ia belajar di sekolah berbahasa Belanda setempat. Ketika ia tidak terpilih sebagai pewaris gelar keluarga oleh ayahnya pada tahun 1902, ia pergi ke Sumatera Timur. Adik laki-lakinya, Abdul Rasjid, kemudian juga menjadi tabib pribumi dan politikus yang berpendidikan di STOVIA. Pada tahun 1906, ia diangkat menjadi kepala kecamatan di Sosa Julu, Padang Lawas, Sumatera Utara. Pada tahun 1910 ia meninggalkan Hindia menuju Eropa, mendaftar di sebuah perguruan tinggi keguruan di Leiden. Dia kembali ke Sumatra pada tahun 1914 dan sempat bekerja untuk surat kabar Pewarta Deli. Pada tahun 1915 ia kembali ke dinas pemerintahan dan memegang berbagai peran administratif di Kediaman Tapanoeli dan Sumatera Timur, termasuk menghabiskan waktu di dewan lokal Pematangsiantar dan Tanjungbalai. Selama periode ini, ia tampaknya dipengaruhi oleh Kebangkitan Nasional Indonesia yang menyebar dengan cepat di kalangan penduduk asli Hindia Belanda. Ia diangkat untuk mewakili Sumatera Timur dalam Pemilihan umum Volksraad Hindia Belanda 1927 pada bulan Mei, dan pindah ke Batavia (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah para penerus Soetan Casajangan? Seperti disebut di atas, Soetan Casajangan Soripada adalah penerus dari Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda. Penerus Soetan Casajangan cukup banyak. Lalu bagaimana sejarah para penerus Soetan Casajangan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Selasa, 14 Juli 2026

Sejarah Casajangan (10): Guru Tetaplah Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa; Dari Dja Endar Moeda hingga Parada Harahap


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Soetan Casajangan berangkat untuk yang kali kedua ke Belanda tanggal 14 Februari dengan kapal “Patria” dari Tandjoeng Priok tujuan akhir Rotterdam (lihat Sumatra-bode, 12-02-1920). Ini sehubungan dengan cuti ke Eropa yang diberikan pemerintah selama delapan bulan setelah mengajar selama tujuh tahun (*). Banyak hal yang dilakukan di Belanda termasuk pertemuan dengan pengurus dan anggota Indisch Vereeniging. Sebagaimana diketahui, Soetan Casajangan adalah pendiri Indisch Vereeniging pada tahun 1908 di Leiden. Metode Riset Bisnis


Parada Harahap lahir pada 15 Desember 1899 di Pargarutan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Karier jurnalisnya dimulai ketika ia menjadi staf redaksi surat kabar Benih Merdeka. Kemudian dia kembali ke kampung halamannya dan memimpin surat kabar Sinar Merdeka (1919) dan memimpin majalah Poestaha. Surat kabarnya sebagian besar mengkritik kebijakan pemerintahan kolonial Belanda akibat kesewenang-wenangan mereka selama di Hindia Belanda. Selama dua tahun di Padangsidempuan, ia telah 12 kali terkena delik pers serta berulang kali keluar masuk penjara. Pada tahun 1922, ia pindah ke Jakarta menerbitkan mingguan Bintang Hindia, Bintang Timur dan Sinar Pasundan. Pada saat itu ia mulai memakai nama samaran Oom Baron Matturepeck yang diambil dari bahasa Batak (berarti suara dari kertas). Selain itu, ia adalah satu-satunya orang pertama yang mendirikan Akademi Wartawan di Jakarta. pada masa pendudukan Jepang, dia dipercaya menjadi pemimpin redaksi Surat Kabar Sinar Baroe. Menjelang masa kemerdekaan pada tahun 1945, ia masuk dalam susunan anggota BPUPKI yang dibentuk oleh Jepang di Jakarta. Dalam hal ini, dia adalah satu-satunya anggota BPUPKI yang berasal dari kalangan masyarakat Batak (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah guru tetaplah guru, pahlawan tanpa tanda jasa? Seperti disebut di atas, lulusan sekolah guru, menjadi guru dan kemudian berangkat ke Belanda 1904 untuk studi keguruan. Lulus akta guru LO tahun 1907, akta guru kepala MO tahun 1910, guru di Amsterdam, kembali ke tanah air menjadi guru dan kini 1920 mendapat cuti ke Eropa. Guru tetaplah guru, pahlawan tanpa tanda jasa. Lalu bagaimana sejarah guru tetaplah guru, pahlawan tanpa tanda jasa? Lalu bagaimana sejarah bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Minggu, 12 Juli 2026

Sejarah Dr Tjipto(3): Ernest Douwes Dekker dan Orang Indo di Belanda dan Indonesia; Diskriminasi, Integrasi, Asimilasi, Segregasi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Eduard Douwes Dekker tiba di Batavia tahun 1839 sebagai kelasi di kapal ayahnya. Di Batavia Eduard menjadi pegawai negeri (ambtenaar). Pada tahun 1842 dipindahkan ke Pantai Barat Sumatra. Oleh Gubernur AV Michiels ditempatkan sebagai Controleur di Natal. Pemberontakan di Angkola Mandailing menyebabkan banyak pemimpin dan penduduk eksodus ke Natal. Eduard mengadvokasi para pelarian namun dipandang pemerintah sebagai pelanggaran jabatan. Eduard dipecat dan dikenakan hukuman tahnan kota selama satu tahun di Padang. Eduard adalah saudara dari Jan Douwes Dekker yang merupakan kakek Ermest Douwes Dekker. Sejarah Bahasa Indonesia


Ernest François Eugène Douwes Dekker lahir di Pasuruan pada tanggal 8 Oktober 1879, sebagaimana yang dia tulis pada riwayat hidup singkat saat mendaftar di Universitas Zurich, September 1913. Ayahnya, Auguste Henri Eduard Douwes Dekker agen di bank Nederlandsch Indisch Escomptobank. Auguste memiliki darah Belanda dari ayahnya, Jan (adik Eduard Douwes Dekker alias Multatuli) dan dari ibunya, Louise Bousquet. Sementara itu, ibu Douwes Dekker, Louisa Neumann, lahir di Pekalongan dari pasangan Jerman-Jawa. DD terlahir sebagai anak ke-3 dari 4 bersaudara. Kakak perempuan dan laki-laki, yakni Adeline (1876) dan Julius (1878) lahir di Surabaya, sedangkan adik laki-lakinya Guido (1883) lahir di Meester Cornelis. Douwes Dekker menikah dengan Clara Charlotte Deije, anak dokter campuran Jerman-Belanda pada tahun 1903, dan mendapat lima anak, namun dua di antaranya meninggal sewaktu bayi (Edouard dan Sigmund, keduanya laki-laki), dan yang bertahan hidup semuanya perempuan (Louisa, Hedwig, dan Sieglinde). Perkawinan ini kandas pada tahun 1919 dan keduanya bercerai. Kemudian Douwes Dekker menikah lagi dengan Johanna Petronella Mossel, seorang Indo keturunan Yahudi, pada tahun 1927 (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Ernest Douwes Dekker dan orang Indo di Belanda dan Indonesia? Seperti disebut di atas, Ernest Douwes Dekker adalah seorang Indo yang kemudian menjadi antitesi Pemerintah Hindia Belanda. Dalam konteks inilah isu diskriminasi, integrasi, asimilasi dan segregasi mulai muncul. Lalu bagaimana sejarah Ernest Douwes Dekker dan orang Indo di Belanda dan Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Metode Riset Bisnis

Sabtu, 11 Juli 2026

Sejarah Tjipto (2): Organisasi Kebangsaan; Dari Medan Perdamaian, Sjarikat Tapanoeli, Boedi Oetomo hingga Indisch Vereeniging


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Pada tahun 1905 Tjipto Mangoenkoesoemo lulus sekolah Docter Djawa School di Batavia. Dr Tjipto (Mangoenkoesoemo) dan Dr Abdoel Hakim (Nasoetion) yang sama-sama lulus keduanya ditempatkan di Stadsverband (rumah sakit kota) di Batavia sebagai dokter pribumi (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 01-12-1905). Saat ini sudah ada organisasi-organisasi kebangsaan Indonesia (baca: pribumi) yang telah terbentuk: Societeit Paroekoenan di Bandoeng (1897), Medan Perdamaian di Padang (1900), Vereeniging Ambon di Ambon (1900) dan Sjarikat Tapanoeli di Medan (1905). Sejarah Pers di Indonesia


Pada tahun 1907, Wahidin Soedirohoesodo melakukan kunjungan ke Stovia dan bertemu para pelajar dan menyerukan gagasan untuk membentuk organisasi yang dapat mengangkat derajat bangsa. Selain itu, Sudirohusodo juga ingin mendirikan sebuah organisasi di bidang pendidikan untuk bisa membantu biaya orang-orang pribumi yang berprestasi dan mempunyai keinginan untuk bersekolah. Selanjutnya, Soetomo bersama dengan Soeradji mengadakan pertemuan dengan para pelajar STOVIA yang lain, untuk membicarakan gagasan organisasi yang disampaikan oleh Sudirohusodo. Lalu diadakan pertemuan dan membentuk sebuah organisasi yang diberi nama "Perkumpulan Boedi Oetomo" pada tanggal 20 Mei 1908 di Batavia. Tokoh yang tercatat sebagai pendiri Boedi Oetomo terdiri dari 9 orang, yaitu Mohammad Soelaiman, Gondo Soewarno, Goenawan Mangoenkoesoemo, Raden Angka Prodjosoedirdjo, Mohammad Saleh, Raden Mas Goembrek, Soetomo, Soeradji Tirtonegoro, dan tentunya Wahidin Soedirohoesodo sebagai penggagasnya. Soetomo menjadi ketua dan Soelaeman Affandi Kartadjoemena, sebagai wakilnya. Pengurus lainnya terdiri dari Gondo Soewarno sebagai sekretaris I, dan Goenawan sebagai sekretaris II, serta bendahara yang dijabat oleh Angka Prodjosoedirdjo. Sisa pendiri lainnya menjabat sebagai komisaris (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah organisasi kebangsaan Indonesia? Seperti disebut di atas, saat Tjipto Mangoenkoesoemo lulus sekolah Docter Djawa School di Batavia 1905 sudah ada sejumlah organisasi kebangsaan Indonesia. Lalu bagaimana sejarah organisasi kebangsaan Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Bahasa Indonesia