Minggu, 22 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 9-4: Alumni Teknik Delft (TU Delft) Kembali ke Tanah Air dan Berjuang; Tan, Soerachman, Sarengat, Han


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Beberapa hari lalu nama Sekolah Tinggi Teknil Delft (sekarang TU Delft) menjadi perhatian para netizen Indonesia. TU Delft merupakan universitas teknologi tertua dan terbesar di Belanda, menempati peringkat ke-47 dunia dalam QS World University Rankings 2026. Fokus utamanya mencakup teknik sipil, teknologi air, hingga kedirgantaraan. Bukan tentang hal itu, tetapi tentang salah satu alumninya. Artikel ini membicarakan tentang sejarah orang Indonesia di TU Delft sejak alumni orang Indonesia pertama 132 tahun yang lalu. Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Alumni Delft University of Technology (TU Delft) asal Indonesia memiliki kontribusi besar dalam bidang teknik dan teknologi, didukung oleh jaringan organisasi resmi di Indonesia. TU Delft Chapter Indonesia merupakan wadah resmi bagi para alumni di Indonesia untuk berjejaring dan berkolaborasi. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Delft berperan sebagai jembatan bagi mahasiswa aktif dan calon alumni, rutin mengadakan acara budaya dan akademik. Para lulusan TU Delft juga tergabung dalam payung besar Ikatan Alumni PPI (IAPPI) yang sering berkolaborasi dengan lembaga seperti BRIN. Banyak tokoh Indonesia lulusan TU Delft yang berkiprah di pemerintahan, akademisi, dan industri teknik: Bimo Sasongko: Menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Jerman (2020-2023) dan aktif dalam jaringan alumni TU Delft. Made Tri Ari Penia Kresnowati: Salah satu akademisi ternama yang tercatat dalam daftar alumni. Oetarjo Diran: Tokoh penerbangan Indonesia yang dikenal luas sebagai pakar kedirgantaraan. Pangeran Poerbojo: Tokoh sejarah Indonesia yang menempuh pendidikan di sana. Dwi Hartanto: Pernah menjadi mahasiswa doktoral di TU Delft sebelum terlibat dalam kasus klaim prestasi yang tidak akurat. Dwi Sasetyaningtyas: Alumni penerima beasiswa yang baru-baru ini menjadi perhatian publik terkait status kewarganegaraan dan pengabdian pasca-studi (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah para alumni Teknik Delft (TU Delft) kembali ke tanah air dan berjuang? Seperti disebut di atas, para alumni TU Derlft kini menjadi perhatian, tetapi sejak temnpo doeloe sudah banyak orang Indonesia studi di Delft seperti Tan Tjioen Liang lulus tahun 1894, Sarengat (1920), Han Tiauw Tjong (1920), Soerachman (1922) dan seterusnya. Lalu bagaimana sejarah para alumni Teknik Delft (TU Delft) kembali ke tanah air dan berjuang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, 21 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 10-5: AI di Penulisan Sejarah, Sejarah Itu Narasi Fakta dan Data; Ini Tentang Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Apakah sudah terbit buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” sebanyak 10 jilid dalam bentuk ebook? Tampaknya belum. Sebagaimana pernah dijanjikan Kementerian Kebudayaan bahwa buku Sejarah Indonesia sebanyak 10 jilid akan dibuka akses ke publik pada bulan Februari ini dalam bentuk ebook (gratis). Hari ini sudah berada di hari-hari terakhir bulan Februari. Mengapa buku 10 jilid itu perlu kita baca? Sejarah adalah narasi fakta dan data, narasi tentang yang benar-benar terjadi dan ada buktinya. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan


Kecerdasan Buatan (AI) memungkinkan sejarawan untuk memproses volume data yang sangat besar dalam waktu singkat melalui teknik text-mining. Platform seperti Transkribus menggunakan teknologi AI untuk membaca dan mentranskripsikan tulisan tangan kuno (seperti Latin abad pertengahan atau Gotik) yang sulit dibaca mata manusia. AI tidak hanya membantu dalam bentuk teks, tetapi juga dalam menghidupkan kembali masa lalu secara visual. Alat seperti HyperWrite atau Squibler dapat membantu menyusun draf narasi peristiwa sejarah atau fiksi sejarah berdasarkan basis data yang luas. Meskipun efisien, penggunaan AI dalam sejarah memiliki risiko yang signifikan. AI sering menghasilkan "halusinasi" berupa referensi atau kutipan palsu dan dapat membawa bias dari data pelatihan yang digunakan. Terdapat kekhawatiran bahwa AI dapat menyederhanakan peristiwa kompleks secara berlebihan atau menciptakan narasi sejarah palsu (deepfake). Menirukan tokoh sejarah dengan AI berisiko meremehkan pengalaman hidup asli individu tersebut. Secara umum, AI dianggap sebagai alat bantu, bukan rekan penulis. Untuk mendapatkan hak cipta penuh, kontribusi kreatif manusia tetap menjadi syarat utama (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah AI dan penulisan sejarah (sejarah adalah narasi fakta dan data)? Seperti disebut di atas, Indonesia sekarang telah memiliki buku sejarah terbaru sebanyak 10 jilid. Apakah isi buku itu sesuai dengan dinamika kebangsaan dalam arus global? Itu satu hal. Lalu bagaimana sejarah AI dan penulisan sejarah (sejarah adalah narasi fakta dan data)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 19 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 9-3: Ijazah dan Gelar; Disertasi Para Doktor Indonesia di Belanda Diterbitkan Secara Publik Dapat Diakses Kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Sejarah penipuan disertasi berakar dari manipulasi akademik, termasuk plagiarisme, pemalsuan data, atau penggunaan jasa joki, yang merusak integritas ilmiah. Penipuan ini sering kali bertujuan untuk memperoleh gelar secara tidak sah, yang berpotensi melanggar hukum dan etika. Kasus-kasus ini tergolong kejahatan intelektual yang serius. Pengantar Metode Riset Bisnis


Sejarah penipuan disertasi merupakan bagian dari fenomena academic fraud (kecurangan akademik) yang mencakup plagiarisme, fabrikasi data, hingga penggunaan jasa penulisan atau joki. Berdasarkan tinjauan akademik, penipuan dalam disertasi umumnya terjadi dalam bentuk: Plagiarisme, mengambil karya orang lain dan mengakuinya sebagai milik sendiri tanpa atribusi yang tepat. Fabrikasi Data: Memalsukan data penelitian untuk mendukung hipotesis tertentu. Joki Disertasi (Contract Cheating, menggunakan jasa pihak ketiga untuk menuliskan disertasi, yang seringkali melibatkan transaksi finansial besar. Akses "Jalur Cepat", kasus di mana mahasiswa mendapatkan gelar doktoral dalam waktu yang tidak wajar atau tanpa melalui proses perkuliahan yang seharusnya. Diederik Stapel: Seorang profesor psikologi sosial asal Belanda yang melakukan fabrikasi data secara masif dalam berbagai publikasi dan membimbing mahasiswa doktoral dengan data palsu. Beberapa pejabat tinggi Jerman, seperti Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg (2011) dan Menteri Pendidikan Annette Schavan (2013), mengundurkan diri setelah disertasi mereka terbukti mengandung plagiarisme masif. Di Indonesia, isu penipuan dan integritas disertasi sering kali melibatkan tokoh publik atau akademisi. Penipuan disertasi memiliki dampak hukum dan reputasi yang serius: Pencabutan Gelar, Sanksi Hukum, Kerugian Institusi (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah ijazah dan gelar? Seperti disebut di atas, untuk mendapat gelar akademik biasanya harus memenuhi persyaratan laporan riset akademik. Disertasi para doktor Indonesia di Belanda diterbitkan ke publik yang dapat diakses hingga kini. Lalu bagaimana sejarah ijazah dan gelar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 17 Februari 2026

Sejarah Jepang (15): Jepang vs Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia; Asia Timur adalah Satu Hal dan Asia Tenggara adalah Hal Lain


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Dalam minggu ini terjadi perang antara Netizen Indonesia (Net 62) dan Netizen Korea (K-netz). Pemicunya entah bagaimana ada K-netz yang menghina Asia Tenggara termasuk Indonesia. Perang “warga net” tidfak terhindarkan dimana Net 62 menghantam balik K-netz (hingga TKO). Alih-alih K-Netz berharap Netizen Jepang membantu untuk menyerang warga net Asia Tenggara (SEAblings) yang terjadi sebaliknya Netizen Jepang justru membela Net 62 khususnya. Mengapa? Hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia pada era modern sejatinya sudah berlangsung sejak 1918 (hingga kini). Sejarah Pers di Indonesia

Sejarah "kontra" atau konflik antara Jepang dan Korea adalah narasi panjang yang didominasi oleh persaingan kekuasaan di Asia Timur, dengan titik paling traumatis terjadi pada abad ke-20. Ketegangan besar pertama bermula saat pemimpin militer Jepang, Toyotomi Hideyoshi, melancarkan invasi ke Korea tahun 1592 dengan ambisi akhir menaklukkan Dinasti Ming di Tiongkok. Perang ini menyebabkan kehancuran luas di Semenanjung Korea sebelum pasukan Jepang akhirnya ditarik mundur setelah kematian Hideyoshi tahun 1598. Akar utama sentimen anti-Jepang di Korea modern bermula ketika Jepang secara resmi mencaplok Korea melalui Perjanjian Aneksasi 1910. Selama 35 tahun masa pendudukan kekayaan alam dan tenaga kerja Korea dikuras untuk kepentingan militer Jepang. Ribuan warga Korea dipaksa menjadi buruh di pabrik/tambang Jepang, dan banyak wanita dipaksa menjadi "Comfort Women" (wanita penghibur) bagi tentara Jepang. Jepang berusaha menghapus identitas Korea dengan melarang bahasa Korea dan memaksa warga mengadopsi nama Jepang. Meskipun hubungan diplomatik telah dinormalisasi pada tahun 1965, beberapa isu sejarah tetap menjadi pemicu konflik diplomatik saat ini. Sisa dari perseteruan Korea ve Jepang adalah Korea Utara hingga saat ini, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti disebut di atas, hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia sejatinya sudah berlangsung sejak 1918. Bagaimana dengan Korea? Itu belum lama secara terbatas pada Korea Utara. Lalu bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. 

Senin, 16 Februari 2026

Sejarah Jepang (14): Angkatan Laut Jepang, Alih Teknologi dan Jadi Industri Perkapalan: Jepang Tempo Doeloe, Indonesia Masa Kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Kapal induk Indonesia tengah menuju Indonesia dari Italia (namanya Garibaldi akan diubah menjadi KRI Gadjah Mada). Kapal fregat Indonesia yang tercanggih juga dari Italia (KRI Brawijaya). Kapal perang Indonesia lainya juga tengah menuju Indonesia dari Italia (KRI Prabu Siliwangi). Tentu saja kini Indonesia sudah bisa secara defacto membuat kapal fregat, yang pertama adalah KRI Balaputradewa. Jepang sendiri sudah sejak 1921 sudah memiliki kapal induk (Hoso). Kapal fregat Jepang pertama sendiri dibuat di Belanda, diluncurkan pada tahun 1866 untuk menuju Jepang. Pengantar Metode Riset Bisnis


Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) resmi didirikan pada tahun 1869 sebagai bagian dari modernisasi Restorasi Meiji untuk mencegah dominasi Barat. Modernisasi awalnya dibantu oleh teknologi dan pelatihan dari Belanda (seperti penggunaan kapal uap Kankō Maru) dan kemudian mengadopsi model dari Inggris. Restorasi Meiji menjadikan pembuatan kapal sebagai pilar utama pertahanan dan industri. Galangan kapal modern seperti Kawasaki Hyogo Shipyard (1878) dan Ishikawajima mulai beroperasi. Perang Rusia-Jepang (1904-1905): Kemenangan Jepang dalam perang ini menjadi titik balik penting yang menunjukkan kekuatan Asia atas kekuatan Eropa. Pada 1910, Jepang memiliki armada laut terbesar ketiga di dunia, dan pada 1914, industri domestiknya mampu memproduksi hampir semua jenis kapal. Armada Kapal Induk (Kidobutai) menjadi kunci serangan terhadap Pearl Harbor pada tahun 1941. Membangun kapal tempur kelas Yamato (kapal tempur terberat yang pernah dibuat) dan kapal induk IJN Shinano. Mengalami titik balik setelah kalah dalam Pertempuran Midway (1942) dan akhirnya dibubarkan pada tahun 1945 setelah Jepang menyerah. Setelah pembubaran IJN, Jepang membentuk Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) pada tahun 1954 di bawah konstitusi pasca-perang bertugas untuk pertahanan wilayah maritim Jepang dan menjaga keamanan jalur laut (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Angkatan Laut Jepang, alih teknologi dan industri perkapalan? Seperti disebut di atas, dimulai pada Restorasi Meiji yang kemudian menjadi angkatan laut kuat, tetapi harus dikekang pasca perang Asia Pasifik. Dalam hal ini Jepang tempo doeloe dan Indonesia masa kini. Lalu bagaimana sejarah Angkatan Laut Jepang, alih teknologi dan industri perkapalan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 15 Februari 2026

Sejarah Jepang (13): Transportasi di Jepang, Jalan Kaki, Pedati, Becak: Jalur Kereta Api Pertama Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Sejarah transportasi di Jepang berevolusi dari era tradisional, di mana manusia berjalan kaki atau menggunakan tandu (kago), menjadi salah satu sistem transportasi paling canggih di dunia. Modernisasi dimulai pada Restorasi Meiji (1868) dengan pengenalan kereta api dan jinrikisha (becak). Puncaknya adalah peluncuran kereta cepat Shinkansen pada 1964, yang menetapkan standar keselamatan dan kecepatan tinggi di dunia. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan


Sejarah transportasi di Jepang telah berevolusi dari perjalanan kaki yang sangat terbatas di zaman kuno hingga menjadi salah satu sistem transportasi paling canggih dan efisien di dunia saat ini. Zaman Kuno dan Edo (1603-1867): Pada masa Keshogunan Tokugawa, transportasi sangat diatur untuk menjaga keamanan negara. Sebagian besar orang bepergian dengan berjalan kaki di sepanjang jalan bersejarah seperti Tokaido. Penggunaan transportasi beroda dilarang kecuali untuk pengangkutan barang tertentu guna mencegah pergerakan militer yang cepat. Orang-orang penting menggunakan tandu (kago) atau kuda, namun penggunaan kuda sebagai penarik gerobak lebih umum untuk barang. Kapal memainkan peran vital dalam mengangkut barang dalam jumlah besar dari seluruh Jepang menuju pusat-pusat utama seperti Kyoto, Osaka, dan Edo (Tokyo). Restorasi Meiji memicu industrialisasi pesat yang mengubah wajah transportasi Jepang. Kereta Api Pertama (1872): Jalur kereta api pertama dibuka menghubungkan Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama. Jinrikisha: Muncul sebagai sarana transportasi manusia yang populer sebelum kendaraan bermotor menyebar luas. Kyoto menjadi kota pertama di Jepang yang mengoperasikan trem pada tahun 1895. Subway (1927): Tokyo membuka jalur kereta bawah tanah pertama di Asia. Prioritas Infrastruktur: Pemerintah Meiji lebih memprioritaskan pembangunan kereta api dan transportasi laut dibandingkan jalan raya untuk mengejar ketertinggalan dari negara Barat. Era Pasca Perang dan Revolusi Kereta Cepat (1945–Sekarang (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah transportasi di Jepang, jalan kaki, pedati, becak? Seperti disebut di atas, sejarah transportasi di Jepang sebenarnya beriringan di wilayah Indonesia bahkan jalan kaki, pedati, becak. Jalur kereta api pertama antara Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama. Lalu bagaimana sejarah transportasi di Jepang, jalan kaki, pedati, becak? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.