*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Internasional di blog ini Klik Disini
Malam yang bersejarah dalam sejarah panjang klub Como 1907 di Stadion Giuseppe Sinigaglia di kota Como, Italia. Mengapa? Ini untuk kali pertama, Como, klub kota Como di Italia Utara berbatasan dengan negara Swiss mencapai liga tertinggi (internasional Eropa) yang kini disebut UEFA Champions League. Dalam debutnya, pada dini hari klub Como 1907 langsung meraih kemenangan dengan skor besar 4-1. Dalam hubungan itu, keutamaan klub Como 1907 bagi penggemar sepak bola di Indonesia, karena klub ini kini investor utamanya adalah orang Indonesia. Buku "Sejarah Klub Como 1907" oleh Akhir Matua Harahap (xvi, 826 hlm) segera terbit Deepublish
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.
Lantas seberapa penting kita para penggemar sepak bola di Indonesia terus mengikuti perjalanan klub Como 1907? Satu yang jelas, bahwa klub Como 1907 kini “dimiliki” oleh investor Indonesia (Hartono Bersaudara). Karena itu pula, pada dini hari tadi saya harus menunggu hingga pukul 02.00 saat kick-off dimulai pertandingan antara Como vs Leipzig. Saat skor 1-0 untuk Como pada menit ke-15 saya merasa lega. Meski mata mengantuk masih terus berusaha mengikuti perkembangan hasilnya. Pada menit ke-38 kembali Como menambah gol menjadi 2-0. Saya pun kemudian tidak ingat lagi. Saat subuh saya melihat statistik UEFA Champions League, klub Como 1907 menang 4-1. Atas dasar itulah, artikel singkat ini ditulis.





