Selasa, 16 Juni 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-8: Nasib Esperanto Bahasa Indonesia Bahasa Pemersatu Dunia; Apakah Bahasa Inggris Bertahan Selamanya


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Bahasa Indonesia telah resmi diakui sebagai bahasa internasional setelah ditetapkan sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 20 November 2023. Status ini menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 di forum tersebut, bersanding dengan bahasa besar dunia seperti Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia, Hindi, Italia, dan Portugis. Bahasa Indonesia sedang dalam proses strategis menuju pengakuan global. Pemerintah menargetkan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi PBB pada 2045. Sejarah Bahasa Indonesia


Bahasa Esperanto adalah bahasa buatan (bahasa terencana) yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Bahasa ini diciptakan pada tahun 1887 oleh Dr Ludwik Lazar Zamenhof, seorang dokter mata asal Polandia. Tujuan utama pembuatan Esperanto adalah menjadi bahasa bantu internasional yang netral, mudah dipelajari, serta mampu menjembatani perbedaan budaya tanpa menghapus bahasa ibu masing-masing bangsa. Tata bahasanya tidak memiliki pengecualian sama sekali. Setiap huruf hanya memiliki satu bunyi, sehingga ditulis sesuai dengan cara diucapkan. Akar katanya diambil dari bahasa-bahasa Eropa, terutama rumpun Roman, Jermanik, dan Slavia. Menggunakan prefiks dan sufiks yang logis untuk mengubah arti kata dasar secara instan. Bahasa Esperanto menggunakan penanda akhir kata yang konsisten untuk menunjukkan kelas kata:Kata benda selalu diakhiri huruf -o (contoh: amiko = teman). Kata sifat selalu diakhiri huruf -a (contoh: amika = ramah). Kata kerja bentuk sekarang diakhiri -as (contoh: lumas = bersinar). Beberapa contoh frasa dasar sehari-hari: Saluton! = Halo! Dankon. = Terima kasih. Kiel vi fartas? = Bagaimana kabarmu? Mi estas indoneziano. = Saya adalah orang Indonesia. Meskipun belum berhasil menjadi bahasa resmi global, Esperanto tetap hidup sebagai bahasa yang aktif digunakan oleh komunitas internasional (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah nasib bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti disebut di atas, diantara bahasa-bahasa dunia terdapat bahasa Esperanto, bahasa yang dibuat baru yang diduga dibuat untuk mengedepankan satu bahasa sebelum bahasa Inggris menyebar di seluruh muka bumi. Bahasa Esperanto ini muncul setelah keberadaan Bahasa Indonesia (yang masih disebut bahasa Melayu) eksis. Ke depan, apakah bahasa Inggris bertahan selamanya? Bagaimana dengan Bahasa Indonesia? Lalu bagaimana sejarah nasib bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia

Senin, 15 Juni 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-7: Sie Kong Lian dan Kongres Pemuda; Fa Ledikanten Handel di Jalan Pasar Senen No 95 Weltevreden


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Museum Sumpah Pemuda adalah museum sejarah khusus yang menjadi saksi bisu tempat dibacakannya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Terletak di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, gedung kolonial ini awalnya merupakan rumah indekos mahasiswa bernama Commensalen Huis milik Sie Kong Liong. Di sinilah para pemuda dari berbagai daerah berkumpul, berdiskusi, hingga akhirnya melahirkan momentum persatuan bangsa Indonesia..Sejarah Bahasa Indonesia


Sie Kong Lian (3 Januari 1877-1954) adalah seorang warga Indonesia keturunan Tionghoa yang berjasa besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sebagai pemilik rumah kos di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta, yang menjadi lokasi pembacaan ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Rumah tersebut kini berdiri tegak sebagai Museum Sumpah Pemuda. Sie Kong Lian merupakan seorang pedagang kasur di pasar Jakarta dan dikenal memiliki keahlian kungfu. Sie Kong Lian sendiri tidak tinggal di Kramat Raya 106, melainkan menetap di kediamannya di Jalan Senen Raya. Rumah di Jalan Kramat Raya didirikan pada awal abad ke-20 dan disewakan sebagai tempat kos bagi para pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) dan Rechtsschool (sekolah hukum) sejak tahun 1908. Sejumlah tokoh penting bangsa pernah indekos di rumah ini, termasuk Mohammad Yamin, Amir Sjarifuddin, Sugondo Djojopuspito, Assaat, dan Abu Hanifah. Sejak tahun 1927, gedung ini resmi disewa oleh organisasi pemuda dan dinamakan Indonesische Clubhuis atau Clubgebouw sebagai wadah diskusi kebangsaan. Rumah kos ini menjadi lokasi persinggahan akhir Kongres Pemuda II sekaligus tempat dikumandangkannya ikrar Sumpah Pemuda 1928 (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Sie Kong Lian dan Kongres Pemuda? Nama Sie Kong Lian adalah satu hal dan Kongres Pemuda adalah hal lain. Ledikanten Handel Firma di Jalan Pasar Senen No 95 Weltevreden diduga kuat adalah milik Sie Kong Lian. Lalu bagaimana sejarah Sie Kong Lian dan Kongres Pemuda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Catur di Indonesia

Kamis, 11 Juni 2026

Sejarah Surat Kabar (1): Surat Kabar Terbit di Surabaya Soerabaijasch handelsblad; Satu Satunya Terbit di Masa Pendudukan Jepang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surat Kabar di blog ini Klik Disini

Soerabaijasch Handelsblad ("Surat Kabar Perdagangan Surabaya") adalah surat kabar lembar lebar berbahasa Belanda[1] yang beredar di Surabaya, Hindia Belanda. Surat kabar ini diterbitkan oleh Kolff and Company (Wikipedia Indonesia). Sejarah Catur di Indonesia


Soerabaijasch Handelsblad ("Surat Kabar Komersial Surabaya") adalah surat kabar berformat lembaran besar berbahasa Belanda yang terkemuka yang diterbitkan di Surabaya, Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Surat kabar ini berperan penting sebagai media selama era kolonial, terutama mewakili kepentingan perdagangan dan perkebunan Eropa. Garis Waktu Sejarah Utama 1853 (Pendirian): Didirikan dengan nama De Oostpost ("Pos Timur"), menjadikannya surat kabar kedua yang muncul di Surabaya. Awalnya berfokus sepenuhnya pada iklan. Pada tahun 1865 secara resmi mengubah namanya menjadi Soerabaijasch Handelsblad seiring perluasan cakupannya ke berita umum, sastra, dan budaya. Pada tahun 1942 terpaksa mengubah format kalendernya ke sistem kōki Jepang sebelum ditutup sementara setelah pendudukan Jepang di wilayah tersebut. Pada tahun 1945 melanjutkan penerbitan setelah Perang Dunia II, beroperasi selama Revolusi Nasional Indonesia hingga akhirnya berhenti beroperasi secara permanen pada tahun 1957 (Wikipedia Inggris). 

Lantas bagaimana sejarah surat kabar Soerabaijasch handelsblad terbit di Surabaya? Seperti disebut di atas, surat kabar di Surabaya ini merupakan sukses surat kabar De Oostpost. Surat kabar sendiri pada masa ini sangat andal dijadikan sebagai sumber data dalam penulisan sejarah di Indonesia. Satu yang menjadi pertanyaan adalah Soerabaijasch handelsblad adalah satu-satunya surat kabar berbahasa Belanda yang terbit di masa (permulaan) pendudukan Jepang. Lalu bagaimana sejarah surat kabar Soerabaijasch handelsblad terbit di Surabaya? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 25 Mei 2026

Sejarah Sepak Bola (44): Klub Como 1907 Kali Pertama di Liga Champion Eropa;Buku Sejarah Klub Como 1907 Segera TERBIT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Ada peribahasa: ‘bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tidak dimakan ayah mati’. Itulah yang terjadi pertandingan antara klub Como 1907 milik orang Indonesia dan klub Cremonese yang digawangi oleh pemain timnas Indonesia, Emil Audero. Fakta bahwa tadi subuh, klub Como 1907 secara resmi mencetak sejarah lolos ke Liga Champions setelah mengalahkan US Cremonese dengan skor telak 4-1 pada laga pamungkas Serie A musim 2025/2026. Ironisnya, kekalahan ini juga memastikan klub yang dibela kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, resmi terdegradasi ke Serie B. 


Hasil Liga Italia: Como ke Liga Champions, Emil Audero Cs Degradasi. Randy Prasatya- Sepakbola. Senin, 25 Mei 2026 04:10 WIB: ‘Jakarta - Como menyudahi perjalanan di Liga Italia 2025/2026 dengan finis di posisi keempat. Pasukan Cesc Fabregas itu meraih tiket ke Liga Champions. Como bertandang ke markas Cremonese dalam pekan terakhir Serie A, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Jesus Rodriguez membawa Como memimpin 1-0 pada babak pertama lewat gol di menit ke-35. Anastasios Douvikas kemudian memperbesar keunggulan Como menjadi 2-0 di menit ke-50. Cremonese, yang sedang berjuang untuk bertahan di Serie A, mendapatkan gol Federico Bonazzoli di menit ke-54. Perjuangan Cremonese untuk bertahan di Serie A menjadi berat pada menit ke-70. Alberto Grassi diganjar kartu merah dan diganjar penalti. Lucas Da Cunha maju sebagai eksekutor. Bola tembakannya berhasil membobol gawang Emil Audero di menit ke-73 dan Como memimpin 3-1. Emil Audero, yang juga kiper Timnas Indonesia, kembali dibobol Da Cunha. Gol di menit ke-80 itu membawa Como menang 4-1. Hasil ini mengantarkan Como finis di urutan keempat dengan 71 poin, yang artinya merebut tiket ke Liga Champions setelah AC Milan kalah melawan Cagliari. Cremonese harus rela terdegradasi ke Serie B urutan ke-18 dengan 34 poin (https://sport.detik.com/sepakbola/). 

Lantas bagaimana sejarah klub Como 1907 kali pertama di Liga Champion Eropa? Nah, itu dia: sudah barang tentu belum pernah terinformasikan, tapi hari ini semua pecinta sepak bola Indonesia mulai tersenyum. Dan, ini dia: Buku “Sejarah Klub Como 1907” segera terbit. Lalu bagaimana sejarah klub Como 1907 kali pertama di Liga Champion Eropa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 10 April 2026

Sejarah Indonesia Jilid 5-5: Awal Penemuan Sumber Minyak di Bumi Nusantara; Sumber Energi Pertama Batubara Kemudian Minyak


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Sejarah minyak bumi di Indonesia dimulai pada tahun 1885 dengan penemuan komersial pertama di Telaga Tunggal, Langkat, Sumatera Utara oleh Aeilko Jans Zijlker, setelah eksplorasi awal dimulai tahun 1871. Industri ini berkembang pesat di bawah kolonial Belanda (termasuk sumur Matilda, Balikpapan 1897) dan kemudian dikelola negara melalui Pertamina (didirikan 1957). Sejarah Catur di Indonesia

 

Sejarah minyak di Indonesia memiliki perjalanan yang sangat panjang. Ini bermula para penjelajah Belanda yang terinspirasi oleh kesuksesan pengeboran minyak pertama di Amerika Serikat pada tahun 1859. Pada tahun 1871 Jan Reerink melakukan pengeboran pertama di Cibodas, Majalengka, Jawa Barat. Meski ditemukan rembesan minyak, hasilnya tidak komersial. Pada tahun 1883 Aeilko Jans Zijlker menemukan rembesan minyak di Telaga Said, Langkat, Sumatera Utara yang menjadi cikal bakal berdirinya perusahaan minyak Belanda Royal Dutch Shell. Lalu tahun 1897 dimulai pengeboran di Balikpapan (Sumur Matilda). Dalam hal ini Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) anak perusahaan Royal Dutch Shell lalu menguasai sebagian besar lapangan minyak. Sebagian yang lain Standard Oil & Caltex perusahaan asal Amerika Serikat mulai mengeksplorasi wilayah Sumatera dan menemukan lapangan minyak raksasa seperti Minas di Riau pada akhir 1930-an. Pada masa ini, Hindia Belanda menjadi salah satu produsen minyak terbesar di Timur Jauh. Setelah merdeka, pada tahun 1957 Pemerintah mendirikan PT Perusahaan Minyak Nasional (Permina) untuk mengelola ladang minyak di Aceh. Penggabungan dua perusahaan negara (Pertamin dan Permina) tahun 1968 dibentuk Pertamina, yang menjadi pengelola tunggal industri migas nasional berdasarkan UU No. 8 Tahun 1971 (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah awal penemuan sumber minyak di Bumi Nusantara? Seperti disebut di atas, itu dimulai oleh para penjelajah Belanda setelah penemuan batubara dan kemudian disusul penemuan minyak. Lalu bagaimana sejarah awal penemuan sumber minyak di Bumi Nusantara? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 19 Maret 2026

Sejarah Sepak Bola (43): Klub Como 1907 di Danau Pegunungan di Como, Italia; Klub Hartono Bersaudara dari Serie-D ke Serie-A


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Artikel ini sudah lama artikel dibuat, tetapi tidak kunjung diupload. Namun kabar duka hari ini tanggal 19 Maret 2026 pemilik klub Como bahwa Bapak Michael Bambang Hartono dikabarkan meninggal dunia di Singapura. Klub Como 1907 tengah berduka. Namun demikain nama Michael Bambang Hartono akan selalu dikenal oleh supporter Coma 1907. Semoga klub fenomenal ini terus Berjaya di bawah dukungan sang adik Robert Budi Hartono. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Como 1907 adalah klub sepak bola Italia yang saat ini berkompetisi di Serie A, kasta tertinggi liga Italia. Klub ini menjadi sangat populer di Indonesia karena dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia, yaitu Keluarga Hartono (Grup Djarum) melalui anak perusahaan mereka, SENT Entertainment. Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono sejak 2019 mengakuisisi klub yang berada di kota peguinungan di pinggir danau Como. Dukungan finansial mereka, Como dinobatkan sebagai klub sepak bola dengan pemilik terkaya di Italia menurut Forbes. Kabar Duka Terbaru: Pada 19 Maret 2026, klub secara resmi menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya salah satu pemiliknya, Michael Bambang Hartono. Saat ini klub dilatih oleh legenda sepak bola Cesc Fabregas dari Spanyol. Markar klub berada di Stadion Giuseppe Sinigaglia yang terletak di pinggir Danau Como. Klub ini dibeli saat berada di Serie D (divisi empat) setelah mengalami kebangkrutan, lalu berhasil promosi beruntun hingga mencapai Serie A pada musim 2024/2025. Identitas klub dikenal dengan julukan I Lariani dan identik dengan warna biru kerajaan (royal blue) (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Klub Como 1907 di Danau Pegunungan di Como, Italia? Nah, itu dia: jarang ditulis. Pada masa ini hanya terinformasikan telah dimiliki oleh Hartono Bersaudara, klub yang awalnya berada di Serie-D tetapi kini dalam waktu singkat sudah di Serie-A dan moga-moga segera berpartisipasi dalam Liga Champion Eropa. Lalu bagaimana sejarah Klub Como 1907 di Danau Pegunungan di Como, Italia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Pers di Indonesia