Sabtu, 27 Juni 2026

Sejarah Belanda di Indonesia (5): Nama Indo Diperkenalkan oleh Prof AA Fokker; Nama Indonesia Diperkenalkan RJ Logan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Balanda di Indonesia di blog ini Klik Disini

Jauh sebelum nama Indonesia muncul, sudah eksis nama Nusantara, nama bahasa asli penduduk kepulauan yang digabungkan dari dua kata: nusa (pulau) dan antara (di antara atau seberang). Secara harfiah bermakna "pulau-pulau yang berada di antara" dua benua (Asia dan Australia) atau gugusan pulau di luar daratan utama. Lalu orang Eropa melihat letak Nusantara berada di timur India. Hal itu menyebabkan muncul sebutan kepulauan India/Hindia Timur (Oost Indie Archipel/East India Archipelago). Kepulauan sendiri dibedakan dengan semenanjung (peninsula) seperti Italia dan Malaya. Jadi tidak pernah disebut Kepulauan Italia. Dalam konteks inilah muncul nama Indonesia dan Kepulauan Indonesia (bukan The Malay Archipelago). Deepublish

 

Asal-usul kata "Indo" secara etimologi berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu Indus (Ἰνδός) atau Indos, yang berarti "India" atau "Hindia". Dalam perkembangannya, kata ini memiliki beberapa konteks penggunaan yang berbeda, mulai dari nama negara hingga kategori identitas manusia. Dalam konteks nama negara kita, "Indo" merupakan potongan dari kata "Indonesia". Pada tahun 1850, dua ilmuwan Inggris bernama George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan mencari nama khas untuk wilayah kepulauan jajahan Belanda (saat itu disebut Hindia Belanda) agar tidak tertukar dengan India. Kata "Indonesia" diciptakan dengan menggabungkan dua kata Yunani: "Indo" (Hindia/India) dan "Nesia" (dari kata Nesos yang berarti pulau atau kepulauan). Secara harfiah, Indonesia berarti "Kepulauan Hindia". Dalam catatan sejarah kolonial, kata "Indo" (berdiri sendiri) digunakan sebagai singkatan formal untuk menyebut Orang Indo (Indo-Europeans). Sebutan ini merujuk pada kelompok orang yang memiliki darah campuran (blasteran) antara leluhur Eropa (mayoritas Belanda) dan pribumi Indonesia. Pada masa Hindia Belanda, komunitas ini memiliki status sosial tersendiri yang berada di antara warga Eropa murni dan masyarakat bumiputera. Dalam dunia linguistik dan sains internasional, kata "Indo-" digunakan sebagai awalan untuk menunjukkan hubungan dengan India atau Anak Benua India contohnya Indo-European (Indo-Eropa): Indo-China (Indochina) (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah nama Indo diperkenalkan oleh Prof AA Fokker? Seperti disebut di atas, nama Indonesia kemudian disingkat Indo, yang kemudian ditambahkan Eropa menjadi Indo-Eropa bagi warga yang tingga di Indo-nesia. Dalam hal ini nama Indonesia sendiri diperkenalkan Dr RJ Logan. Lalu bagaimana sejarah nama Indo diperkenalkan oleh Prof AA Fokker? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026

Sejarah Casajangan (3): Soetan Casajangan Berangkat ke Belanda 1903 Studi Keguruan; Mendirikan Indisch Vereeniging Tahun 1908


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Organisasi kebangsaan Indonesia pertama telah didirikan di Padang pada tahun 1900 yang dipimpin Dja Endar Moeda. Di Medan pada tahun 1905 di Medan didirikan Sjarikat Tapanoeli sebagai tempat berhimpun dan wadah pergerakan bagi tokoh-tokoh bumiputera. Para pemuda Sjarikat Tapanoeli mendirikan klub sepak bola (Tapanoeli Voetbalclub). Organisasi kebangsaan di Medan ini kemudian mendirikan NV Sjarikat Tapanoeli yang menjadi badan usaha dalam penerbitan surat kabar Pewarta Deli (1909). Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging), dikenal juga sebagai Perhimpunan Indonesia atau PI (Indonesische Vereeniging), adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia Belanda yang berdiri pada tahun 1908. Indische Vereeniging berdiri atas prakarsa Soetan Kasajangan Soripada Harahap dan R.M. Noto Soeroto. Sejak Cipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat masuk, pada 1913, mulailah mereka memikirkan mengenai masa depan Indonesia. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya organisasi tersebut bagi bangsa Indonesia. Semenjak itulah Indische Vereeniging memasuki kancah politik. Waktu itu pula Indische Vereeniging menerbitkan sebuah buletin yang diberi nama Hindia Poetera, tetapi isinya sama sekali tidak memuat tulisan-tulisan bernada politik (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Soetan Casajangan berangkat ke Belanda 1903 studi keguruan? Seperti disebut di atas, organisasi kebangsaan Indonesia pertama telah didirikan di Padang pada tahun 1900. Dalam konteks inilah Soetan Casajangan berangkat studi ke Belanda 1903 dan kemudian mendirikan Perhimpunan Hindia (Indisch Vereeniging) tahun 1908. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan berangkat ke Belanda 1903 studi keguruan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Kamis, 25 Juni 2026

Sejarah Casajangan (2): Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian; Pemimpin Redaksi Surat Kabar Melayu Pertja Barat di Padang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Soetan Casajangan Soripada memiliki kaitan yang kuat dengan Kweekschool Padang Sidempoean dan Charles Adrian van Ophuijsen. Soetan Casajangan Soripada juga memiliki kaitan yang kuat dengan Dja Endar Moeda. Sama-sama guru dari sekolah yang sama, aktif di jurnalistik. Dja Endar Moeda pendiri organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Soetan Casajangan Soripada pendiri organisasi kebangsaan pertama di Belanda. Namun sayang banyak narasi sejarah yang ditulis tentang mereka kurang akurat. Sebagai contoh kutipan Wikipedia di bawah ini kweekschool Padang Sidimpuan didirikan oleh Willem Iskander [3]. Namun kutipan dari SindoNews keliru, sementara yang dikutip dari PoestahaDepok tidak demikian. Sejarah Pers di Indonesia


Dja Endar Moeda Harahap adalah perintis pers berbahasa Melayu kelahiran Padang Sidempuan, 1861. Dididik sebagai guru di sekolah pengajaran guru, kariernya di dunia pers dimulai sebagai redaktur untuk jurnal bulanan Soeloeh Pengadjar pada 1887.[1]. Pada 1884, ia lulus dari kweekschool Padang Sidimpuan.[2] Sekolah ini merupakan sekolah yang didirikan oleh Willem Iskander.[3] Selama bersekolah, Moeda menjadi salah satu murid Charles Adrian van Ophuijsen.[4] Selepas lulus, ia diangkat menjadi guru pembantu di Air Bangis, lalu menjadi kepala sekolah di Batahan, Mandailing Natal pada 1886.[2] Selama menjadi guru, ia juga menjabat sebagai editor untuk Soeloeh Pengadjar karena kemahirannya dalam Bahasa Belanda yang merupakan jurnal pendidikan yang diterbitkan di Probolinggo pada 1887.[5] Dia dipindahkan dari Batahan ke Singkil dan melakukan ibadah haji pada 1892.[6] Selain naik haji, ia juga melakukan ziarah ke makam ayahnya yang meninggal di Makkah.[7] Berdasarkan catatan perjalanan haji yang diterbitkannya di Bintang Hindia berjudul Perdjalanan ke Tanah Tjoetji (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian? Seperti disebut di atas, Soetan Casajangan Soripada memiliki kaitan yang kuat dengan Dja Endar Moeda. Sama-sama guru dari sekolah yang sama, aktif di jurnalistik. Dja Endar Moeda pendiri organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Soetan Casajangan Soripada pendiri organisasi kebangsaan pertama di Belanda. Lalu bagaimana sejarah Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Selasa, 23 Juni 2026

Sejarah Casajangan (1): Soetan Casajangan Soripada; Kweekschool Padang Sidempoean Tata Bahasa Charles Adrian van Ophuijsen


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Narasi sejarah Indonesia, pada dasarnya belum sepenuhnya menggambarkan peta geomorfologis sejarah Indonesia keseluruhan. Yang terkesan adalah di wilayah terntentu narasinya sangat padat dan bahkan data sampah juga dinarasikan. Sementara itu di berbagai wilayah lainnya di Indonesia hanya dikupas tipis-tipis. Bahkan di banyak wilayah di Indonesia bahkan banyak data sejarah yang belum digali sepenuhnya lebih dalam meski sudah diketahui di permukaannya sudah memgandung unsur emas, intan dan sebagainya. Jika digali terus sudah tentu akan lebih memperkaya lagi narasi sejarah Indonesia. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia


Soetan Casajangan (born Rajiun Harahap, 1874–1927) was a pioneering Indonesian educator and nationalist figure who co-founded the Indische Vereeniging (Indies Association) in the Netherlands, which later transformed into the politically influential Perhimpunan Indonesia. Born in Padang Sidempuan, North Sumatra, he made history as the second student from the Tapanuli region to pursue higher education in Europe. Key Historical Contributions: (1) Indische Vereeniging: He co-founded this student organization in 1908 and served as its first chairman, establishing a crucial hub for early Indonesian nationalist thoughts in Europe. (2) Educational Pioneer: Trained as an educator, he became one of Indonesia's early certified teachers and played a vital role in developing native education systems. (3) National Awakening: His efforts in mobilizing overseas students provided the organizational blueprint for future independent leaders fighting against Dutch colonial rule (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Soetan Casajangan Soripada? Seperti disebut di atas, data sejarah Indonesia sangat melimpah, bahkan masih banyak yang belum tergali. Sebagai contoh, jika nama Soetan Casajangan Soripada (bukan ditulis dengan Soetan Kasajangan Soripada) dicari tidak ditemukan di Wikipedia. Namun AI Wikipedia masih dapat memberikan deskripsinya dalam bahasa Inggris. Satu yang penting dan terpenting, perjalananya awal Soetan Casajangan Soripada terinformasikan sebagai siswa di sekolah guru Kweekschool Padang Sidempoean yang menjadi salah satu murid kesayangan Charles Adrian van Ophuijsen. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan Soripada? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-8: Nasib Esperanto Bahasa Indonesia Bahasa Pemersatu Dunia; Apakah Bahasa Inggris Bertahan Selamanya


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Bahasa Indonesia telah resmi diakui sebagai bahasa internasional setelah ditetapkan sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 20 November 2023. Status ini menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 di forum tersebut, bersanding dengan bahasa besar dunia seperti Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia, Hindi, Italia, dan Portugis. Bahasa Indonesia sedang dalam proses strategis menuju pengakuan global. Pemerintah menargetkan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi PBB pada 2045. Sejarah Bahasa Indonesia


Bahasa Esperanto adalah bahasa buatan (bahasa terencana) yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Bahasa ini diciptakan pada tahun 1887 oleh Dr Ludwik Lazar Zamenhof, seorang dokter mata asal Polandia. Tujuan utama pembuatan Esperanto adalah menjadi bahasa bantu internasional yang netral, mudah dipelajari, serta mampu menjembatani perbedaan budaya tanpa menghapus bahasa ibu masing-masing bangsa. Tata bahasanya tidak memiliki pengecualian sama sekali. Setiap huruf hanya memiliki satu bunyi, sehingga ditulis sesuai dengan cara diucapkan. Akar katanya diambil dari bahasa-bahasa Eropa, terutama rumpun Roman, Jermanik, dan Slavia. Menggunakan prefiks dan sufiks yang logis untuk mengubah arti kata dasar secara instan. Bahasa Esperanto menggunakan penanda akhir kata yang konsisten untuk menunjukkan kelas kata:Kata benda selalu diakhiri huruf -o (contoh: amiko = teman). Kata sifat selalu diakhiri huruf -a (contoh: amika = ramah). Kata kerja bentuk sekarang diakhiri -as (contoh: lumas = bersinar). Beberapa contoh frasa dasar sehari-hari: Saluton! = Halo! Dankon. = Terima kasih. Kiel vi fartas? = Bagaimana kabarmu? Mi estas indoneziano. = Saya adalah orang Indonesia. Meskipun belum berhasil menjadi bahasa resmi global, Esperanto tetap hidup sebagai bahasa yang aktif digunakan oleh komunitas internasional (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah nasib bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti disebut di atas, diantara bahasa-bahasa dunia terdapat bahasa Esperanto, bahasa yang dibuat baru yang diduga dibuat untuk mengedepankan satu bahasa sebelum bahasa Inggris menyebar di seluruh muka bumi. Bahasa Esperanto ini muncul setelah keberadaan Bahasa Indonesia (yang masih disebut bahasa Melayu) eksis. Ke depan, apakah bahasa Inggris bertahan selamanya? Bagaimana dengan Bahasa Indonesia? Lalu bagaimana sejarah nasib bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia

Senin, 15 Juni 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-7: Sie Kong Lian dan Kongres Pemuda; Fa Ledikanten Handel di Jalan Pasar Senen No 95 Weltevreden


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Museum Sumpah Pemuda adalah museum sejarah khusus yang menjadi saksi bisu tempat dibacakannya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Terletak di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, gedung kolonial ini awalnya merupakan rumah indekos mahasiswa bernama Commensalen Huis milik Sie Kong Liong. Di sinilah para pemuda dari berbagai daerah berkumpul, berdiskusi, hingga akhirnya melahirkan momentum persatuan bangsa Indonesia..Sejarah Bahasa Indonesia


Sie Kong Lian (3 Januari 1877-1954) adalah seorang warga Indonesia keturunan Tionghoa yang berjasa besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sebagai pemilik rumah kos di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta, yang menjadi lokasi pembacaan ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Rumah tersebut kini berdiri tegak sebagai Museum Sumpah Pemuda. Sie Kong Lian merupakan seorang pedagang kasur di pasar Jakarta dan dikenal memiliki keahlian kungfu. Sie Kong Lian sendiri tidak tinggal di Kramat Raya 106, melainkan menetap di kediamannya di Jalan Senen Raya. Rumah di Jalan Kramat Raya didirikan pada awal abad ke-20 dan disewakan sebagai tempat kos bagi para pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) dan Rechtsschool (sekolah hukum) sejak tahun 1908. Sejumlah tokoh penting bangsa pernah indekos di rumah ini, termasuk Mohammad Yamin, Amir Sjarifuddin, Sugondo Djojopuspito, Assaat, dan Abu Hanifah. Sejak tahun 1927, gedung ini resmi disewa oleh organisasi pemuda dan dinamakan Indonesische Clubhuis atau Clubgebouw sebagai wadah diskusi kebangsaan. Rumah kos ini menjadi lokasi persinggahan akhir Kongres Pemuda II sekaligus tempat dikumandangkannya ikrar Sumpah Pemuda 1928 (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Sie Kong Lian dan Kongres Pemuda? Nama Sie Kong Lian adalah satu hal dan Kongres Pemuda adalah hal lain. Ledikanten Handel Firma di Jalan Pasar Senen No 95 Weltevreden diduga kuat adalah milik Sie Kong Lian. Lalu bagaimana sejarah Sie Kong Lian dan Kongres Pemuda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Catur di Indonesia