Kamis, 05 Maret 2026

Sejarah Sepak Bola (42): Jay Idzes dan Marga van der Sluys di Semarang; Lika Liku dalam Melacak Asal Usul Para Leluhur


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Pada masa ini ada dua nama yang dihubungkan dengan Kota Semarang: Maximilian van der Sluys Veer dan Jay Idzes. Max dan istrinya, Elly Kristanti, adalah pemilik terakhir rumah kuno bersejarah sebelum dihibahkan ke Yayasan Mardi Waluyo pada 2013. Rumah tersebut dibangun sekitar tahun 1890 awalnya dimiliki oleh arsitek Belanda ternama, Abraham Fletterman. Pada tahun 1952. Max menjabat sebagai Bendahara II di perkumpulan bernama Samarangse Van. Mereka adalah kerabat dekat Corrie Fletterman, yang merawat rumah itu setelah tahun 1965. Bangunan itu kini menjadi cagar budaya di Jalan Kyai Saleh No 15 Semarang..Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Jay Idzes, bek tangguh Timnas Indonesia kelahiran Belanda (2 Juni 2000), memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya. Kakeknya lahir di Semarang pada 1939 dan pernah merasakan masa penjajahan, sedangkan neneknya dari Jakarta. Ia memilih dinaturalisasi (Desember 2023) karena hubungan erat dengan keluarga, yang mendukung kariernya sebagai pemain profesional. Kakek Jay Idzes sempat hidup di panti asuhan selama 10 tahun, dan mengalami masa sulit penjajahan Jepang. Hingga saat ini, nama lengkap kakek Jay Idzes  tidak dipublikasikan secara spesifik ke publik oleh sang pemain. Meskipun identitas namanya dirahasiakan, Jay Idzes telah membagikan beberapa informasi penting mengenai latar belakang kakeknya yang menjadi dasar garis keturunannya: Kakek Jay Idzes (ayah dari ibunya) lahir di Semarang pada tanggal 16 November 1939 akhirnya pindah ke Belanda pada usia sekitar 20 hingga 25 tahun. Jay mengungkapkan bahwa ibunya (single parent) membesarkan dirinya dan saudara perempuannya sendirian selama bertahun-tahun. Jay lahir dan besar di Mierlo, Belanda (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Jay Idzes dan marga van der Sluys di Semarang? Seperti disebut di atas, kakek Jay Idzes lahir di Semarang pada tahun 1939, tetapi tidak terinformasikan namanya. Sementara itu di Semarang pada masa terdapat rumah cagar budaya yang konon dimiliki keluarga van der Sluys. Untuk sekadar diketahui, Semarang adalah kota kelahiran HJ van Mook. Lalu bagaimana sejarah Jay Idzes dan marga van der Sluys di Semarang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan

Minggu, 01 Maret 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-5: Nama Indonesia dan Kongres Hindia di Belanda 1917; Nama-Nama Mahasiswa Usulkan Nama Indonesia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Dja Endar Moeda pernah menyatakan di Padang pada tahun 1897 bahwa pendidikan dan jurnalis sama pentingnya: “sama-sama mencerdaskan bangsa”. Pada tahun 1900 Dja Endar Moeda mendirikan organisasi kebangsaan Indonesia pertama di Padang dengan nama “Medan Perdamaian”. Organisasi kebangsaan Indonesia pertama di Belanda didirikan oleh Soetan Casajangan pada tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging. Setelah Indische Vereeniging mengusulkan nama Indonesia dalam Kongres Hindia 1917 di Den Haag, Sorip Tagor pada tahun 1919 menyatakan bahwa pendidikan dan politik sama pentingnya: “sama-sama mencerdaskan bangsa”. Sejarah Bahasa Indonesia


Meskipun pencetusan nama Indonesia secara ilmiah dimulai sejak 1850 oleh George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan, penggunaan nama tersebut dalam konteks politik formal oleh mahasiswa Indonesia di Belanda tercatat pada Kongres Hindia 1917 (Indische Congres) yang diselenggarakan di Den Haag. Pada kongres ini, gagasan untuk menggunakan nama "Indonesia" sebagai pengganti "Hindia Belanda" mulai menguat di kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). Evolusi Penggunaan Nama: 1850: Nama Indonesia awalnya dicetuskan oleh George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan sebagai istilah geografis untuk kepulauan Hindia Timur; 1917: Nama "Indonesia" diusulkan secara lebih luas dalam forum Kongres Hindia sebagai identitas bangsa; 1922: Indische Vereeniging mulai menggunakan kata "Indonesia" dalam tujuan politiknya; 1925: Organisasi tersebut resmi berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia; 1928: Nama Indonesia dikukuhkan secara nasional melalui Sumpah Pemuda; 1945: Nama Indonesia diadopsi dalam konstitusi negara Republik Indonesia (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah nama Indonesia dan dan Kongres Hindia 1917? Seperti disebut di atas, nama Indonesia diusulkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Indische Vereeniging dalam pada Kongres Hindia 1917 di Den Haag. Dalam hal ini siapa saja nama-nama mahasiswa yang hadir dalam pengusulan nama Indonesia tersebut? Lalu bagaimana sejarah nama Indonesia dan dan Kongres Hindia 1917? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Mahasiswa di Indonesia

Minggu, 22 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 9-4: Alumni Teknik Delft (TU Delft) Kembali ke Tanah Air dan Berjuang; Tan, Soerachman, Sarengat, Han


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Beberapa hari lalu nama Sekolah Tinggi Teknil Delft (sekarang TU Delft) menjadi perhatian para netizen Indonesia. TU Delft merupakan universitas teknologi tertua dan terbesar di Belanda, menempati peringkat ke-47 dunia dalam QS World University Rankings 2026. Fokus utamanya mencakup teknik sipil, teknologi air, hingga kedirgantaraan. Bukan tentang hal itu, tetapi tentang salah satu alumninya. Artikel ini membicarakan tentang sejarah orang Indonesia di TU Delft sejak alumni orang Indonesia pertama 132 tahun yang lalu. Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Alumni Delft University of Technology (TU Delft) asal Indonesia memiliki kontribusi besar dalam bidang teknik dan teknologi, didukung oleh jaringan organisasi resmi di Indonesia. TU Delft Chapter Indonesia merupakan wadah resmi bagi para alumni di Indonesia untuk berjejaring dan berkolaborasi. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Delft berperan sebagai jembatan bagi mahasiswa aktif dan calon alumni, rutin mengadakan acara budaya dan akademik. Para lulusan TU Delft juga tergabung dalam payung besar Ikatan Alumni PPI (IAPPI) yang sering berkolaborasi dengan lembaga seperti BRIN. Banyak tokoh Indonesia lulusan TU Delft yang berkiprah di pemerintahan, akademisi, dan industri teknik: Bimo Sasongko: Menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Jerman (2020-2023) dan aktif dalam jaringan alumni TU Delft. Made Tri Ari Penia Kresnowati: Salah satu akademisi ternama yang tercatat dalam daftar alumni. Oetarjo Diran: Tokoh penerbangan Indonesia yang dikenal luas sebagai pakar kedirgantaraan. Pangeran Poerbojo: Tokoh sejarah Indonesia yang menempuh pendidikan di sana. Dwi Hartanto: Pernah menjadi mahasiswa doktoral di TU Delft sebelum terlibat dalam kasus klaim prestasi yang tidak akurat. Dwi Sasetyaningtyas: Alumni penerima beasiswa yang baru-baru ini menjadi perhatian publik terkait status kewarganegaraan dan pengabdian pasca-studi (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah para alumni Teknik Delft (TU Delft) kembali ke tanah air dan berjuang? Seperti disebut di atas, para alumni TU Derlft kini menjadi perhatian, tetapi sejak temnpo doeloe sudah banyak orang Indonesia studi di Delft seperti Tan Tjioen Liang lulus tahun 1894, Sarengat (1920), Han Tiauw Tjong (1920), Soerachman (1922) dan seterusnya. Lalu bagaimana sejarah para alumni Teknik Delft (TU Delft) kembali ke tanah air dan berjuang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, 21 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 10-5: AI di Penulisan Sejarah, Sejarah Itu Narasi Fakta dan Data; Ini Tentang Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Apakah sudah terbit buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” sebanyak 10 jilid dalam bentuk ebook? Tampaknya belum. Sebagaimana pernah dijanjikan Kementerian Kebudayaan bahwa buku Sejarah Indonesia sebanyak 10 jilid akan dibuka akses ke publik pada bulan Februari ini dalam bentuk ebook (gratis). Hari ini sudah berada di hari-hari terakhir bulan Februari. Mengapa buku 10 jilid itu perlu kita baca? Sejarah adalah narasi fakta dan data, narasi tentang yang benar-benar terjadi dan ada buktinya. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan


Kecerdasan Buatan (AI) memungkinkan sejarawan untuk memproses volume data yang sangat besar dalam waktu singkat melalui teknik text-mining. Platform seperti Transkribus menggunakan teknologi AI untuk membaca dan mentranskripsikan tulisan tangan kuno (seperti Latin abad pertengahan atau Gotik) yang sulit dibaca mata manusia. AI tidak hanya membantu dalam bentuk teks, tetapi juga dalam menghidupkan kembali masa lalu secara visual. Alat seperti HyperWrite atau Squibler dapat membantu menyusun draf narasi peristiwa sejarah atau fiksi sejarah berdasarkan basis data yang luas. Meskipun efisien, penggunaan AI dalam sejarah memiliki risiko yang signifikan. AI sering menghasilkan "halusinasi" berupa referensi atau kutipan palsu dan dapat membawa bias dari data pelatihan yang digunakan. Terdapat kekhawatiran bahwa AI dapat menyederhanakan peristiwa kompleks secara berlebihan atau menciptakan narasi sejarah palsu (deepfake). Menirukan tokoh sejarah dengan AI berisiko meremehkan pengalaman hidup asli individu tersebut. Secara umum, AI dianggap sebagai alat bantu, bukan rekan penulis. Untuk mendapatkan hak cipta penuh, kontribusi kreatif manusia tetap menjadi syarat utama (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah AI dan penulisan sejarah (sejarah adalah narasi fakta dan data)? Seperti disebut di atas, Indonesia sekarang telah memiliki buku sejarah terbaru sebanyak 10 jilid. Apakah isi buku itu sesuai dengan dinamika kebangsaan dalam arus global? Itu satu hal. Lalu bagaimana sejarah AI dan penulisan sejarah (sejarah adalah narasi fakta dan data)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 19 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 9-3: Ijazah dan Gelar; Disertasi Para Doktor Indonesia di Belanda Diterbitkan Secara Publik Dapat Diakses Kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Sejarah penipuan disertasi berakar dari manipulasi akademik, termasuk plagiarisme, pemalsuan data, atau penggunaan jasa joki, yang merusak integritas ilmiah. Penipuan ini sering kali bertujuan untuk memperoleh gelar secara tidak sah, yang berpotensi melanggar hukum dan etika. Kasus-kasus ini tergolong kejahatan intelektual yang serius. Pengantar Metode Riset Bisnis


Sejarah penipuan disertasi merupakan bagian dari fenomena academic fraud (kecurangan akademik) yang mencakup plagiarisme, fabrikasi data, hingga penggunaan jasa penulisan atau joki. Berdasarkan tinjauan akademik, penipuan dalam disertasi umumnya terjadi dalam bentuk: Plagiarisme, mengambil karya orang lain dan mengakuinya sebagai milik sendiri tanpa atribusi yang tepat. Fabrikasi Data: Memalsukan data penelitian untuk mendukung hipotesis tertentu. Joki Disertasi (Contract Cheating, menggunakan jasa pihak ketiga untuk menuliskan disertasi, yang seringkali melibatkan transaksi finansial besar. Akses "Jalur Cepat", kasus di mana mahasiswa mendapatkan gelar doktoral dalam waktu yang tidak wajar atau tanpa melalui proses perkuliahan yang seharusnya. Diederik Stapel: Seorang profesor psikologi sosial asal Belanda yang melakukan fabrikasi data secara masif dalam berbagai publikasi dan membimbing mahasiswa doktoral dengan data palsu. Beberapa pejabat tinggi Jerman, seperti Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg (2011) dan Menteri Pendidikan Annette Schavan (2013), mengundurkan diri setelah disertasi mereka terbukti mengandung plagiarisme masif. Di Indonesia, isu penipuan dan integritas disertasi sering kali melibatkan tokoh publik atau akademisi. Penipuan disertasi memiliki dampak hukum dan reputasi yang serius: Pencabutan Gelar, Sanksi Hukum, Kerugian Institusi (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah ijazah dan gelar? Seperti disebut di atas, untuk mendapat gelar akademik biasanya harus memenuhi persyaratan laporan riset akademik. Disertasi para doktor Indonesia di Belanda diterbitkan ke publik yang dapat diakses hingga kini. Lalu bagaimana sejarah ijazah dan gelar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 17 Februari 2026

Sejarah Jepang (15): Jepang vs Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia; Asia Timur adalah Satu Hal dan Asia Tenggara adalah Hal Lain


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Dalam minggu ini terjadi perang antara Netizen Indonesia (Net 62) dan Netizen Korea (K-netz). Pemicunya entah bagaimana ada K-netz yang menghina Asia Tenggara termasuk Indonesia. Perang “warga net” tidfak terhindarkan dimana Net 62 menghantam balik K-netz (hingga TKO). Alih-alih K-Netz berharap Netizen Jepang membantu untuk menyerang warga net Asia Tenggara (SEAblings) yang terjadi sebaliknya Netizen Jepang justru membela Net 62 khususnya. Mengapa? Hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia pada era modern sejatinya sudah berlangsung sejak 1918 (hingga kini). Sejarah Pers di Indonesia

Sejarah "kontra" atau konflik antara Jepang dan Korea adalah narasi panjang yang didominasi oleh persaingan kekuasaan di Asia Timur, dengan titik paling traumatis terjadi pada abad ke-20. Ketegangan besar pertama bermula saat pemimpin militer Jepang, Toyotomi Hideyoshi, melancarkan invasi ke Korea tahun 1592 dengan ambisi akhir menaklukkan Dinasti Ming di Tiongkok. Perang ini menyebabkan kehancuran luas di Semenanjung Korea sebelum pasukan Jepang akhirnya ditarik mundur setelah kematian Hideyoshi tahun 1598. Akar utama sentimen anti-Jepang di Korea modern bermula ketika Jepang secara resmi mencaplok Korea melalui Perjanjian Aneksasi 1910. Selama 35 tahun masa pendudukan kekayaan alam dan tenaga kerja Korea dikuras untuk kepentingan militer Jepang. Ribuan warga Korea dipaksa menjadi buruh di pabrik/tambang Jepang, dan banyak wanita dipaksa menjadi "Comfort Women" (wanita penghibur) bagi tentara Jepang. Jepang berusaha menghapus identitas Korea dengan melarang bahasa Korea dan memaksa warga mengadopsi nama Jepang. Meskipun hubungan diplomatik telah dinormalisasi pada tahun 1965, beberapa isu sejarah tetap menjadi pemicu konflik diplomatik saat ini. Sisa dari perseteruan Korea ve Jepang adalah Korea Utara hingga saat ini, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti disebut di atas, hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia sejatinya sudah berlangsung sejak 1918. Bagaimana dengan Korea? Itu belum lama secara terbatas pada Korea Utara. Lalu bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.