Sejarah Jakarta (73): Sejarah Tanjung Priok Bukan Dongeng Kali Tiram; Area Marjinal Tidak Bertuan Jadi Pelabuhan Internasional


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Sejarah Tanjung Priok pada dasarnya belum pernah ditulis. Tulisan-tulisan tentang sejarah Tanjung Priok yang ada selama ini hanyalah kumpulan karangan belaka, entah dari mana sumbernya. Sejarah Tanjung Priok bukanlah dongeng. Sesungguhnya tidak ada celah memasukkan unsur dongeng dalam sejarah Tanjung Priok. Sebagaimana tempat-tempat lainnya di Jakarta, Tanjung Priok berada di tempat yang terang benderang dalam origin sejarah.

Tanjung Priok: Old (Peta 1824) en NOW (Peta satelit)
Sejarah adalah narasi fakta, bukan fiksi. Menulis sejarah itu jelas tidak sulit, tetapi jangan digampangkan. Yang paling sulit dalam hal penulisan sejarah adalah soal bagaimana data (fakta dan keterangan) dikumpulkan. Tidak sampai di situ saja, bagaimana cara menguji (menilai) data yang ada dapat dikatakan akurat (valid). Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah soal pertanggungjawaban sejauh mana data itu tidak dapat dibantah. Dalam bahasa matematis hari ini bukan sejarah tetapi hari kemarin adalah sejarah. Membandingkan hari kemarin dengan setahun lalu, maka nilai sejarah tahun lalu lebih timggi nilainya dibanding hari kemarin. Dengan demikian sejarah bersifat retrospektif. Semakin tua semakin bernilai sejarah, namun yang membedakan sejarah bernilai atau tidak, bukan ditentukan oleh jauh tidaknya origin ke belakang tetapi yang lebih menentukan adalah datanya (apakah bisa menghadirkan bukti). Jika tidak bisa menghadirkan bukti, itu berarti dongeng. Menulis sejarah, kita tidak sedang mendongeng.

Lantas serupa apa sejarah Tanjung Priok? Nah, itu yang menjadi keingintahuan kita. Oleh karena sejarah Tanjung Priok adalah narasi fakta, maka secara teknis sejauh ini sejarah Tanjung Priok belum pernah ditulis. Dalam kerangka itulah kita mulai menulis sejarah Tanjung Priok. Untuk itu marilah kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.