Indonesia di Piala Dunia (2): Egy Maulana Vikri; Serangan Netizen ‘Gibol’ Indonesia Bantu FIFA Mengentaskan Anarkis & Rasis


*Lihat semua artikel Sejarah Indonesia di Piala Dunia di blog ini Klik Disini

Egy Maulana Vikri, pemain sepak bola muda Indonesia yang bermain di klub Lechia Gdansk menyebabkan kehebohan di Polandia. Kehadiran Egy Maulana Vikri, tidak hanya mengusik suporter sepak bola di Polandia, tetapi juga para pemain sepak bola Polandia di dalam negeri maupun di luar negeri. Suporter sepak bola Polandia menjadi tampak kekanak-kanakan. Mereka merasa hebat, dan menganggap Egy Maulana Vikri datang dari sepak bola dunia ketiga.

'Egy Effect' di Atmosfir Dunia Sepak Bola Eropa
Sikap anggap remeh ini, tidak hanya muncul dari suporter Lechia Gdansk, klub Egy Maulana Vikri, juga dari suporter yang menjadi lawan-lawan Lechia Gdansk. Yang tidak diduga sikap itu juga muncul dari mantan-mantan pemain dan pelatih klub tersebut. Tidak hanya itu, ternyata beberapa pemain sepak bola Polandia yang bermain di luar negeri juga terkesan meremehkan. Hanya petinggi klub Lechia Gdansk yang sadar perekrutan Egy Maulana Vikri sebagai keputusan yang tepat: keputusan teknis dan keputusan ekonomis.   

Egy Maulana Vikri sendiri adalah bagian dari dunia sepak bola modern di era milenial. Hal ini tampaknya kurang dipahami oleh para suporter Poandia. Ketika, mereka coba menyinggung perasaan suporter Indonesia, baru mereka paham atmosfir dunia sepak bola telah berubah. Hal ini berbeda dengan publik sepak bola di Prancis, yang lebih elegan. Bahkan orang Prancis sedari dulu justru ingin tahu Indonesia ketika pemain sepak bola Indonesia berlaga di Prancis pada Piala Dunia 1938.