Kamis, 04 Mei 2023

Sejarah Cirebon (24): Pelabuhan di Cirebon, Zaman Kuno hingga Masa Kini, Bagaimana Berkembang? Mencusuar Penanda Navigasi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini

Keberadaan pelabuhan di kota Cirebon sudah sejak lama, bahkan sejak zaman kuno. Pelabuhan di Cirebon terus berkembang hingga ke masa kini. Dimana posisi GPS pelabuhan masa kini dengan masa lampau berbeda. Perbedaan ini terjadi karena perkembangan tata kota dan juga perkembangan kebutuhan pelabuhan itu sendiri. Dalam hal posisi GPS mercusuar menjadi penting.


Pelabuhan Cirebon (Pelabuan Cerbon) atau PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cirebon adalah salah satu cabang dari PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) atau PELINDO yang sebelumnya bernama PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau PELINDO II yang berada di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Pelabuhan Cirebon merupakan pintu gerbang perekonomian Jawa Barat dan merupakan pelabuhan alternatif bagi Pelabuhan Tanjung Priok, khususnya dalam melayani kegiatan perdagangan antar pulau. Pelabuhan Cirebon terletak di Kota Cirebon, lintas utama pantai Utara Jawa Barat, kurang lebih 250 km dari Jakarta atau 130 km dari Bandung. Pelabuhan Cirebon dapat dicapai dengan mudah melalui jalan darat, baik dari arah Jakarta, Provinsi Jawa Tengah maupun dari kota Bandung. Kemudahan ini mendukung kelancaran distribusi barang dari dan ke Pelabuhan Cirebon. Pelabuhan Cirebon didukung oleh kedalaman kolam -7 m LWS. Sedangkan kapal yang memiliki draft diatas 7 M dapat dilayani di daerah lego jangkar kurang lebih 5–10 km lepas pantai. Pelabuhan Cirebon dibangun tahun 1865 dan pada tahun 1890 diperluas dengan pembangunan kolam pelabuhan dan pergudangan. Tahun 1927, Pelabuhan Cirebon masih berada di dalam struktur organisasi Pelabuhan Semarang, kemudian sejak tahun 1957 berada di bawah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah pelabuhan Cirebon dari zaman kuno hingga masa kini, bagaimana berkembang? Seperti disebut di atas, pelbauhan Cirebon sudah eksis sejak zaman kuno dan terus berkembang, dan berkembang terus hingga masa ini. Dimana pelabuhan bermula? Mencusuar adalah penanda navigasi di laut juga penanda navigasi dalam sejarah pelabuhan Cirebon. Lalu bagaimana sejarah pelabuhan Cirebon dari zaman kuno hingga masa kini, bagaimana berkembang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Cirebon (23): Kanal Kota Cirebon, Mangapa, Dimana Dibangun? Kebutuhan Navigasi dan Pembangunan Drainase Kota


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini

Kita tidak sedang membicarakan kanal informasi di (kota) Cirebon, tetapi kanal air yang terkait dengan kota. Geomorfologi kawasan (kota) Cirebon yang berada di kawasan rendah yang berhadapan permukaan laut, menyebabkan kawasan kota tidak sehat dan tidak produktif. Pembangunan kanal menjadi solusi. Pada era Pemerintah Hindia Belanda sejumlah kanal dibangun yang dapat meningkatkan navigasi dan mengefektifikkan fungsi drainase (banjir kanal).   

 

Empat Sungai Besar di Kota Cirebon Dikeruk. Inilahkoran. 5 Desember 2018. Cirebon. Sedikitnya empat sungai besar yang melintas di Kota Cirebon dikeruk. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Syarif menyebutkan, keempat sungai dikeruk sungai Cikalong di kelurahan Kecapi, sungai di kawasan Pilang Setrayasa, sungai dekat PDAM, serta sungai banjir kanal. Tak hanya sungai besar, sejumlah sungai kecil pun dikeruk. "Selama beberapa hari ini sungai-sungai di Kota Cirebon dikeruk. Rabu (5/11/2018) ini sungai Cikalong yang dikeruk," ungkap Syarif. Untuk keempat sungai besar yang dikeruk, imbuhnya, memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga harus menggunakan alat berat. Kesulitan meliputi tingkat sedimentasi yang cukup tinggi, baik di sisi sungai maupun di dalam sungai. Di Sungai Cikalong misalnya, kata dia, telah terjadi penyempitan badan sungai akibat sedimentasi. Karena itu, pengerukan dilakukan sepanjang 500-600 M dengan kedalaman sekitar satu meter. Dia memastikan, pengerukan sungai dilakukan mengingat banjir masih menghantui warga Kota Cirebon. Dengan permasalahan sungai seperti sedimentasi hingga penyempitan sungai akibat sampah, air sungai bisa meluap dan menyebabkan banjir, terutama kala hujan berintensitas tinggi turun. (https://www.inilahkoran.id/) 

Lantas bagaimana sejarah kanal Kota Cirebon, mangapa dibangun, dimana saja? Seperti disebut di atas, kota Cirebon hingga masih mengalami persoalan banjir. Karena itu upaya pengerukan dilakukan. Apakah dalam hal ini pembangunan kanal (navigasi dan banjir kanal) tempo doeloe pada era Pemeirintah Hindia Belanda tidak efekltif lagi? Mangapa? Lalu bagaimana sejarah kanal Kota Cirebon, mangapa dibangun, dimana saja? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.