Sejarah Bogor (52): Cipanas, Cibodas dan Ciputri; Land Tjipoetri Era Inggris (1812), Diakuisisi Pemerintah Hindia Belanda, 1823


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bogor dalam blog ini Klik Disini

Di timur Gadog berada Tjisaroea. Area tertinggi wilayah Tjisaroea adalah mahkota (puncak) pegunungan Megamendung. Lebih ke timur dari mahkota Megamendung ini terdapat tiga nama tempat yang pertama diidentifikasi, yakni (pesanggrahan) Tjipanas, kampong Tjibodas dan kampong Tjipoetri. Namun tiga nama tempat itu menurut catatan harian Radermacher yang melakukan ekspedisi mengitari gunung Pangrango-Gede tahun 1777 bukan lagi wilayah Buitenzorg tetapi wilayah Tjiandjoer. Menurut Radermacher, punggung pe(gunung)an Megamendong adalah batas pemisah Buitenzorg dan Tjiandjoer. Mahkota punggung gunung Megamendung tersebut kemudian dikenal Pontjak (kini Puncak Pas).

Kecamatan Cipanas dan Pacet; Desa Ciputri (Now)
Pada masa ini, Cipanas, Cibodas dan Ciputri masih menjadi bagian dari wilayah (kabupaten) Cianjur. Batas pemisah antara kabupaten Cianjur dan (kabupaten) Bogor juga masih pegunungan Megamendung (yang kini dikenal Puncak Pas). Tiga nama tempat yang diidentifikasi pertama ini, kini berada di dua kecamatan yang berbeda: desa Tjipanas menjadi bagian wilayah kecamatan Cipanas; sementara desa Cibodas dan desa Ciputri menjadi bagian dari wilayah kecamatan Pacet. Pada masa ini, nama Cipanas dan Cibodas lebih dikenal daripada nama Ciputri, namun di masa lampau nama Ciputri justru yang lebih terkenal dari yang lainnya. Apa pasal? Pada era VOC wilayah Tjisaroea dijadikan tanah partikelir (land) dan pada era pendudukan Inggris wilayah sisi timur Megamendung (Tjipanas, Tjibodas dan Tjipoetri) dijadikan tanah partikelir dengan nama Land Tjipoetri (di bawah kepemilikan Andries de Wilde).

Lantas apa pentingnya sejarah Cipanas, Cibodas dan Ciputri? Ketiga kampong ini pernah menjadi satu kesatuan tanah partikelir dengan nama Land Tjipoetri. Ini bermula setelah dibangunnya jalan pos (Grootepost weg) pada era Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811), wilayah terpencil ini semakin terbuka dan diminati investor Andreas de Wilde (di era pendudukan Inggris 1811-1816). Pada era VOC rute jalan dari Tjisaroea ke Tjipanas masih memutar ke arah timur (untuk menghindari terjalnya pegunungan Megamendung). Sehubungan dengan ditingkatkanya pesanggrahan di Tjiipanas menjadi villa-istana Gubernur Jenderal dan penetapan hutan Tjibodas sebagai taman lindung (Natuurmonument), nama Tjipoetri lambat laun menghilang yang hanya kini dikenal sebagai sebuah desa. Oleh karena itulah menarik untuk menulis kembali sejarah Cipanas, Cibodas dan Ciputri agar pengetahuan kita bertambah. Untuk itu mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Bogor (51): Sejarah Desa Gadog dan Gunung Megamendung; Kopi, Gudang, Jembatan, Pos, Rumah Sakit dan Puncak Pas


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bogor dalam blog ini Klik Disini

Pada masa kini, nama Gadog sangatlah terkenal dengan nama navigasi: Simpang Gadog (exit Tol ke jalan lama Ciawi-Puncak). Meski demikian, nama Gadog bukanlah baru, tetapi suatu nama tempat yang juga terkenal tempo doeloe (nama Gadog ditulis Gadok). Gadog adalah suatu nama tempat, sementara Megamendung adalah suatu gunung (berg) yang mahkotanya berada di Puncak Pas. Nama Megamendung sebagai nama tempat di dekat kampong Gadok sejatinya baru muncul kemudian.

Gadok (Peta 1900)
Dalam pembagian wilayah administrasi kabupaten Bogor, nama Megamendung dijadikan sebagai nama kecamatan. Di dalam kecamatan Megamendung terdapat desa Gadog dan desa Megamendung. Nama-nama yang sudah ada sejak lama termasuk desa Tjipajoeng (desa Cipayung Datar dan desa Cipayung Girang) dan (desa) Pasir Angin. Nama tempat lainnya yang sudah lama adalah kampong (sungai) Soekabiroes yang kini masuk desa Gadog. Lantas mengapa muncul nama kampong Megamendung, sementara puncak gunung Megamendung berada di Puncak Pas wilayah kecamatan Cisarua yang sekarang?

Begitu banyak data sejarah Gadog dan Megamendung, namun tidak banyak yang terinformasikan pada masa ini. Okelah. Sejarah Gadog (di bawah) dan sejarah gunung Megamendung Puncak Pas (di atas) sungguh mempesona. Apakah kita ingin menulis sejarah kampong Gadog dan sejarah gunung Megamendung? Sejumlah situs penting di Gadog paling tidak tentang kopi, gudang, jalan dan jembatan pos dan rumah sakit. Untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.