Sejarah Tangerang (1): Kota Tangerang Bermula di Benteng Tangerang; Tjisadane, Tjiliwong dan Tjilengsi Berhulu di Bogor


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini

Setelah benteng Batavia (Casteel Batavia) dibangun (1619), benteng yang dibangun berikutnya adalah benteng (pulau) Onrust. Benteng ini dibangun untuk pertahanan pertama dari kemungkinan serangan dari Banten. Namun celakanya, benteng Onrust ini tidak jauh dari muara sungai besar yakni sungai Tjisadane. Dari muara sungai inilah pelayaran sungai orang-orang bermula hingga ke hulu, bahkan hingga ke Tjiampea. Dari situasi inilah pangkal perkara dimulainya sejarah Tangerang.

Peta 1724
Benteng Batavia yang menjadi awal permulaan kota Batavia berada di muara sungai Tjiliwong. Sungai Tjiliwong adalah rute pelayaran sungai dari dan ke pedalaman. Sungai besar lainnya di sebelah barat adalah sungai Tangerang (Tjisadane), dan di sebelah timur sungai Bekasi (Tjilengsi). Sungai Tjiliwong berhulu di timur gunung Papandayan dan sungai Tjisadane berhulu di barat gunung Papandayan. Titik singgung terdekat dua sungai besar ini berada di Kota Bogor yang sekarang. Sementara sungai Tjilengsi berhulu di sisi sungai Tjiliwong. Sungai Tjikeas yang juga berhulu di sisi sungai Tjiliwong bertemu sungai Tjilengsi di Bantar Gebang yang ke hilir disebut sungai Bekasi (sama seperti sungai Tjisadane di hilir disebut Tangerang). Tiga sungai besar (Tjiliwong plus Bekasi dan Tangerang) inilah kemudian yang menjadi tulang punggung terbentuknya Residentie Batavia. Dalam perkembangannya Residentie Batavia diperluas hingga sungai Tjitaroem di timur dan sungai Tjikande di barat. Diantara batas-batas inilah Tangerang tumbu dan berkembang dari jaman Tome Pires hingga jaman Now.

Sejarah Tangerang tentu saja sudah banyak ditulis oleh ahli sejarah. Namun sejarah Tangerang tidak hanya itu. Data dan informasi Tangerang sangat berlimpah dan lebih dari apa yang sudah ditulis. Sisa data itulah yang ingin dimaksimalkan untuk melengkapi penulisan Sejarah Tangerang. Meski sisa tetapi yang tertinggal justru inti. Ibarat mengolah kerang, kulitnya diambil untuk hiasan, lalu dagingnya dimakan, tetapi dalamannya yang berisi butir-butir mutiara diabaikan. Sejarah Tangerang juga tidak berdiri sendiri. Uniknya, meski Tangerang masuk wilayah Provinsi Banten, sejarah Tangerang justru terbentuk dari Batavia (Jakarta). Hal ini menyebabkan serial artikel sejarah Tangerang ini akan sendirinya terhubung dengan sejarah Jakarta (Batavia) di pusaran dan sejarah Bekasi di hilir dan sejarah Depok dan sejarah Bogor (Buitenzorg) di hulu. Oleh karenanya, tulisan sejarah Jabodetabek pada masa ini sejatinya sudah terlukis sejak tempoe doeloe. Mari kita mulai Sejarah Tangerang dengan artikel pertama.