Sabtu, 17 Juni 2023

Sejarah Dewan di Indonesia (5): Dr Abdoel Hakim Locoburgemeester di Kota Gemeente Padang; Loco Burgemeester di Batavia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dewan di Indonesia di blog ini Klik Disini

Ada dua anggota dewan kota (gemeenteraad) semasa Pemerintah Hindia Belanda. Satu di Medan dan satu di Padang. Sebelum ini sudah dideskripsikan yang di Medan. Sekarang dideskripsikan yang di Padang. Uniknya keduanya berasal dari (afdeeling) Angkola Mandailing (kini Tapanuli Bagian Selatan). Abdoel Hakim di Padang pernah menjadi Locoburgemeester (Wakil Walikota).


Dr. Abdoel Hakim seorang dokter menjadi Wali Kota Padang periode 1947–1949. Sebelumnya, ia pernah menjabat Wakil Wali Kota Padang Loco-Burgemeester Padang pada masa pemerintahan Hindia Belanda periode 1931–1942. Ia tercatat sebagai pembina Kongres Jong Sumatranen Bond di Padang. Lulus dari Sekolah Dokter Djawa pada 1905, Abdoel Hakim pertama kali ditempatkan di Padang Sidempuan, kampung kelahirannya. Pada 1910, ia dipindahkan ke Binjai. Lalu, ia sempat bertugas di Tanjung Pura. Kariernya di Sumatra Barat dimulai pada 1919. Ia ditugaskan untuk mengepalai dinas kesehatan setempat. Pada 1921, ia terpilih sebagai anggota Dewan Kota (Gemeenteraad) Padang. Ia terus terpilih sebagai anggota dewan hingga 1942 (kecuali dari tahun 1934 sampai 1938 karena cuti). Freek Colombijn mencatat perannya sangat penting karena kepribadiannya disukai oleh para anggota dewan dari kalangan orang Eropa sehingga mereka menjadi lebih bersedia untuk mendengar anggota dewan pribumi. Pada 1923, ia sempat dipindahkan ke Boyolali dan Labuhan Deli. Setahun berikutnya, ia kembali ditugaskan ke ke Padang sebagai kepala dinas kesehatan Padangsche Benedenlanden. Pada 1931, ia diangkat sebagai Wakil Wali Kota Padang. Ia memegang jabatan ini sampai tahun 1942. Saat Agresi Militer Belanda I, Abdoel Hakim dilantik menjadi Wali Kota Padang mengisi kekosongan pimpinan setelah tertembaknya Wali Kota Bagindo Aziz Chan pada 19 Juli 1947. Sebagai wali kota, ia mendukung negara Indonesia federal. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Abdoel Hakim di Gemeenteraad Padang? Seperti disebut di atas ada duan ama Abdoel Hakim. Anggota dewan kota di Padang pernah menjadi wakil wali kota. Suatu posisi untuk pribumi yang jarang terjadi kecuali Loco Burgemeester di Padang dan Loco Burgemeester di Batavia. Lalu bagaimana sejarah Abdoel Hakim di Gemeenteraad Padang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Banyuwangi (44):Presiden Soekarno Kali Pertama ke Banjoewangi; Kunjungan Dinas Setelah Proklamasi NKRI 18-08-1950


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyuwangi dalam blog ini Klik Disini

Usia RIS hanya seumur jagung. Suatu bentuk negara inisiiatif Belanda yang berlaku tanggal 27 Desember 1949. Pada tahun 1950 negara-negara federal dibubarkan yang kemudian secara resmi oleh Presiden RIS Ir Soekarni dibubarkan pada tanggal 17 Agustus 1950. Lalu keesikan harinya dilakukan Proklamasi NKRI. Kunjungan dinas Presiden Soekarno mulai diperluas, tidak hanya di Jawa, juga ke Sumatra. Dalam kunjungan ke Bali Presiden Soekarno melalui Banjowangi.


Sejarah Bung Karno Berkunjung ke Banyuwangi Setelah Kemerdekaan RI, Rabu, 17 Agustus 2022. Banyuwanginetwoek.com. Berikut ini adalah sejarah ketika Bung Karno berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dilakukan setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelum, Bung Karno diyakini melakukan pertapaan di Alas Purwo beberapa pekan sebelum proklamasi. Lalu, bagaimana kisah ketika Bung Karno datang ke Banyuwangi? Dikutip BanyuwangiNetwork.com dari Naskah id dengan judul Menelusuri Jejak Soekarno di Banyuwangi dan Kisah Spiritualnya di Alas Purwo, berikut ceritanya. Selain di Alas Purwo, puing-puing jejak Ir Soekarno juga ada di Banyuwangi wilayah Utara. Tepatnya di wisata pantai yang kini bernama Marina Boom Banyuwangi. Pada tahun 1951, Presiden RI pertama tersebut mengunjungi monumen Taman Makam Pahlawan 0032. Taman Makam Pahlawan ini dahulunya bernama Taman Makam Pahlawan Satria Laut 0032 Banyuwangi dan sekarang dikenal dengan nama Wisma Raga Laut Pasukan AL RI 0032.Bangunan ini berdiri pada tahun 1950. Pada Mei 1951 Presiden Soekarno berkunjung ke Banyuwangi sekaligus meresmikannya. Didalamnya, ada sejumlah makam dengan nisan berbentuk kapal perang. Tertulis ada 17 prajurit TNI AL yang gugur dalam mempertahankan Indonesia dari penjajah terbaring di makam tersebut. (https://banyuwangi.jatimnetwork.com/)

Lantas bagaimana Presiden Soekarno kali pertama ke Banjoewangi? Seperti disebut di atas, Ir Soekarno berkunjung ke Banjowangi dalam kunjungan dinas. Suatu kunjungan dinas setelah Proklamasi NKRI 18 Agustus 1950. Lalu bagaimana Presiden Soekarno kali pertama ke Banjoewangi? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.