Sejarah Kota Medan (78): Pulau Sicanang. Teluk Belawan Hilang Akibat Sedimentasi; Dari ‘Kota Tjina’ hingga Rumah Sakit Kusta


*Semua artikel Sejarah Kota Medan dalam blog ini Klik Disini

Apakah ada Pulau Sicanang? Pada masa ini pulau tersebut tidak begitu jelas bentuk (rupa dan ukuran). Akan tetapi pada masa lalu Pulau Sicanang benar-benar ada dan dapat diidentifikasi secara jelas berada di tengah Teluk Belawan. Pertanyaan yang sama: Apakah ada Pulau Brayan? Belum jelas apakah benar-benar ada, tetapi tentu masih menarik untuk dibuktikan apakah ada atau tidak. Lantas apa keutamaan Pulau Sicanang? Pulau yang dulu berukuran kecil ini telah bertambah luas yang kemudian menutupi seluruh pemukaan air di Teluk Belawan. Keutamaan lainnya Pulau Sicanang adalah lokasi pertama dimana terdapat rumah sakit kusta.  

Teluk Belawan (Peta 1695)
Persoalan Pulau Sicanang dan Teluk Belawan belumlah terbilang kuno. Jauh sebelumnya di masa lampau sudah ada persoalan di Teluk Belawan. Persoalan tersebut adalah eksistensi Kerajaan Deli di hulu sungai Deli dan persoalan apakah benar-benar ada ‘Kota Cina’. Semua persoalan tersebut menjadi terkesan rumit dari sudut pandang masa kini. Karenanya ada yang berpendapat bahwa Kerajaan Deli adalah suksesi Kerajaan Aru. Padahal Kerajaan Deli adalah satu hal dan Kerajaan Aru adalah hal lain.  

Untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut, artikel ini mendeskripsikan sejarah awal di Deli. Sejarah tersebut dimulai ketika berpisahnya Sungai Deli dan Sungai Belawan yang kemudian terbentuknya Teluk Belawan. Pada daerah aliran sungai (DAS) Belawan inilah lokasi dimana ditemukan ‘Kota Tjina’. Pada perkembangan selanjutnya di hulu Sungai Deli inilah kemudian terbentuk Kerajaan Deli (kini di Deli Tua). Lambat laun di Teluk Belawan terjadi sedimentasi sehingga terbentuk Pulau Sicanang. Pulau kecil yang terdapat di tengah teluk kemudian meluas sehingga dua sisi pulau yang menghadap ke pantai terbentuk dua muara baru sungai: muara baru Sungai Belawan dan muara baru Sungai Deli. Mari kita eksplorasi!