Sejarah Menjadi Indonesia (7): Sejarah ‘Studieclub’ Soerabaja, Batavia, Bandoeng; Medan Perdamaian dan Indisch Vereeniging


Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah ujung perjalanan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda. Perjuangan itu jangan membayangkan hanya dilakukan oleh Soekarno dan Mohamad Hatta, tetapi dilakukan secara bersama-sama oleh semua elemen bangsa yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Proklamasi kemerdekaan ternyata tidak cukup, perjuangan harus dilakukan dengan mengangkat senjata (perang kemerdekaan). Ketika Soekarno dan Mohamaad Hatta tidak hadir, semua elemen bangsa mampu menyelesaikannya hingga Belanda mengakui kedaulatan bangsa Indonesia.

Indische courant, 14-07-1924
Landasan perjuangan bangsa Indonesia adalah persatuan. Suatu persatuan yang diikat dalam satu kesatuan (organisasi). Persatuan bangsa Indonesia yang pertama adalah organisasi kebangsaan Medan Perdamaian di Padang, lalu kemudian Indisch Vereeniging di Belanda dan Indisch Partij. Dalam perjalanan merajut persatuan bangsa Indonesia inilah muncul klub studi (studieclub) di Soerabaja, Batavia dan Bandoeng. Klub-klub studi ini telah memperkaya persatuan dan mempertajam visi misi bangsa Indonesia sehingga memunculkan ide persatuan dan kesatua yang kuat (PPPKI).

Perjuangan bangsa melalui organisasi telah memperkuat persatuan. Perjuangan bangsa dengan membentuk klub studi telah mempertajam tujuan dan metode untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Dalam hal ini, perlu kiranya ditulis kembali bagaimana organisasi-organisasi dan klub-klub studi yang didirikan bersinergi hingga pada akhirnya terbentuk partai-partai politik di Indonesia: partai yang secara terang-terangan mengusung non-cooperative dan berusaha mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia.