Sejarah Jakarta (55): Daftar Nama Jalan di Jakarta Tempo Dulu; Nama Jalan, Lapangan dan Taman Diubah Pada Era NKRI, 1950


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Nama jalan tempo doeloe di Jakarta adalah jalan lama. Nama-nama jalan tersebut yang berbau Belanda dan Tionghoa telah diubah. Perubahan nama jalan itu dilakukan pasca pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Namun nama-nama jalan lama yang bersifat umum tetap dipertahankan hingga sekarang, seperti nama tempat, nama pulau, nama gunung dan sebagainya. Jalan-jalan yang belum ada namanya atau jalan yang dibangun baru setelah tahun 1950 diberinama sesuai Indonesia seperti jalan MH Thamrin, jalan Sudirman dan jalan Sisingamangaraja.

Nama jalan tempoe doeloe di Jakarta (Peta 1937)
Penamaan nama jalan di wilayah perkotaan (urban) pada era Hindia Belanda dilakukan dengan peraturan pemerintah. Wilayah kota, seperti Batavia nama jalan ditetapkan oleh keputusan Wali Kota (Burgemeester). Nama-nama jalan lama yang sudah ada namanya dan eksis sejak lampau diratifikasi, sedangkan jalan yang belum ada namanya atau jalan yang baru dibangun diberi nama sesuai keputusan pemerintah. Perubahan-perubahan nama jalan (pergantian nama) juga dilakukan berdasarkan keputusan pemerintah.

Jumlah nama jalan di Batavia hingga berakhirnya era kolonial Belanda sebanyak 473 buah (lihat lampiran di bawah). Jumlah ini semakin bertambah seiring dengan pembangunan jalan baru atau perubahan status jalan dari jalan pribadi menjadi jalan umum. Dalam penamaan jalan ini dibedakan antara satu jalan dengan jalan lainnya berdasarkan kategori dan fungsi (boulevard, straat, laan, weg, gang).