*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini
Sejarah transportasi di Jepang berevolusi dari era tradisional, di mana manusia berjalan kaki atau menggunakan tandu (kago), menjadi salah satu sistem transportasi paling canggih di dunia. Modernisasi dimulai pada Restorasi Meiji (1868) dengan pengenalan kereta api dan jinrikisha (becak). Puncaknya adalah peluncuran kereta cepat Shinkansen pada 1964, yang menetapkan standar keselamatan dan kecepatan tinggi di dunia. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan
Sejarah transportasi di Jepang telah berevolusi dari perjalanan kaki yang sangat terbatas di zaman kuno hingga menjadi salah satu sistem transportasi paling canggih dan efisien di dunia saat ini. Zaman Kuno dan Edo (1603-1867): Pada masa Keshogunan Tokugawa, transportasi sangat diatur untuk menjaga keamanan negara. Sebagian besar orang bepergian dengan berjalan kaki di sepanjang jalan bersejarah seperti Tokaido. Penggunaan transportasi beroda dilarang kecuali untuk pengangkutan barang tertentu guna mencegah pergerakan militer yang cepat. Orang-orang penting menggunakan tandu (kago) atau kuda, namun penggunaan kuda sebagai penarik gerobak lebih umum untuk barang. Kapal memainkan peran vital dalam mengangkut barang dalam jumlah besar dari seluruh Jepang menuju pusat-pusat utama seperti Kyoto, Osaka, dan Edo (Tokyo). Restorasi Meiji memicu industrialisasi pesat yang mengubah wajah transportasi Jepang. Kereta Api Pertama (1872): Jalur kereta api pertama dibuka menghubungkan Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama. Jinrikisha: Muncul sebagai sarana transportasi manusia yang populer sebelum kendaraan bermotor menyebar luas. Kyoto menjadi kota pertama di Jepang yang mengoperasikan trem pada tahun 1895. Subway (1927): Tokyo membuka jalur kereta bawah tanah pertama di Asia. Prioritas Infrastruktur: Pemerintah Meiji lebih memprioritaskan pembangunan kereta api dan transportasi laut dibandingkan jalan raya untuk mengejar ketertinggalan dari negara Barat. Era Pasca Perang dan Revolusi Kereta Cepat (1945–Sekarang (AI Wikipedia).
Lantas bagaimana sejarah transportasi di Jepang, jalan kaki, pedati, becak? Seperti disebut di atas, sejarah transportasi di Jepang sebenarnya beriringan di wilayah Indonesia bahkan jalan kaki, pedati, becak. Jalur kereta api pertama antara Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama. Lalu bagaimana sejarah transportasi di Jepang, jalan kaki, pedati, becak? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
