Tampilkan postingan dengan label Sejarah Universitas Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Universitas Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sejarah Universitas Indonesia (5): Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan; Cucu Notaris Anwar Makarim dan Anak Nono Lulusan UI


*Semua artikel Sejarah Universitas Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Kemarin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berada di kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok. Tujuannya untuk menyambut (menghadiri pelantikan) Rektor UI yang baru Prof. Ari Kuncoro. Satu yang penting kehadirannya adalah menyatakan bahwa mahasiswa diberikan kemerdekaan untuk belajar dan penggeraknya adalah dosen.

Het nieuws van den dag voor Ned.-Indie, 08-03-1940
Dalam pidatonya ‘tanpa naskah’ Menteri Nadiem Makarim membukanya sebagai berikut: ‘Yang terhormat Bapak-Ibu yang hebat di depan saya, terutama Bu Ani (Menkeu Sri Mulyani), terima kasih sudah mengundang saya disini. Saya seperti Prof Ari, ada naskah pidato langsung saya buang karena saya ingin gunakan kesempatan untuk menjadi sesi kerja pertama selama lima tahun ke depan. Pertama, saya harus bilang bahwa saya bukan alumni UI. Tapi orang tua saya, bapak, ibu, dan seluruh keluarga saya om-om dan tante semua, eksklusif alumni UI. Jadi saya sebenarnya produk UI juga dan saya merasa tidak bisa mencapai seperti ini kalau tanpa UI. Jadinya ini sesuatu yang spesial saya bisa hadir di sini’.

Siapa Nadiem Makarim sudah banyak ditulis. Seperti pengakuannya: ‘Saya bukan alumni UI, tetapi saya merasa tidak bisa mencapai seperti ini kalau tanpa UI’. Ayah dan ibu dari Nadiem Makarim adalah alumni UI. Siapa Ayah dan Ibu Nadiem Makarim juga sudah banyak ditulis. Ayah Nadiem Makarim adalah Nono Makarim seorang aktivis pers mahasiswa (lulusan UI). Yang belum banyak ditulis adalah tentang riwayat kakeknya, seorang Notaris bernama Anwar Makarim. Oleh karena itu perlu kiranya menyusun keseluruhan sejarah keluarga Makarim. Untuk itu mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Universitas Indonesia (4): Sejarah Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia; Sarjana Lulusan Pertama Drs. Sie Bing Tat


*Semua artikel Sejarah Universitas Indonesia dalam blog ini Klik Disini 

Fakultas Ekonomi adalah fakultas yang dibentuk baru di Universitas Indonesia yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 18 September 1950. Pembentukan Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia pada dasarnya tidak terkait dengan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial di Universitas Indonesia. Hal ini berbeda dengan Fakultas Psikologi yang dibentuk dari keberadaan pendidikan (ilmu) psikologi di Fakultas Kedokteran; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang dibentuk dari keberadaan ilmu-ilmu sosial dan politik di Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Indonesia; dan Fakultas Ilmu Komputer yang dibentuk dari Pusat Ilmu Komputer, Universitas Indonesia.

Java-bode, 26-08-1953
Fakultas Ekonomi di Unversita Indonesia benar-benar dibentuk baru, seperti halnya kemudian dalam pembentukan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Fakultas Teknik. Ketika Fakultas Ekonomi di Univesitas Indonesia dibentuk pada tahun 1950 sesungguhnya tidak ada yang berubah di Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial. Jusrusan (departemen) Sosial Ekonomi tetap eksis di Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial. Sebaliknya, di Fakultas Ekonomi tidak pernah terdapat jurusan (departemen/program studi) Sosial Ekonomi.

Mengapa dalam berbagai tulisan disebutkan Fakultas Ekonomi terkait dengan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial di Universitas Indonesia? Disebutkan Jurusan Sosial Ekonomi di Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Indonesia dipisahkan lalu kemudian dibentuk menjadi Fakultas Ekonomi. Padahal kenyataannya tidak demikian. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini mendeskripsikan proses pembentukan Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia (FEUI). Sebagaimana diketahui Fakultas Ekonomi yang dimaksud tersebut adalah fakultas yang kini namanya menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (FEB-UI). Lantas siapa-siapa saja yang menjadi sarjana lulusan pertama di FEUI? Mari kita lacak!

Sejarah Universitas Indonesia (3): Sejarah Panjang Universitas Indonesia; Prof. Mr. Soepomo, Ph.D Doktor Hukum Cum Laude


*Semua artikel Sejarah Universitas Indonesia dalam blog ini Klik Disini
 

Inilah sejarah Universitas Indonesia yang sebenarnya. Satu fase terpenting dalam sejarah Universitas Indonesia adalah masa peralihan dari Universiteit van Indonesie menjadi Universitas Indonesia. Tokoh yang terbilang berperan penting dalam fase peralihan ini adalah Prof. Mr. Soepomo, Ph.D. Sementara itu, universitas negeri Universitas Gadjah Mada sudah terbentuk di Djogjakarta. Dalam proses membentuk universitas nasional (Universitas Indonesia), pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) menginginkan Universitas Gadjah Mada digabung (dilebur) ke Universitas Indonesia. Namun itu tidak terjadi karena ada penolakan termasuk Wakil Perdana Menteri RI di Djogjakarta Abdul Hakim Harahap. Alasannya hanya satu: Universitas Gadjah Mada yang didirikan RI di Djogjakarta 1949 adalah situs penting perjuangan para Republiken. Boleh jadi alasan Abdul Hakim Harahap karena pendirian Universitas Gadjah Mada digagas oleh seniornya Prof. Mr, Soetan Goenoeng Moelia, Ph.D (Menteri Pendidikan RI kedua).

Prof. Soepomo (De Telegraaf, 09-01-1950)
Pada awal tahun 1950, Presiden Ir. Soekarno dan Menteri Pendidikan Dr. Aboe Hanifah menghadiri Kongres Mahasiswa Indonesia (Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 13-01-1950). Presiden mengatakan ‘tujuan kami adalah negara nasional (nationale staat) dan itu belum tercapai’. Sementara Menteri Pendidikan mangatakan ‘niat pemerintah sesegera mungkin untuk membangun Universitas Nasional (Nationale Universiteit). Inilah gagasan awal pembentukan Universitas Indonesia.

Sejarah Universitas Indonesia sendiri adalah sejarah yang sangat panjang. Embrionya bermula ketika sekolah tinggi kedokteran didirikan pada tahun 1851 di Weltevreden (kini Gambir). Proses peralihan Universiteit van Indonesie ke Universitas Indonesia tahun 1951 hanya satu fase di dalam perjalanan panjang sejarah Universitas Indonesia. Dengan kata lain butuh waktu 100 tahun sejak lahir (1851) hingga Universitas Indonesia benar-benar milik pemerintah Indonesia (1951). Tahap berikutnya dalam perkembangan Universitas Indonesia sebagaimana wujud yang sekarang sesungguhnya baru selesai pada tahun 1963 setelah Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan dimekarkan menjadi Institut Pertania Bogor.

Sejarah Universitas Indonesia (2): Hari Jadi Universitas Indonesia, Meluruskan yang Keliru; Ini Faktanya!

*Semua artikel Sejarah Universitas Indonesia dalam blog ini Klik Disini


Universitas Indonesia yang kini berada di Kota Depok sesungguhnya memiliki sejarah yang panjang. Namun usia yang sudah sangat tua justru diperingati sangat muda berdasarkan kelahirannya yang ditetapkan sebagai tanggal 2 Februari 1950. Apa iya? Jika tahun 1950 yang dianggap sebagai tahun kelahiran (ultah), sudah barang tentu penetapan itu tidak berdasar. Nama Universitas Indonesia sendiri sebenarnya diperkenalkan pada tahun 1940 dengan nama Universiteit van Indonesie, namun faktanya, secara historis (continuum) universitas ini sudah lahir sejak 1849.Bagaimana penjelasannya? Mari kita lacak!

***
Di Belanda sudah berdiri 's Rijks kweekschool voor militaire geneeskundigen te Utrecht. Lulusan sekolah kedokteran militer (kweekschool voor militaire geneeskundigen) ini ditempatkan di berbagai tempat, termasuk di Nederlandsch Indie (Hindia Belanda). Setelah itu, para tenaga medis ini dapat melanjutkan studi ke pendidikan yang lebih tinggi (hoogere) kelas dua atau tiga di Westindien (lihat Dagblad van 's Gravenhage, 14-08-1846).

Sekolah medis kweekschool voor militaire geneeskundigen di Utrecht mirip pendidikan diploma pada masa ini. Sedangkan pendidikan yang lebih tinggi hoogere geneeskundig mirip pendidikan tinggi (universitas). Untuk sekolah guru terdapat di 's Rijks juga terdapat voor onderwijzers di Haarlem (lihat Leeuwarder courant, 17-12-1839). Kweekschool voor militaire geneeskundigen sendiri dibuka pada bulan Juli 1842. Sekolah ini berada di bawah Inspektur Layanan Medis Angkatan Darat (De Inspecteur van de Geneeskundige Dienst der Landmagt, Departement voor de Zaken van Oorlog) (lihat Nederlandsche staatscourant, 17-12-1841).

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di Nederlandsch Indie di bawah kebutuhan militer dalam berbagai ekspedisi (perang) didirikan sekolah tenaga medis di Weltevreden yang diberi nama Kweekschool van inlandsche geneeskundigen. Ini mengindikasikan bahwa Sekolah Kedokteran Militer di Utrecht (1842) tidak berselang jauh dengan pendirian Sekolah Kedokteran Pribumi di Nederlandsch Indie (1849). Berdasarkan GB No. 22 tanggal 2 Januari 1849 dinyatakan bahwa groot militair hospitaal te Batavia dibuka kesempatan untuk orang-orang muda dari penduduk asli yang akan menjadi petugas kesehatan, dokter pribumi (Dokter Djawa) (lihat EWA Ludeking. 1871. Recueil Militair Geneeskundigen Dienst). 

Sejarah Universitas Indonesia (1): Usianya Setua Sekolah Guru dan Embrionya adalah Kweekshool (1851)

*Semua artikel Sejarah Universitas Indonesia dalam blog ini Klik Disini


Universitas Indonesia yang kini berada di Kota Depok sesungguhnya memiliki sejarah yang panjang. Sebelum pindah ke Depok, konsentrasi kampus-kampus Universitas Indonesia berada di Salemba, Jakarta. Nama Universitas Indonesia sendiri diperkenalkan pada tahun 1940 dengan nama Universiteit van Indonesie untuk memberi nama dan menyatukan semua lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang tersebar di berbagai tempat menjadi satu universitas dan membentuk fakultas-fakultas. Lembaga-lembaga pendidikan tinggi itu diantranya STOVIA, sekolah kedokteran yang sebelumnya bernama ‘Dokter Djawa School’.

***
Bagaimana sejarah universitas terbentuk? Mari kita lacak. Ini bermula dari suatu Keputusan Kerajaaan Belanda pada tahun 1848 yang intinya bahwa di setiap keresidenan (residentie) atau kabupaten (afdeeling) dalam suatu provinsi (province) atau perdagangan atau tempat lain yang dianggap perlu harus diselenggarakan pendidikan dasar (sekolah dasar negeri). Pemerintah Hindia Belanda menindaklanjuti keputusan tersebut dengan menyelenggarakan kursus singkat yang diberi nama normaal cursus yang dipersiapkan untuk menghasilkan guru yang akan ditempatkan di sejumlah sekolah dasar negeri yang akan didirikan. Dalam perkembangannya, kebutuhan guru dirasakan semakin meningkat lalu Gubernur Jenderal mengeluarkan Surat Keputusan (Staatsbald) pada tahun 1851 yang intinya untuk membuka dan mendirikan ‘sekolah pembibitan guru’ (kweekschool). Pada tahun 1852 sekolah guru bantu (kweekschool) pertama dibuka di Surakarta.