Minggu, 02 Mei 2021

Sejarah Filipina (31): Guam, Suatu Teritori Amerika Serikat di Pasifik di Dekat Filipina; Seberapa Penting Bagi Filipina Masa Kini

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Filipina dalam blog ini Klik Disini

Apakah ada sejarah Filipina dengan Guam di Pasifik? Tentu saja ada, Namun bagaimana sejarahnya? Yang jelas pada masa ini di Guam banyak bermukim imigran Filipina sejak masa lampau. Dalam hubungan sejarah Filipina dan Amerika Serikat, Guam dan Hawaii ibarat ‘tiang penyangga jembatan Pasifik antara Filipina dan Amerika Serikat’. Hawaai adalah negara bagian (federasi) Republik Amerika Serikat, sedangkan Guam masih bersifat teritori Amerika Serikat.

Pada masa lampau, Guam begitu penting bagi Amerika Serikat di Pasifik. Ibarat Singapoera di Asia. Guam adalah pulau terbesar di kawasan, ukuran Pulau Guam panjang 50 Km dan memiliki lebar 6 sampai 19 Km (sebesar 3/4 ukuran Pulau Singapura). Seperti halnya, Guam, teritori Amerika Serikat di Pasifik adalah Palau (dekat Morotai, Maluku Utara). Namun teritori Amerika Serikat, Palau pada tahun 1994 telah mendapatkan kemerdekaannya (kini menjadi Republik Palau). Pada masa kini Guam memiliki populasi sekitar 160.000 jiwa. Ibu kota Guam berada di Kota Hagatna (dimana Gubernur berada)

Lantas bagaimana sejarah Guam teritori Amerika Serikat dekat Filipina? Tentu saja menarik karena secara geografis begitu dekat dengan Filipina (relatif terhadap Hawaii, Amerika Serikat). Lalu apa pentingnya sejarah Guam bagi Filipina? Seperti disebut di atas pada masa kini diketahui cukup banyak imigran yang berasal dari Filipina. Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Guam di Pasifik Sejak Era Spanyol

Nama pulau Guam (Eylant Guam) paling tidak sudah diberitakan pada tahun 1697 (lihat Oprechte Haerlemsche courant, 31-10-1697). Pulau ini disebut berada di bawah yurisdiksi Spanyol (lihat Oprechte Haerlemsche courant, 06-04-1706). Hingga tahun 1845 pulau Guam dietahui masih milik Spanyol-Filipina (lihat Javasche courant, 29-11-1845). Disebutkan ada rute pelayaran dari Batan (di utara pulau Luzon) ke Guam.

Dalam berita ini disebut penyebutan nama Guam yang benar adalah Guahan. Nama Guam tampaknya lafal orang Eropa, sedangkan Guaham adalah lafal penduduk asli pulau. Namun yang menjadi pertanyaan mana yang lebih dulu eksis. Jika Guam adalah sama dengan Guam (nama Eropa) lalu apa nama aslinya. Pulau ini kerap dijadikan tempat persinggahan dari kapal-kapal penangkap (ikan) paus (lihat Nieuwe Rotterdamsche courant : staats-, handels-, nieuws- en advertentieblad, 26-06-1847). Untuk sekadar catatan pada era itu, kapal-kapal penangkap paus dari Amerika Serikat dapat mencapau teluk Biak (Papua, Indonesia). Guam memiliki pelabuhan perdagangan (kerap kapal dari Guam berlabuh di pelabuhan Belanda di Eropa) dan Sydney, Melbourne (Australia) serta Hongkong. Pulau Guam termasuk salah satu pulau di Kepulauan Marianne.

Satu berita penting diterima di Hongkong kapal penangkap ikan paus Amerika melaporkan terjadi musibah di pulau bahwa dalam tiga bulan terakhir terjadi kematian anak karena penyakit sebanyak 4.000 orang (lihat Rotterdamsche courant, 06-04-1857). Algemeen Handelsblad, 06-04-1857 menyebut adanya epidemik berdasarkan surat dari seorang misionaris di pulau itu. Misionaris itu juga menyebut ada penduduk pulau itu yang kanibal (orang Eropa ada di pelabuhan dan ada benteng).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Guam: Antara Filipina dan Amerika Serikat

Hingga tahun 1898 nama pulau Guam masih kerap dipertukarkan dengan nama pulau Guaham. Pada tahun ini perang antara Spanyol dan Amerika Serikat yang awalnya di Cuba meluas hingga ke Pasifik di koloni Spanyol (Filipina). Surat kabar Opregte Haarlemsche Courant, 14-06-1898 yang mengutip surat kabar Amerika Serikat Herald bahwa kapal penjelajah Amerika Serikat Charleston dengan bala bantuan Laksamana Deweg ke Filipina atas nama Amerika Serikat akan menguasai pulau Guahan atau pulau Guam.

Dalam berita ini juga angkatan laut Amerika Serikat berangkat dari Havana dengan 11 kapal. Selain Guam juga angkatan laut Amerika Serikat akan  melakukan serangan di Cavite (baca: Teluk Manila). Alasan Amerika disebutkan serangan ke Pasifik ini juga sebagai penebusan karena penderitaan rakyat Cuba yang miskin tertindas (di bawah kekuasaan Spanyol). Amerika Serikat akan tumbuh dengan baik jika digabungkan kepulauan di Pasifik barat yang membentuk link dalam rantai deposit batubara dan stasiun maritim yang juga dapat menghubungkan tanah air Monroe dengan Timur Jauh. Disebutkan bahwa publik masih tidak dapat dipahami mengapa Paman Jonathan bisa memulai perang dengan begitu tergesa-gesa, begitu sedikit kesiapannya.

Kehadiran Amerika Serikat di Pulau Guam pada bulan Juni 1898 ini dapat dikatakan sebagai awal dari invasi Amerika Serikat ke Pasifik barat. Dunia melongo melihat aneksasi Amerika Serikat ini di Pasifik. Disebutkan pendudukan pertama Amerika Serikat di pulau Guam pada tanggal 20 Juni 1898 (lihat Deli courant, 09-07-1898).

Presiden McKinley mengeluarkan pesan pada Hari Kemerdekaan, mengatakan bahwa rakyat Amerika harus berterima kasih kepada Tuhan atas kemenangan yang diperoleh melalui darat dan laut dan memohon kepada-Nya atas bencana besar yang dibawa perang, segera untuk berakhir. Semoga Dia segera mengembalikan ke tanah air tercinta kita berkat kedamaian, kepada semua penghuni negeri yang sekarang dinaturalisasi sebagai akibat dari perang, memulihkan hak istimewa yang tak ternilai untuk keselamatan dan istirahat serta kemakmuran. Presiden juga menyatakan siap berunding dengan Spanyol (lihat Algemeen Handelsblad, 10-07-1898). Dalam berita ini juga disebutkan bahwa Gubernur Ladronon (yang meliputi Guam) ternyata tidak mengetahui bahwa telah terjadi perang antara Spanyol dan Amerika Serikat selama dua bulan hingga pendudukan Amerika Serikat di Pasifik barat. Juga disebutkan banyak negara di Eropa menyatakan kesiapan untuk menengahi perselisihan antara Spanyol dan Amerika Serikat ini.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar