Senin, 24 Februari 2020

Sejarah Jakarta (94): Sejarah Pejompongan, Landhuis di Land Laanhof; Bendungan dan Kanal Sungai Kroekoet, Instalasi Air Bersih


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Asal-usul nama Pejompongan bukan dari djompo, tapi dari djompong. Land Laanhof berada di kampong Pedjompongan. Oleh karena itu Land Laanhof juga adakalanya disebut Land Pedjompongan. Kampong Pedjompongan tidak jauh dari kampong Djati. Lantas apa hubungan kampong Djati dan kampong Pedjompongan? Hubungan dua perkampongan ini menjadi asal-usul nama Pedjompongan.

Pejompongan (Peta 1890)
Nama Pedjompongan sudah terkenal sejak tempo doeloe, bahkan sejak era VOC/Belanda. Tanah Abang awalnya ditempati oleh pasukan pribumi pendukung militer VOC/Belanda yang berasal dari Jawa. Hal inilah yang menyebabkan area tempat tinggal mereka disebut Tanah Abang. Mereka menanam jati ke arah hulu. Di area hutan jati kemudian terbentuk perkampongan yang disebut kampong Djati. Mereka juga menanam jati ke arah hulu. Di area hutan jati yang baru ini kemudian terbentuk perkampongan yang disebut Pedjompongan. Nama kampong Pedjompongan semakin terkenal karena di area perkampongan ini sungai Kroekoet disodet dan mengalirkannya melalui kanal hingga ke Angke. Lebih ke hulu dari kampong Pedjompongan dibangun bendungan untuk mengairi persawahan di Pedjompongan. Area sekitar bendungan di sungai Kroekoet ini kemudian terbentuk kampong Bendoengan (hoeloe dan hilir). Setelah adanya bendungan ini, pemerintah mengkapitalisasi lahan di perkampongan Pedjompongan yang disebut Land Laanhof (land yang kali pertama dimiliki oleh keluarga Laanhof. Peta 1890

Lantas seperti apa sejarah Pedjompongan keseluruhan? Jelas memiliki sejarah yang panjang. Tidak hanya soal area penempatan pasukan pendukung militer VOC/Belanda, tetapi juga soal pembangunan kanal. Pembangunan bendungan juga terkait dengan perkampongan Pedjompongan. Tidak hanya sampai disitu, di kampong Pedjompongan juga dibangun instalasi air bersih yang kelak memunculkan nama area Perdjernihan. Di area Pendjompongan juga dibangun perumahan (sebelum perumahan Kebajoran dibangun). Untuk menambah pengetahuan tentang sejarah Pedjompongan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*

Pembangunan Kanal Pedjompongan

Tunggu deskripsi lengkapnya


*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar