Jumat, 20 November 2020

Sejarah Riau (7) Sejarah Lingga di Teluk Indragiri, Pusat Melayu Riau di P Lingga; Pusat Pemerintah Hindia Belanda di Bintan

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Riau di blog ini Klik Disini

Traktat London 1824 telah memidahkan Semenanjung Malaya dan Riau. Perbatasannya di selat Singapoera yang memisahkan pulau Singapoera dan pulau Bintan. Pemerintah Hindia Belanda berkedudukan di Tandjoeng Pinang di pulau Bintan. Meski demikian, pemimpin lokal Riau tidak berkedudukan di pulau Bintan, tetapi tetap berkedudukan di pulau Lingga. Untuk mewakili kepentingan Sultan Lingga dilakukan oleh Sultan Moeda di pulau Panyengat.

Pada masa ini nama Lingga adalah nama salah satu kabupaten di provinsi Kepulaua Riau. Kabupaten Lingga terdiri banyak pulau. Pulau terbesar adalah pulau Lingga dan pulau Singkep. Ibu kota kabupaten Lingga berada di Daik (doeloe disebut Kwala Daik). Nama tempat terpenting di pulau Singkep adalah Dabo. Salah satu keutamaan pulau Lingga adalah terdapat gunung yang tinggi. Kabupaten Lingga salah satu penghasil timah terpenting. Pada masa lampau Lingga dikenal sebagai pusat Melayu yang terpenting.

Bagaimana sejarah Lingga? Tentu saja sudah banyak ditulis. Namun sejauh ditemukan fakta dan data baru, penulisan narasi sejarah Lingga tetap penting. Lantas bagaimana sejarah Lingga bermetamorfosis enjadi sejarah Riau? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Padang Sidempuan (9): Batu Rombi Danau Siais Pusat Peradaban Kuno di Pantai Barat Sumatra? The Hidden Geopark Dunia

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Padang Sidempuan di blog ini Klik Disini 

Hingga saat ini kita hanya mengenal Geopark Citetuh (di Sukabumi, pantai selatan Jawa). Hal ini karena populer karena sudah diakui UNESCO. Namun belum pernah terinformasikan geopark yang lain di pantai barat Sumatra (di Tapanuli Selatan). Geopark Tapanuli Selatan ini tidak terlihat dari laut, karena proses sedimentasi jangka panjang teluk menjadi daratan. Oleh karena itu geopark di Tapanuli Selatan ini dapat dikatakan sebagai The Hidden Geopark.

Geopark adalah taman bumi yang mencerminkan sisa alam masa lampau yang masih dapat diidentifikasi sekrang sebagai suatu kawasan ekosistem yang dilestarikan baik untuk tujuan pemberdayaan penduduk lokal, destinasi wisata maupun laboratoriu alam untuk pengetahuan. Geopark di Indonesia antara lain ditemukan di kawasan danau Toba, kawasan pantai Ciletuh, kawasan gunung Rinjani (danau Sagara) di Lombok dan kawasan gunung Batur (danau Batur) di Bali. Geopark terluas adalah kawasan danau Toba.

Bagaimana dengan kawasan geopark danau Siais di Tapanuli Selatan? Tentu saja kurang terinformasikan. Selain baru ditemukan, posisi GPSnya yang terkesan tidak terlihat dari laut (pantai) seperti kawasan Ciliteuh, mebuat geopark ini tersembunyi (hidden). Ok, itu satu hal. Hal yang lebih penting tentang kawasan geopark ini adalah bagaimana sejarahnya? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 19 November 2020

Sejarah Riau (6): Sejarah Rokan, Sungai Rokan Kiri Rokan Hulu dan Sungai Rokan Kanan Rokan Hilir; Sejarah Bagansiapiapi

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Riau di blog ini Klik Disini 

Nama Rokan setua apa? Yang jelas wilayah Rokan (Riau) bertetangga dengan wilayah Padang Lawas (Tapanuli, Sumatra Utara) di hulu sungai Rokan. Itu artinya wilayah Rokan sejak jaman lampau begitu dekat dengan pusat percandian (Boedha-Hindioe) di Binanga (Padang Lawas) di hulu sungai Barumun. Jika sungai Barumun adalah sungai yang sudah dikenal sejak jaman kuno, maka sungai Rokan juga sudah dikenal sejak jaman kuno. Jika nama baroemoen berasal dari India (b-aroe-moen; aroe=sungai), lantas apakah nama Rokan berasal dari India?

Sungai Rokan di wilayah hulu bercabang dua: sungai Rokan Kiri dan sungai Rokan Kanan. Dari percabangan sungai ini ke arah hulu kini masuk wilayah kabupaten Rokan Hulu (ibu kota di Pasir Pengaraian). Sementara sungai Rokan ke arah hilir menjadi wilayah kabupaten Rokan Hilir (ibu kota di Bagansiapiapi). Dua kabupaten ini adalah dua kabupaten baru yang dibentuk tahun 1999 (pemekaran dari kabupaten Bengkalis).

Bagaimana sejarah awal wilayah Rokan? Yang jelas wilayah Rokan Hulu yang sekarang tempo doeloe seakan terisolasi dari Riau, tetapi begitu terbuka dengan wilayah Tapanoeli (Padang Lawas). Idem dito dengan wilayah Rokan Hilir yang sekarang begitu dekat dengan Labuhan Batoe (Sumatera Timur). Mengapa bisa begitu? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.