Sejarah Jakarta (36): Sejarah Salemba, Struiswijk, Pabrik Opium dan STOVIA; Kini Jalan Salemba Raya No. 4 Jakarta


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Jalan Salemba Raya adalah ruas jalan antara Persimpangan Jalan Paseban dan Persimpangan Jalan Pramuka. Pada dua sisi jalan ini dulu namanya Kampong Salemba. Di wilayah Kampong Salemba ini terbentuk sebuah landerein, suatu tanah partikelir. Area landerein ini pada masa kini antara Jalan Salemba dengan sungai Tjiliwong dan antara Jalan Diponegoro dengan Jalan Kenari. Area tanah partikelir ini kemudian dikenal sebagai Struiswijk (lingkungan Eropa/Belanda Struis).

Salemba (Peta 1825)
Keutamaan Struiswijk (eks landerein ini) karena di area tersebut kemudian secara bertahap muncul situs-situs penting, yakni pabrik opium, stasion kereta api Salemba, sekolah kedokteran STOVIA dan rumah sakit CBZ. Gedung eks pabrik opium ini kelak menjadi gedung FEUI, gedung eks STOVIA kelak menjadi gedung FKUI, rumah sakit CBZ (Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting) berumah nama menjadi RS Tjipto Mangoenkoesoemo, dan eks stasion Salemba dan rel keretapi menjadi pemukiman penduduk di Jalan Kenari. Jembatan kereta api di atas sungai Tiliwong kini masih terlihat utuh.     

Bagaimana sebuah area (sebuah persil) di Kampong Salemba menjadi landerein dan kemudian berubah menjadi pusat orang Eropa/Belanda tentu masih menarik untuk diperhatikan. Satu hal yang kerap terlupakan, di sekitar stasion Salemba di era kolonial Belanda adalah pusat perjuangan para revolusioner Indonesia dimana terdapat gedung PPPKI yang dibangun tahun 1927. Gedung ini kini dikenal sebagai Gedung MH Thamrin. Untuk itu mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.