Rabu, 24 Mei 2023

Sejarah Pendidikan (8): Sekolah Kedokteran Pribumi Batavia dan Docter Djawa School; Garis Continuum Dokter - Doktor Indonesia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pendidikan dalam blog ini Klik Disini

Pada masa ini di Indonesia sudah banyak fakultas kedokteran yang terdapat di berbagai universita. Namun semua itu berawal dari sekolah kedokteran pada era Hindia Belanda. Sekolah kedokteran dibuka pertama tahun 1851 di Batavia (kini Jakarta). Dalam perkembangannya sekolah kedokteran pribumi ini bertransformasi ke bentuk fakultas kedokteran. Dalam garis continuum sejarah inilah lahir dokter-dokter dan doctor-dokter Indonesia.


Delapan Jurusan Kedokteran Terbaik Indonesia 2022, Daya Tampung Vs Peminat Kompas.com. 20/09/2022. Seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkenal akan persaingannya yang ketat dengan jumlah peminat yang tinggi. Indonesia memiliki kampus dengan jurusan kedokteran yang masuk dalam pemeringkatan Times Higher Education Asia University Rankings 2022. Ranking didasarkan pada semua misi inti terkait pengajaran, penelitian, transfer pengetahuan, dan pandangan internasional. Berikut 8 kampus dengan jurusan kedokteran di Indonesia dan jumlah daya tampung berdasarkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2022. 1. Universitas Indonesia. 2. Universitas Airlangga. 3. Universitas Gadjah Mada. 4. Universitas Hasanuddin. 5. Universitas Sebelas Maret. 6. Universitas Brawijaya. 7. Universitas Diponegoro. 8. Universitas Padjadjaran. (https://www.kompas.com/)

Lantas bagaimana sejarah sekolah kedokteran pribumi di Batavia dan Docter Djawa School? Seperti disebut fakultas kedokteran di Indonesia berawal dari sekolah kedokteran pada era Hindia Belanda (Docter Djawa School). Sekolah kedokteran adalah garis continuum Dokter dan Doktor Indonesia. Lanlu bagaimana sejarah sekolah kedokteran pribumi di Batavia dan Docter Djawa School? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Banyuwangi (8): Pulau di Wilayah Banyuwangi; Boom, Santen, Watulayar dan Tabuhan Serta Pulau di Pantai Selatan Jawa


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyuwangi dalam blog ini Klik Disini

Adakah pulau di wilayah Banyuwangi? Tentu saja ada. Apa menariknya dalam sejarah Banyuwangi? Okelah satu hal. Di masa lampau ada pulau besar di Banyuwangi, namun kemudian menghilang. Mengapa? Apakah ada pulau baru yang terbentuk? Pulau Boom dan pulau Santen dekat kota Banyuwangi adalah peulau-pulau yang terbentuk baru. Disebut pada masa ini ada pulau-pulau di tengah laut antara lain pulau Tabuhan di utara dan pulau Watulayar di selatan. Tentu saja banyak pulau di kecamatan Pesanggrahan.


Pulau Tabuhan Banyuwangi: Pulau Kecil Tak Berpenghuni di Tengah Selat Bali. Wisata Pulau Tabuhan Banyuwangi, pulau Tabuhan merupakan pulau kecil yang kosong atau tidak berpenduduk dengan luas sekitar 5 hektar, lokasi pulau berada diantara Pulau Jawa dan Bali, ditengah selat Bali. Pulau Tabuhan meski kecil tapi memiliki pantai berpasir putih yang luas, kehidupan bawah lautnya yang menakjubkan, serta flora dan fauna yang cantik dan satu-satunya lokasi di Banyuwangi yang ideal untuk aktivitas Kiteboarding. Di tengah-tengah pulau terdapat pohon-pohon hijau yang subur dan dikelilingi dengan pasir berwarna putih. Selain itu, kejernihan air laut yang unik ini bergradasi seperti biru mudah dan hijau muda jika di lihat dari kejauhan. Berlokasi di kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Akses menuju wisata Pulau Tabuhan ini bisa ditempuh dengan menggunakan perahu. Dari arah pantai kampe di Wongsorejo maupun dari arah Watudodol di kecamatan Kalipuro. Untuk bisa menyeberangi pulau tabuhan dari arah Banyuwangi hanya butuh waktu hingga 45 menit dengan menggunakan perahu. Kedalaman laut mulai dari tiga meter sudah dapat melihat banyak biota laut yang cantik-cantik. Misalnya saja seperti ikan yang berwarna warni dan terumbu karang. (https://www.exploreijen.com/2021/)

Lantas bagaimana sejarah pulau-pulau di wilayah Banyuwangi? Seperti disebut di atas, di wilayah Banyuwangi ada pulau yang hilang dan ada pulau yang terbentuk baru. Pulau-pulau yang masih eksis di wilayah Banyuwangi antara lain Boom, Santen, Watulayar, Tabuhan dan pulau pulau di kecamatan Pesanggrahan. Lalu bagaimana sejarah pulau-pulau di wilayah Banyuwangi? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.